twitter instagram
  • Home
  • Japanese
  • Mandarin
  • Korea
  • Dark Fairytales
  • Nonfiksi

Asako no Niwa

Irrashaimase mina-san. Douzou yonde kudasai

 


Judul Asli: 母性  (Bosei)
Judul Terjemahan: Motherhood
Penulis: Minato Kanae
Penerjemah: Andry Setiawan
Penyunting: Gita Romadhona
Penyelaras Aksara: Francisca Ratna
Desainer Sampul: Fachrul Bintoro
Penata Sampul dan Isi: Propanardilla
Genre: Mytery
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 9786235467122
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 348 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: September 2023
Harga: Rp 137.000,00
Rating: 4 of 5

    Konichiwa mina-san, apa kabar? Semoga baik ya? Kali ini menjelang liburan saya akan mereview novel Thriller karya penulis Thriller terkenal selain Akiyoshi Rikako-sensei. Novel Motherhood ini merupakan novel karya Minato Kanae-sensei yang merupakan penulis Confession dan Penance dan sudah pernah saya review di blog ini. Mari kita mulai reviewnya saja mina-san.

Blurb
Seorang putri akan selalu
mendambakan kasih ibunya.

Review
        Jujur saja, novel Motherhood karya Minato Kanae yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Penerbit Haru ini memiliki cover yang paling unik diantara yang lain. Mengapa? Biasanya novel terjemahan Penerbit Haru memiliki cover yang ilustrasinya nampak seperti boneka dengan nuansa gothic. Namun, novel ini memiliki ilustrasi yang saya rasa memiliki nuansa Indonesia dan akrab dengan saya. Cover novel ini mengilustrasikan seorang ibu dan seorang anak dengan wajah yang mirip. Terdapat ilustrasi burung dan awan. Didominasi warna biru dan hitam dan warna font putih sehingga tidak menganggu dan judul dapat terbaca dengan baik. Saya paling suka pada bagian pergantian bab terdapat ilustrasi burung dan awan yang membantu kita tahu ada berapa bab dalam novel karena terdapat pembatas hitam yang dapat kita lihat dari bagian atas lembar kertas.

        Motherhood memiliki sudut pandang yang berubah-ubah dan dengan timeline yang berpindah-pindah. Pada awal kita akan dibuat bingung, namun perlahan-lahan akan terbiasa. Dengan sudut pandang dan timeline yang kembali ke masa sekarang pada bagian terakhir membantu kita untuk membandingkan pemikiran tokoh dan tentunya membantu kita untuk memahami perasaan tokoh menurut sudut pandang mereka. Latar novel ini lebih banyak di lingkungan rumah, tempat dimana tokoh ibu dan keluarga Tadakoro berada. Tokoh dalam cerita ini berkembang secara tidak terduga dan saya suka bagaimana Minato Kanae-sensei pelan-pelan membuat pembaca terhanyut di dalamnya. Tokoh favorit saya adalah anak dari keluarga Tadakoro. Amanat novel ini adalah sewajarnya bahwa ibu mencintai anaknya dengan cara yang menurut mereka benar.

        Yang menarik dan unik dari novel ini adalah terdapat puisi yang merupakan favorit dari ibu nyonya Tadakoro dan suami-istri Tadakoro. Saya suka bagaimana Minato Kanae-sensei menggambarkan hitam dan putih pada setiap tokoh. Saya juga suka bagaimana Minato Kanae-sensei membangunkan inner child saya, melalui anak dari keluarga Tadakoro dimana apa yang diharapan dari tokoh anak adalah sesuatu yang menurut saya wajar. Minato Kanae-sensei juga menggambarkan bahwa keluarga Tadakoro, bahagia yang seperti apa yang diharapkan oleh mereka. Saya juga suka bagaimana Minato Kanae-sensei menyelipkan plot twist dan membuka misteri dibalik kejadian yang menjadi kejatuhan keluarga tokoh dalam cerita. Akhir cerita ini merupakan akhir yang cukup membuat saya puas. Novel Motherhood ini, novel ini berhasil menampar saya sepanjang saya membaca. Segala macam pertanyaan seperti apakah sudah benar didikan dari tokoh ini? Akan jadi ibu seperti apa saya nanti? Perlahan-lahan menggiring saya untuk lebih overthinking. 

        Novel Motherhood karya Minato Kanae-sensei ini saya rekomendasikan untuk teman-teman yang suka karya Minato Kanae-sensei. Untuk teman-teman yang menyukai novel misteri dan drama, novel ini sesuai untuk kalian. Novel dengan seharga Rp 137.000,00 sangat sesuai dengan pengalaman membaca yang mina-san dapatkan. Seperti yang teman-teman tahu novel karya Minato Kanae yang berjudul Confession, Girls, Ferrish Whell at Night dan Penance tidak pernah mengecewakan. Sekian review dari saya, mina-san. Jika Mina-san penasaran, silahkan mina-san beli. Untuk novel Motherhood sudah ada di marketplace toko buku online dan toko buku offline favorit mina-san. Mata Ashita ne~

"Saya tidak percaya makhluk-makhluk yang tak kasat mata seperti itu. Lebih sederhana, ibu dan anak perempuan." Halaman 282
Desember 10, 2023 No komentar

 


Judul Asli: 夜行観覧車 (Yakokanransha)
Judul Terjemahan: Ferris Wheel At Night
Penulis: Minato Kanae
Penerjemah: Andry Setiawan
Penyunting: Prisca Primasari
Penyelaras Aksara: Lovita Cendana
Desainer Sampul: @bintorboy
Penata Sampul: @mnefend
Genre: Mystery, Thriller
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 9786237351801
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 428 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: September 2021
Harga: Rp 115.000,00
Rating: 4 of 5

        Konichiwa mina-san apa kabar? Mina-san, kali ini saya akan mereview novel karya Minato Kanae-sensei. Ada mina-san yang bisa menebak novel Minato-sensei mana yang belum saya review? Ya, kita akan mereview novel Ferris Wheel At Night. Salah satu novel yang saya lewatkan selama 2 tahun terakhir. Mari kita mulai reviewnya mina-san.

Blurb
Seorang kepala keluarga di sebuah perumahan elite
mati terbunuh.
Sang istri menyerahkan diri ke polisi.

Dengan ayah sebagai korban dan ibu sebagai tersangka,
bagaimana mendefinisikan anak-anak mereka;
anak korban pembunuhan atau anak pembunuh?

Apa peran para tetangga setelah kasus terjadi?

Lalu, yang terpenting, mengapa ada insiden seperti ini?

Blurb

        Desain cover dari novel Ferris Wheel At Night memiliki latar berwarna hitam dengan ilustrasi siluet wanita berlatar senja dan beberapa clue dalam cerita. Font judul, nama penulis dan judul asli dibentuk vertikal yang menurut saya unik dan memberikan kesan baru, berbeda dengan desain cover novel Minato Kanae yang lain sehingga memberikan aura yang berbeda. Font yang dipilih juga mudah dibaca dan tentu saja karena latarnya hitam, siluet perempuan pada bagian cover menjadi highlight novel ini.

        Alur Ferris Wheel At Night memiliki alur maju dengan sudut pandang yang berubah-ubah berdasarkan sudut pandang tetangga Takahashi dan masalah pada masing-masing keluarga tersebut. Tokoh pada novel Ferris Wheel At Night adalah tokoh-tokoh paling menyebalkan. Mengapa? Nanti akan saya beri tahu. Tema yang diangkat Minato-sensei sekali lagi adalah keluarga dan psikologi orang dewasa maupun anak-anak. Amanatnya lebih kepada setiap anak bisa menjadi apa yang mereka inginkan terlepas dari apa keinginan orang tua dan agar orang tua terlepas dari gengsi hingga membanding-bandingkan anak. Yah, tema yang khas Minato-sensei.

        Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya bahwa tokoh novel Ferris Wheel At Night adalah kumpulan tokoh paling menyebalkan yang pernah saya baca dan tentu membuat saya bersungut-sungut setiap lembar halamannya. Saya tidak akan menyebutkan siapa tokoh yang paling saya sukai kali ini, tapi tokoh yang paling saya benci adalah Endou Ayaka. Tokoh-tokoh dalam Ferris Wheel At Night sangat realistis dan merupakan kumpulan dari sikap negatif manusia. Saya sangat suka ending novel ini karena setiap tokoh digambarkan mengalami perubahan. Sekali lagi Minato-sensei memberikan ending yang mengharukan dan menunjukkan pentingnya keluarga. Saya seolah dibawa naik rollercoaster dan hingga halaman terakhir, saya masih berdebar karena emosi meskipun ending tersebut sangat baik menurut saya. Lalu mengapa judulnya Ferris Wheel At Night? Mina-san akan tahu alasannya ketika membaca novel ini.

        Novel Ferris Wheel At Night saya rekomendasikan untuk mina-san yang menyukai novel thriller Jepang. Mina-san yang menyukai novel yang berkaitan dengan  keluarga, tentang dunia anak dan parenting namun dibungkus cerita thriller dan misteri yang seru. Perlu saya ingatkan juga mina-san bahwa novel ini memiliki rate 17+. Untuk novel seharga Rp 115.000,00  saya rasa sangat murah dibanding dengan pengalaman seru ketika membaca novel ini. Banyak nilai-nilai yang bisa kita petik dari novel ini, sehingga harga Rp 115.000,00 tidaklah seberapa bagi saya. Saya jamin, tidak akan ada penyesalan setelah membaca novel ini. Sekian review dari saya, semoga bisa membantu mina-san. Sampai jumpa di review lainnya. Mata Ashita ne~

"Penyakit tanah miring." Halaman 404
Juni 01, 2023 No komentar

 

Judul Asli: 女子(Girls)
Judul Terjemahan: Girls
Penulis: Minato Kanae
Penerjemah: Andry Setiawan
Penyunting: Gita Romadhona
                                       Penyelaras Aksara: Francisca Ratna                                       
Desainer Sampul: @bilalsuryasum
Penata Sampul: rudi
Genre: Drama, Thriller, Mystery
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-623-5467-03-0
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 344 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: November 2022
Harga: Rp 125.000,00
Rating: 4 of 5

       Ohayou mina-san, Asako here. Sudah lama tidak bertemu, tidak terasa sudah 2 tahun dan kabar gembiranya saya masih hidup. Saya akan posting jika saya luang ya mina-san, semoga mina-san bisa memaklumi karena kondisi saya yang tentunya berbeda dengan jaman ketika saya kuliah dahulu. Oke mina-san saya akan memulai review novel yang hmmm, mind blowing tentunya dengan konsep yang tidak biasa. Masih genre favorit saya, misteri.
Blurb
Yuki menganggap pengakuan itu sekadar episode untuk
menyombongkan diri, membuat Yuki ingin menyaksikan
yang lebih hebat lagi dari pengalaman si anak pindahan.
Ia tak hanya ingin melihat mayat, ia ingin menyaksikan
proses manusia menyambut ajal.

Di lain pihak, Atsuko yang merasa dirinya lemah,
mengira akan bisa memperkuat hatinya jika mampu
menyaksikan orang yang sekarat, dan mungkin bisa
memperbaiki persahabatannya dengan Yuki.

Tanpa saling tahu, Yuki dan Atsuko menjalankan
rencana mereka masing-masing demi melihat kematian
yang sempurna. Mereka berlomba-lomba mendahului
maut, tetapi tak mengira bahwa keputusan-keputusan
kecil mereka akan memicu reaksi berantai yang perlahan
menjadi tak terkendali....       
Review
       Okay mina-san seperti sebelumnya ya, saya akan mereview dari segi covernya. Menurut saya pribadi cover novel Girls karya Minato Kanae dengan latar biru mengingatkan saya pada The Dead Return. Tampak ada dua karater gadis SMA yang berambut panjang dan pendek. Karakter kedua gadis yang digambarkan pada cover memberikan kesan misterius dan lebih keseram. Tapi style gambar tersebut mengingatkan saya pada karya Ghibli, entah mengapa. Dari font serta warna font yang digunakan menggambarkan isi buku, genre misteri. Sangat menarik dan tidak membuat kita sebagai pembaca tertipu. Keseluruhan desain cover novel Girl sederhana, namun mengena dan memancarkan aura misteri yang kuat dibandingkan dengan terjemahan sebelumnya yaitu Penance.

       Novel ini memiliki alur maju. Sudut pandang yang digunakan adalah orang pertama. Yang menarik adalah kedua tokoh utama dalam novel ini masing-masing mendapat porsi untuk mendeskripsikan sudut pandang terhadap tokoh-tokoh lain. Oh iya mina-san, tokoh utama dalam cerita ini ada 2 yaitu Yuki dan Atsuko, keduanya adalah teman. Di chapter awal kita digiring dengan opini antara kedua sahabat ini. Tapi, apakah keduanya benar-benar sahabat baik? Yang perlu diacungi jempol adalah perkembangan tiap karakter di novel ini dan masing-masing tokoh memiliki porsi yang pas dan sangat bermanfaat. Tidak ada tokoh yang sia-sia disini. Sepanjang cerita kalian akan dibuat bertanya-tanya tentang apa yang akan mereka lakukan untuk melihat kematian? Apakah benar mereka bersahabat? Dan apakah mereka berhasil? Novel ini juga mengangkat isu sosial di dunia pendidikan, keahlian Minato Kanae-sensei. Amanat novel ini berulang kali ditekankan oleh Yuki, yaitu sistem tabur tuai atau yang kita kenal sebagai hukum karma.

       Bagian yang saya suka adalah bagian pembuka yang diawali oleh tokoh yang akan bunuh diri. Pembukaan yang memancing saya untuk mencari tahu apa yang terjadi. Selain itu tokoh dalam novel Girls yang manusiawi dan tema hukum karma yang menarik. Saya sangat suka bagaimana Minato-sensei menyelipkan plot twist yang bertubi di akhir. Saya hanya dapat menebak satu plot twist, saya tidak pernah sangka jika ada lebih dari satu plot twist. Saya juga sangat suka bagaimana saya dibuat berteriak "tidak" ketika salah satu tokoh dalam cerita mengalami sesuatu. Namun, sepertinya dalam novel ini Minato-sensei juga seolah menunjukkan ada campur tangan Tuhan disitu. Saya sangat menikmati waktu saya membaca novel Girls.

      Saya merekomendasikan novel ini untuk mina-san yang menyukai Jepang, untuk teman-teman yang menyukai novel yang dekat dengan lingkungan pendidikan dan isu sosial. Mina-san yang menyukai plot twist dan menyukai rasa ngeri seperti yang ditinggalkan Silence karya Akiyoshi Rikako-sensei. Novel ini bisa kalian dapatkan secara online maupun offline seharga Rp. 125.000,00. Untuk kategori pembaca, saya rasa cocok untuk pembaca 17+. Sekian review dari saya, semoga membantu mina-san. Mata Ashita ne~

"Hukum karma? Artinya, kalau kita berbuat jahat, kejahatan itu akan kembali kepada kita?" Halaman 111
April 24, 2023 No komentar

Judul Asli: 贖罪 (Shokuzai)
Judul Terjemahan: Penance
Penulis: Minato Kanae
Penerjemah: Andry Setiawan
Penyunting: Prisca Primasari
Penyelaras Aksara: Francisca Ratna
Desainer Sampul: Eky Priyagung
Penata Sampul: Proparnadilla
Genre: Mystery, Thriller
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-623-7351-37-5
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 356 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Juni 2020
Harga: Rp 99.500,00
Rating: 5 of 5

       Ohayo mina-san, saya sangat senang hari ini karena saya akan mereview kembali sebuah novel mystery, thriller dengan sub genre iya-misu. Penulis novel ini merupakan ratu sub genre iya-misu, siapa lagi kalau bukan Minato Kanae-sensei. Novel yang paling saya tunggu selain novel karya Yonezawa-sensei di tengah pandemi ini. Novel ini mendapat banyak penghargaan Mystery Writers of Japan Awards Nominee pada tahun 2010 dan Edgar Allan Poe Awards Finalist pada tahun 2018. Mari kita mulai reviewnya mina-san.

Blurb
"Meski Tuhan mengampuni kalian, aku tidak"

Lima belas tahun lalu, seorang gadis kecil 
bernama Emily dibunuh di sebuah desa yang tenang. 
Empat anak perempuan yang waktu itu sedang 
bermain bersama Emily tidak bisa memberikan kesaksian 
yang berarti padahal mereka berjumpa dengan 
laki-laki pembunuhnya. Akibatnya, 
penyelidikan pun mandek.

Ibu almarhumah Emily tidak terima, 
memanggil keempat anak tersebu, kemudian 
mengancam mereka, "Temukan pelakunya sebelum 
kasusnya kadaluarsa, atau ganti rugi 
dengan cara yang bisa kuterima. Jika tidak, 
aku akan membalas dendam pada kalian."

Ketika keempat anak yang menanggung 
beban besar di pundak mereka itu tumbuh dewasa, 
tragedi demi tragedi pun terjadi secara beruntun....

Review
       Desain sampul ini dikerjakan oleh Kak Eky Priyagung, sosok kak Eky Priyagung sering dibahas jika kalian mengikuti Intagram dari Penerbit Haru. Terlepas dari sosok kak Eky Priyagung, saya suka dengan pemilihan warna yang digunakan, terasa unik. Ini adalah novel dengan desain sampul ter unik yang saya miliki. Saya suka banyak hint bertebaran pada bagian covernya sehingga memberikan petunjuk tentang isi buku. Ini kelebihan yang sangat membantu pembaca awam yang sedikit ragu untuk membeli novel dan menghadirkan kesan misterius yang membuat kita menerka apa hubungan item pada cover dengan isi cerita. 

       Alur cerita ini lebih ke maju mungkin, karena beberapa tokoh menceritakan tentang runtutan kejadian dari masih kecil hingga dewasa. Ada juga yang mendapat alur maju-mundur. Perbedaan alur ini terjadi karena setiap bab memiliki sudut pandang dari masing-masing tokoh yang berbeda. Kurang lebih mirip Girls in The Dark, ini sangat membantu kita ketika mendalami dan menyelami karakter yang ada dalam cerita. Setiap cerita yang disajikan berakar pada satu permasalahan yaitu kematian Emily. Namun setiap tokoh mendapat dampak yang berbeda, inilah yang digali oleh Minato-sensei dan saya dapat mengatakan bahwa kisah masing-masing tokoh digali dengan baik. Amanat yang sampai pada saya adalah apa yang kamu tanam, itu yang kamu tuai. Cerita masing-masing karakter memiliki porsi yang sama besar dan saya rasa karakter dalam Penance sangat hidup, saya dapat lebih masuk ke dalam ceritanya dan lebih menikmatinya dari pada Confessions. Saya dapat merasakan nuansa ngeri sedap yang berbeda dengan Confessions.

       Minato-sensei memang selalu berhasil menyampaikan sisi buruk manusia dengan cara yang menyenangkan, hal ini juga tidak lepas dari terjemahan yang bagus sehingga membuat saya paham dan masuk ke dalam cerita. Novel ini menyajikan cerita yang traumatis untuk kalian yang tidak kuat mental, bukan tentang adegan berdarah tapi terdapat beberapa konten dewasa yang perlu kebijaksanaan ketika membacanya. Novel ini merupakan novel yang sangat menarik karena konsep yang diambil selain balas dendam, novel ini juga mengangkat tentang anak-anak. Beberapa bagian novel ini juga menceritakan tentang permainan tradisional, kehidupan di masyarakat desa dan beberapa hal yang mengandung unsur psikologis yang menarik untuk dibaca.

       Konsep yang khas dengan Minato Kanae-sensei. Sebagai buku dengan arti penebusan dosa, saya rasa membaca novel ini seperti membaca cara-cara menebus dosa yang dilakukan oleh masing-masing tokoh dalam cerita sebelum kita disuguhkan hidangan utama. Membaca Penance membuat saya merasa seperti ditarik oleh aliran air, saya benar-benar menikmati tiap rangkaian kejadian seolah itu terjadi di depan mata saya. Bagaimana Minato-sensei mendeskripsikan tiap perasaan dan tindakan tokoh lain dengan sangat baik. Novel ini membuat saya semakin terpesona ketika membaca tiap babnya hingga pada akhir saya seolah dapat bernafas lega. Plot twist pada novel ini? Tentu saja ada, tapi perlahan akan dibeberkan dengan baik. Bab yang paling saya suka disini adalah Kakak Beradik Beruang. Jadi, bagian mana yang kalian sukai?

       Novel ini merupakan novel kedua dari Minato-sensei yang diterjemahkan oleh Penerbit Haru. Untuk kalian yang ingin perasaannya diaduk, untuk kalian pecinta mystery, thriller dan iya-misu kalian pasti cocok dengan novel ini. Perlu diketahui bahwa novel ini memiliki rating 17+ karena memiliki konten dewasa yang tidak cocok untuk dibaca anak kecil jadi bijaksanalah dalam membaca mina-san. Novel ini dibandrol dengan harga Rp 99.500,00 karena novel ini cukup tebal dan ceritanya benar-benar bermutu. Saya menghabiskan novel ini sekali duduk dan saya berani jamin jika kalian tidak akan menyesal membelinya. Sekian review singkat dari saya. Mata ashita ne~

Seandainya kalian jadi berdosa gara-gara saya, bagaimana saya bisa mengganti rugi? Halaman 271

Mei 24, 2020 4 komentar

Judul Asli: 告白(Kokuhaku)
Judul Terjemahan: Confessions
Penulis: Minato Kanae
Genre: Mystery
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-602-53858-8-9
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 304 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Agustus 2019
Harga: Rp 87.000,00
Rating: 5 of 5
Agustus 09, 2019 9 komentar
Older Posts

Hajimemashite

About Me

Asako
Seorang wibu yang suka membaca buku dan mencoba untuk menjadi blogger. Blog ini berisi tentang buku yang telah saya baca. Kore kara mo yoroshiku onegaishimasu~

Contact me: asakononiwa@gmail.com

Follow Us

Japanese Author

Akiyoshi Rikako Arikawa Hiro Asai Ryo Ayatsuji Yukito Chinen Mikito Dazai Osamu Edogawa Ranpo Fumio Sasaki Higashigawa Tokuya Higashino Keigo Ibuki Yuki Imamura Masahiro Kaiji Motojiro Kawaguchi Toshikazu Kawamura Genki Koshigaya Osamu Matsuda Aoko Minato Kanae Miyashita Natsu Murata Sayaka Nakamura Kou Natsume Soseki Ogawa Mimei Sakae Tsuboi Sasaki Tsukasa Shimada Soji Shinkai Makoto Shoji Yukiya Sosuke Natsukawa Sumino Yoru Tetsuko Kuroyanagi Tsujimura Mizuki Yonezawa Honobu Yoshimoto Banana

Mandarin Author

Ba Yue Chang An Giddens Ko Gu Man Ikumisa Kim Young ha Macchiato Neal Wu Star Cheng Tong Hua Xi Zhi Yang Yang

Korean Author

Jeong You Jeong Kim Young ha Lee Kkoch-Nim Mijin Jung You Sun Dong

Fiction

Comedy Dark Fairytales Drama Fantasy Gore Horror Iya-misu Koten-bu Series Mystery Photography Psychology Romance Semi-Autobiografi Slice of Life Sport Thriller

Non Fiction

Education Self Improvement Semi-Autobiografi Social Sciences

recent posts

Popular Posts

  • (Review) The Tokyo Zodiac Murders
    Judul Asli: 占星術殺人事件 ( Senseijutsu Satsujinjiken) Judul Terjemahan: The Tokyo Zodiac Murders (Pembunuhan Zodiak Tokyo) Penulis: Shimada Soji ...
  • (Review) Kitchen
      Judul Asli: キッチン(Kitchen) J udul Terjemahan: Kitchen Penulis: Yoshimoto Banana Penerjemah: Ribeka Ota Pemeriksa Bahasa: Andry ...
  • (Review) I Saw The Same Dream Again
    Judul Terjemahan: Mata, Onaji Yume wo Miteita Judul: I Saw The Same Dream Again Pengarang: Sumino Yoru Genre: Slice of Life Jenis: J...

Blog Archive

  • ▼  2023 (10)
    • ▼  Desember (3)
      • (Review) Imprisonment
      • (Review) Motherhood
      • (Review) The Cat Who Saved The Book
    • ►  November (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2020 (29)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (22)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (6)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (6)
  • ►  2018 (16)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2017 (2)
    • ►  September (2)
Diberdayakan oleh Blogger.

Created with by ThemeXpose