twitter instagram
  • Home
  • Japanese
  • Mandarin
  • Korea
  • Dark Fairytales
  • Nonfiksi

Asako no Niwa

Irrashaimase mina-san. Douzou yonde kudasai

 

Judul Asli: ナミヤ雑貨店の奇蹟 (Namiya Zakkaten no Kiseki )
Judul Terjemahan: Keajaiban Toko Kelontong Namiya
Penulis: Higashino Keigo
Alih Bahasa: Faira Ammadea
Editor: Pandam Kuntaswari
Ilustrasi sampul: Martin Dima
Genre: Fantasy
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Gramedia Psutaka Utama
ISBN: 9786020648293
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 400 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: November 2020
Harga: Rp 130.000,00
Rating: 4 of 5

        Konichiwa mina-san, kali ini saya akan mereview sebuah novel karya Higashino-sensei. Jika selama ini kita mengenal Higashino-sensei sebagai penulis novel misteri, kali ini sensei memberikan warna yang berbeda dalam karya sastranya. Higashino-sensei mengusung genre Fantasy pada bukunya yang berjudul Keajaiban Toko Naminya. Seberapa ajaib novel ini? Mari kita mulai reviewnya.

Blurb
Ketika ketiga pemuda berandal bersembunyi di toko
kelontong tak berpenghuni setelah melakukan 
pencurian, sepucuk surat misterius mendadak
diselipkan ke dalam toko melalui lubang surat.

Surat yang berisi permintaan saran. Sungguh aneh.

Namun, surat aneh itu ternyata membawa mereka 
dalam petualangan melintasi waktu, menggantikan
peran kakek pemilik toko kelontong yang
menghabiskan tahun-tahun terakhirnya 
memberikan nasihat tulus kepada orang-orang 
yang meminta bantuan.

Hanya untuk satu malam.

Dan saat fajar menjelang, hidup ketiga sahabat itu
tidak akan pernah sama lagi.

Review
        Cover novel ini di dominasi warna ungu dan hitam seakan ingin menggambarkan langit malam, ditambah dengan beberapa titik putih yang saya asumsikan sebagai bintang. Kesan fantasy sangat terasa dengan pemilihan cover ini.Pemilihan desan cover dan font yang terkesan sederhana, membuat nyaman ketika melihat bagian cover. Salah satu novel Higashino-sensei yang saya suka. Bagian belakang cover pun tampak sederhana.

        Alur novel ini maju mundur dengan sudut pandang yang berubah-ubah pada tiap babnya.  Mungkin akan sedikit membingungkan di awal, namun lama-lama akan terbiasa. Sudut pandang pun berubah-ubah. Tokoh utama dalam novel ini adalah para penulis surat konsultasi. Karakter yang ada di dalam novel ini sangat beragam dan perkembangannya sangat terasa. Uniknya adalah novel ini terasa nyata, mengapa? Sama halnya ketika memberi saran, semua pilihan tergantung kepada si penerima saran. Pesan yang ingin disampaikan oleh novel ini adalah ketulusan, selain itu terdapat beberapa pesan lain pada tiap babnya. 

        Bagian yang paling saya suka adalah Alunan Harmonika di Malam Hari. Namun secara keseluruhan, saya sangat suka setiap babnya. Selalu  ada hal yang bisa dipelajari tiap babnya. Novel seperti inilah yang khas gaya Higashino-sensei. Kata perkatanya tidak ada yang sia-sia dan selalu ada pelajaran di dalamnya. Namun, ketika kalian berpikir bahwa ini adalah novel pure fantasy, ketika menjelang bab akhir kalian akan tahu jika sensei menyelipkan sedikit misteri juga di dalamnya. Mengapa toko Narumiya bisa memiliki hubungan erat dengan suatu tempat? Kalian akan mengetahui sebabnya setelah membaca novel akhirnya. Membaca novel ini serasa perasaan kalian akan diaduk-aduk dan seperti biasa sensei selalu berhasil menyentuh hati saya pada bagian akhir novel.

        Novel ini saya rekomendasikan untuk mina-san fans berat Higashino-sensei. Novel ini juga baik untuk dibaca mina-san yang suka dengan buku yang penuh makna dan pelajaran. Penggemar novel Jepang dan tentunya mina-san yang membutuhkan saran-saran dan ingin melihat kehidupan dari sudut pandang yang lain sangat wajib untuk membeli novel ini. Novel Higashino-sensei ini sudah bisa mina-san pesan secara online maupun offline dengan harga Rp 103.000,00. Silahkan membacanya sendiri, karena novel ini sungguh berhasil membuat pikiran saya terbuka. Sekian review singkat dari saya. Terima kasih telah membacanya. Mata Ashita ne~

"Aku membantu orang lain. Justru hal-hal yang kaubilang merepotkan itulah yang membuat semua upayaku berharga." Halaman 144
Januari 28, 2021 No komentar

Judul Asli: 容疑者Xのけんしん (Yougisha X no Kenshin)
Judul Terjemahan: Kesetiaan Mr. X
Penulis: Higashino Keigo
Alih bahasa: Faira Ammanda
Editor: Dessy Harahap
Sampul: martin_twenty1@yahoo.co.id
Genre: Misteri
Jenis: Terjemahan Jepang
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-3052-5
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 320 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: 19 Juli 2016
Harga: Rp 70.400,00
Rating: 4 of 5

        Konichiwa mina-san, apa kabar? Kembali lagi saya akan mereview sebuah buku yang membuat saya jatuh cinta dengan genre misteri-kriminal. Yap, kali ini saya akan membahas novel karya Higashino Keigo. Sebenarnya ini adalah novel pertama yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Sejujurnya, saya cukup kesulitan mencari novel ini karena memang novel yang sangat lama. Sudah habis dimana-mana, mina-san. Mari kita mulai saja reviewnya.

Blurb
Ketika si mantan suami muncul lagi untuk memeras Yasuko
Hanaoka dan putrinya, keadaan menjadi tak terkendali,
hingga si mantan suami terbujur kaku di lantai apartemen.
Yasuko berniat menghubungi polisi, tetapi mengurungkan 
niatnya ketika Ishigami, tetangganya, menawarkan bantuan
untuk menyembunyikan mayat itu.

    Saat mayat tersebut ditemukan, penyidikan detektif
Kusanagi mengarah kepada Yasuko. Namun sekuat apa pun
insting detektifnya, alibi wanita itu sulit sekali
dipatahkan. Kusanagi berkonsultasi dengan sahabatnya,
Dr. Manabu Yukawa sang Profesor Galileo, yang ternyata
teman kuliah Ishigami.

    Diselingi nostalgia masa-masa kuliah, Yukawa sang
pakar fisika beradu kecerdasan dengan Ishigami, sang
genius matematika. Ishigami berjuang melindungi Yasuko
dengan berusaha mengakali dan memperdaya Yukawa, yang
baru kali ini menemukan lawan paling cerdas dan bertekad 
baja.

Review
        Seperti biasanya mina-san, kita mulai dari desain sampul ya? Jadi, karena saya bukan orang yang pandai dalam seni dan mengerti proporsi, saya akan menilai berdasarkan pembaca awam. Saya cukup tertarik dengan covernya yang merupakan profil samping dari boneka daruma. Latarnya yang berwarna merah dan tanpa hiasan terkesan sederhana. Saya sangat menyukai kesederhanaan covernya. Saya juga sangat menyukai font yang digunakan untuk tulisan Jepangnya. Meskipun warna hitam sedikit menyakiti mata, namun saya tetap suka karena hanya sedikit tulisannya. Saya juga suka bagaimana nama penulis disusun secara vertikal.

        Alur novel ini mudah untuk diikuti, meskipun sedikit lambat tapi sangat menyenangkan untuk dibaca. Tema yang diangkat seperti novel Higashino-sensei yang lainnya yaitu misteri-kriminal. Tokoh yang ditampilkanpun berbeda dengan The Newcomer maupun Malice yang tokoh utamanya adalah detektif Kaga, novel ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan detektif Kaga sehingga bisa dibaca lepas. Setting latar, tentu saja berada di Jepang. Selain itu latar suasana dibangun oleh Higashino-sensei dengan sangat baik, kita seperti digiring perlahan dan semakin masuk ke kegelapan. Sampai sekarang, hati saya masih terasa berat. Konflik yang disajikan malah terasa menarik karena saling beradu kepintaran antara mengungkap pelaku dan menyembunyikan pelaku. Amanat yang disampaikan juga sangat mengena, yakni tentang ketulusan. Selain mengajarkan tentang ketulusan, novel ini juga mengajarkan pengorbanan dan persahabatan.

          Bagian menarik di novel ini adalah pertarungan antara dua orang jenius dalam mengungkap misteri maupun melindungi. Meskipun ada beberapa bagian yang membuat pusing antara penjelasan persamaan fisika maupun matematika, tapi novel ini sangat memuaskan. Persahabatan dan persaingan antara Yukawa, Ishigami dan Kusanagi juga dibangun dengan sangat baik. Seperti biasa, novel Higashino-sensei sangat lekat dengan dunia pendidikan. Cara pengungkapan kasus yang keren oleh Profesor Galileo dan yang membuat saya terkejut adalah kesempurnaan Ishigami dalam melindungi Yasuko. Ada satu hal lagi yang dijelaskan dalam novel yang membuat saya cukup tercengang, yaitu motif Ishigami menolong Yasuko. Saya bahkan sempat menangis membacanya, tenggorokan saya sampai sekarang terasa sakit karena rasa sedih yang tertahan di tenggorokan. Apa yang membuat saya sedih? Mina-san baca sendiri. Saya benar-benar bersyukur dapat membaca karya Higashino-sensei. Hampir saja saya lupa, dalam novel ini juga kalian akan mengetahui maksud dari daruma pada cover. 

        Saya merekomendasikan novel ini untuk mina-san pencinta misteri dan kriminal. Penggemar Higashino-sensei juga wajib membaca novel ini. Untuk mina-san yang ingin mulai membaca novel kriminal, saya sarankan untuk membaca novel ini. Meskipun sudah saya sebutkan tadi, jika novel ini cukup sulit dicari tapi mina-san masih bisa membacanya di gramedia digital. Pastikan untuk tidak membaca novel bajakan maupun e-book gratis karena dengan membeli yang original, kita bisa membantu penulis agar semakin semangat dalam menulis karya, membantu penerbit untuk terus menerbitkan karya-karya penulis yang kita sukai. Ah, kalian bisa mendapat novel ini dengan harga Rp 70.400,00. Sangat sebanding dengan kehebatan isi ceritanya. Sekian review amatir dari saya. Semoga review saya dapat membantu mina-san. Mata ashita ne~

"Kalau kau berniat menyerahkan diri ke polisi, aku tidak akan berkomentar apa-apa. Tapi kalau tak ingin melakukannya, mungkin aku bisa membantu." Halaman 33
Agustus 31, 2020 2 komentar

Judul Asli: 悪意 (Akui)
Judul Terjemahan: Malice
Penulis: Higashino Keigo
Alih bahasa: Faira Ammanda
Editor: Rara
Sampul: Martin Dima
Genre: Misteri
Jenis: Terjemahan Jepang
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-06-3932-1
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 304 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Agustus 2020
Harga: Rp 93.000,00
Rating: 4 of 5

    Konichiwa mina-san. Apa kabar? Review kali ini kembali saya akan membahas novel karya Higashino-sensei. Sejujurnya novel The Newcomer kemarin benar-benar membuat saya puas. Hanya saja saya semakin penasaran dengan novel Malice ini, padahal harusnya saya membaca silang. Jadi, harusnya kali ini saya mereview novel Romance, tapi tak apalah. Mari kita mulai saja reviewnya.

Blurb
Novelis laris Hidaka Kunihiko ditemukan tewas di rumahnya
pada malam sebelum meninggalkan Jepang untuk pindah ke
Kanada. Tubuhnya ditemukan di ruang kerjanya yang terkunci di 
rumahnya yang juga terkunci oleh istri dan sahabatnya.
Keduanya punya alibi kuat. Mungkin.

Detektif Kaga Kyoichiro yang menyelidiki kasus pembunuhan
tersebut menemukan bahwa Hidaka dengan sang
sahabat. Nonoguchi Osamu, tidak seperti yang diceritakan oleh
Nonoguchi. Tapi, pertanyaan yang paling mengusik Kaga
bukanlah siapa atau bagaimana, melainkan kenapa. Dari situlah
sang detektif dan sang pembunuh bertarung membeberkan 
kebenaran tentang masa lalu dan masa kini versi masing-masing.
Dan jika Kaga gagal menguak motif sang pembunuh yang 
sebenarnya, kebenaran takkan terungkap sepenuhnya.

Malice merupakan novel dari seri Detektif Kaga karya Keigo 
Higashino yang paling laris dan paling banyak dipuji.

Review
    Jujur saya tidak terlalu paham apa konsep sampul dari novel Malice ini, saya merasa sangat bodoh sebagai orang awam karena sama sekali tidak paham maksud dari pemilihan gradasi warna dan susunan fontnya. Meskipun menurut saya judul novel sangat jelas karena menggunakan huruf besar. Ada ilustrasi apa ya namanya? Seperti gambar kapur di tempat mayat tergeletak. Ah, saya sungguh tidak tahu apa namanya. Selain itu ada tulisan judul asli dengan menggunakan kapur. Menurut saya, bagian judul asli ini yang menarik. Namun, dengan menggunakan konsep seperti ini blurb jadi semakin jelas dan font yang digunakan cukup besar sehingga membuat mata saya tidak perlu bekerja terlalu keras. Sayangnya jika dibandingan dengan cover The Newcomer kemarin, dengan berat hati saya lebih suka The Newcomer.

        Alur cerita ini sebenarnya maju-mundur. Mengapa? Karena ada beberapa bagian dimana pelaku menceritakan kejadian sebelum pembunuhan dan banyak kejadian flashback yang membuat rasa penasaran saya terusik. Higashino-sensei seperti menceritakan bahwa novel ini sudah berakhir, sayangnya itu hanya tipuan karena halaman novel ini belum mencapai akhir. Jika difilmkan mungkin saya benar-benar akan menduga jika hanya berakhir dalam 3 episode berdurasi 30 menit. Terdapat banyak tokoh yang diceritakan dalam novel ini dan sekali lagi, tidak ada yang sia-sia. Hanya saja pusat karakter ini berputar pada Detektif Kaga, Nonoguchi dan Hidaka. Selain mengangkat tema misteri, kriminal, namun novel ini juga mengangkat tentang persahabatan dan bullying. Ah, hampir lupa. Higashino-sensei juga sekali lagi menyelipkan unsur pendidikan anak di dalam novel ini.

        Yang menarik dari novel Malice ini adalah karakternya. Selama membaca novel ini, saya seperti membaca novel di dalam novel. Bagaimana bisa begitu? Karena kasus ini melibatkan penulis. Lebih jelasnya silahkan membaca novelnya. Dalam Malice ini untuk pertama kalinya saya melihat Detektif Kaga dengan cara pandang yang berbeda dari The Newcomer. Betapa Detektif Kaga harus mengulangi penyelidikan berulang kali hanya untuk menemukan "kenapa". Bukan "siapa" tapi "kenapa". Justru disitulah letak uniknya. Melalui sudut pandang Detektif Kaga dan juga pelaku, kita diaduk emosinya dan digiring pada pendapat mereka masing-masing untuk tahu motif dibalik pembunuhan itu. Ini salah satu novel yang membuat saya sakit. Karena inilah, novel Malice diberi label usia 17+. Bukan karena pembunuhannya yang sadis, melainkan karena sebuah motif yang sederhana dan tidak logis dapat membuat orang lain, lebih tepatnya seorang "sahabat" kehilangan nyawa. Dari unsur cerita dan hikmah yang diambil, sejujurnya saya suka dengan 2 karya Higashino-sensei ini. Novel misteri dengan unsur pendidikan pada anak yang pernah saya baca selain karya Minato Kanae. Entah mengapa saya jadi sedikit yakin bahwa sepertinya Higashino-sensei pernah menjadi guru sebelumnya. Sungguh novel yang membuat saya termangu hingga akhir halamannya. Tapi, saya pribadi sangat suka dengan karakter ramah detektif Kaga.

        Semoga tadi saya tidak banyak memberi spoiler. Novel ini saya rekomendasikan kepada mina-san yang menyukai misteri namun juga menambah pengetahuan. Untuk mina-san yang menyukai karya Higashino-sensei. Saya juga merekomendasikan novel ini untuk mereka yang lebih menyukai alur yang lambat dan penuh deskripsi. Saya sarankan membaca novel Malice terlebih dahulu sebelum membaca The Newcomer karena novel ini lebih berat dari The Newcomer, tapi jika mina-san ingin membaca The Newcomer terlebih dahulu juga tidak masalah karena kedua novel ini tidak saling berhubungan. Novel ini dibandrol dengan harga Rp 93.000,00. Harga yang menggiurkan untuk novel setebal 304 halaman dan pengalaman membaca yang menyenangkan. Singkat kata, saya puas sekali dengan dua karya Higashino-sensei dan saya menjadi semakin ingin membaca Kesetiaan Mr. X. Terima kasih telah membaca review amatir saya mina-san. Semoga dapat sedikit membantu dan sampai jumpa di review lainnya. Mata Ashita ne~

"...Tapi saat ditanya alasan dia tidak menyukainya, sepertinya dia tidak punya alasan spesifik. Dia bilang kalau tidak suka ya tidak suka." Halaman 271
Agustus 15, 2020 4 komentar

Judul Asli: 新参者 (Shinsanmono)
Judul Terjemahan: The Newcomer
Penulis: Higashino Keigo
Alih bahasa: Faira Ammanda
Editor: Indah S. Pratidina
Sampul: Martin Dima
Genre: Misteri
Jenis: Terjemahan Jepang
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-06-2190-6
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 304 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Agustus 2020
Harga: Rp 93.000,00
Rating: 5 of 5

        Konichiwa mina-san, kali ini saya akan mereview novel Higashino-sensei. Jadi, sebelumnya saya sama sekali belum pernah membaca karya sensei. Saya hanya tahu bahwa novel pertama beliau yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia adalah Kesetiaan Mr. X. Tentu saja hingga saat ini saya masih penasaran dengan buku itu. Novel ini baru saja terbit, mungkin sekitar bulan Agustus awal kemarin. Mari kita mulai saja reviewnya mina-san.

Blurb
DetektifKaga Kyoichiro baru dipindahkan ke Nihonbashi, Tokyo. 
Ia memang pendatang baru, tapi sangat berpengalaman
menangani kasus kriminal. Ia bergabung dengan tim untuk
menyelidiki pembunuhan seorang wanita. Semakin terlibat dalam
kasus itu, semakin banyak tersangka baru bermunculan, Bahkan,
hampir semua orang yang tinggal dan bekerja di distrik
Nihonbashi memiliki motif sebagai pelaku.

Agar si pelaku tertangkap, Kaga arus mengurai seluruh rahasia
di sekitar hidup manusia yang rumit. Masa lalu korban, sejarah 
keluarganya, dan hari-hari terakhir hidupnya merupakan kunci
yang akan membawa Kaga kepada si pelaku.

The Newccomer merupakan novel dari seri Detektif Kaga 
karya Keigo Higashino

Review
        Kita mulai dari desain cover seperti biasanya. Cover novel ini sangat menggambarkan isi novel. Ketika melihat cover satu hal yang terbersit dalam pikiran saya adalah, mungkin yang diduga tersangka adalah tetangga-tetangganya karena saya melihat ilustrasi apartemen. Pada cover juga terdapat ilustrasi laki-laki. Hmm, siapakah laki-laki itu? Tentu jawabannya ada pada isi novelnya. Saya suka bagaimana penulis memilih font judul, peletakkan nama penulis. Saya tidak terlalu mengerti tentang seni, tapi saya suka sekali. Terlihat sederhana, tapi menarik. Meskipun pemilihan warna hitam terlihat tenggelam oleh background merah, namun tidak masalah. Selama itu bukan tulisan panjang yang mengharuskan saya menyatukan kedua alis saya ketika membacanya.

        Alur cerita ini merupakan alur maju, meskipun ada beberapa bagian yang menjelaskan tentang kronologi pembunuhan atau keterangan saksi yang pernah bertemu korban. Untuk seting waktunya saya paham, ada beberapa keterangan dari tiap saksi yang diambil pada hari yang sama namun beda bab. Jadi, tiap bab dalam novel ini menceritakan tentang kesaksian masing-masing orang yang bertemu atau mengenal korban, dan setelah saya membaca baru saya tahu nama korban adalah Mineko. Karakter yang ada dalam novel ini sangat beragam, namun Higashino-sensei berhasil memberikan porsi yang sama besar dan setiap karakter memiliki sifat yang kompleks, seolah mereka hidup. Bahkan pemikiran mereka ppun sangat sesuai dengan masyarakat pada umumnya. Amanat dari novel ini adalah tentang bagaimana kita mendidik anak kita. Sebagai orang tua, kita harus siap dibenci selama yang kita lakukan bertujuan untuk mendidik ke arah yang lebih baik.

        Saya sangat suka novel Higashino-sensei ini. Novel ini selain memberikan saya banyak pelajaran, di novel ini juga menjelaskan beberapa makanan tradisional Jepang, mainan tradisional dan tentang kepercayaan yang ada. Saya sangat suka tema yang diangkat, meskipun bergenre misteri, novel ini juga mengajarkan sopan santun, pentingnya keluarga, dan kasih sayang. Sejujurnya, saya sama sekali tidak bisa membenci semua tokoh yang ada di dalamnya, namun saya sangat suka dengan Detektif Kaga yang cermat. memiliki sifat yang unik dan berbeda dengan detektif lainnya. Saya ingat setiap bagian dimana detektif Kaga bersikap sopan kepada saksi, pada keluarga korban dan bagaimana ia berbaur dengan masyarakat di Nihonbashi. Ah, saya jadi semakin spoiler. Mina-san baca sendiri saja. Ada satu kalimat dari Kaga yang saya suka dan sampai berpikir, andai semua detektif seperti dia. Tidak ada satupun bab yang tidak saya suka dan andai diminta memilih, saya tidak bisa memilihnya. The Newcomer merupakan salah satu novel misteri yang menarik yang pernah saya baca. 

        Saya rekomendasikan pada mina-san yang menyukai Jepang, mina-san yang menyukai genre misteri yang penuh makna. Ah saya hampir lupa, meskipun novel ini diperuntukkan untuk 17+ namun tidak ada adegan gore. Mina-san yang mengharapkan adegan gore, saya mohon maaf. Karena untuk 17+ pada novel tersebut berkaitan dengan masalah kompleks yang membutuhkan kebijaksanaan untuk memahaminya. Mina-san bisa mendapatkan novel ini dengan harga Rp 93.000,00 di toko buku online maupun offline. Kalian tidak akan kecewa membeli novel ini dan saya yakin mina-san tidak akan bisa berhenti membacanya sebelum selesai. Saya persembahkan kalimat dari Detektif Kaga yang paling saya sukai dalam novel ini di bawah. Terima kasih banyak telah membaca review aamatir saya. Sampai jumpa di review lainnya. Mata Ashita ne~

"Tentu saja saya masih menyelidiki. Tapi, tugas seorang detektif bukan hanya itu. Siapapun yang menderita karena sebuah kasus, dia juga termasuk korban. Mencari cara untuk menyelamatkan korban seperti itu juga termasuk tugas detektif." Halaman 190
Agustus 09, 2020 No komentar
Older Posts

Hajimemashite

About Me

Asako
Seorang wibu yang suka membaca buku dan mencoba untuk menjadi blogger. Blog ini berisi tentang buku yang telah saya baca. Kore kara mo yoroshiku onegaishimasu~

Contact me: asakononiwa@gmail.com

Follow Us

Japanese Author

Akiyoshi Rikako Arikawa Hiro Asai Ryo Ayatsuji Yukito Chinen Mikito Dazai Osamu Edogawa Ranpo Fumio Sasaki Higashigawa Tokuya Higashino Keigo Ibuki Yuki Imamura Masahiro Kaiji Motojiro Kawaguchi Toshikazu Kawamura Genki Koshigaya Osamu Matsuda Aoko Minato Kanae Miyashita Natsu Murata Sayaka Nakamura Kou Natsume Soseki Ogawa Mimei Sakae Tsuboi Sasaki Tsukasa Shimada Soji Shinkai Makoto Shoji Yukiya Sosuke Natsukawa Sumino Yoru Tetsuko Kuroyanagi Tsujimura Mizuki Yonezawa Honobu Yoshimoto Banana

Mandarin Author

Ba Yue Chang An Giddens Ko Gu Man Ikumisa Kim Young ha Macchiato Neal Wu Star Cheng Tong Hua Xi Zhi Yang Yang

Korean Author

Jeong You Jeong Kim Young ha Lee Kkoch-Nim Mijin Jung You Sun Dong

Fiction

Comedy Dark Fairytales Drama Fantasy Gore Horror Iya-misu Koten-bu Series Mystery Photography Psychology Romance Semi-Autobiografi Slice of Life Sport Thriller

Non Fiction

Education Self Improvement Semi-Autobiografi Social Sciences

recent posts

Popular Posts

  • (Review) The Tokyo Zodiac Murders
    Judul Asli: 占星術殺人事件 ( Senseijutsu Satsujinjiken) Judul Terjemahan: The Tokyo Zodiac Murders (Pembunuhan Zodiak Tokyo) Penulis: Shimada Soji ...
  • (Review) Kitchen
      Judul Asli: キッチン(Kitchen) J udul Terjemahan: Kitchen Penulis: Yoshimoto Banana Penerjemah: Ribeka Ota Pemeriksa Bahasa: Andry ...
  • (Review) I Saw The Same Dream Again
    Judul Terjemahan: Mata, Onaji Yume wo Miteita Judul: I Saw The Same Dream Again Pengarang: Sumino Yoru Genre: Slice of Life Jenis: J...

Blog Archive

  • ▼  2023 (10)
    • ▼  Desember (3)
      • (Review) Imprisonment
      • (Review) Motherhood
      • (Review) The Cat Who Saved The Book
    • ►  November (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2020 (29)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (22)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (6)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (6)
  • ►  2018 (16)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2017 (2)
    • ►  September (2)
Diberdayakan oleh Blogger.

Created with by ThemeXpose