twitter instagram
  • Home
  • Japanese
  • Mandarin
  • Korea
  • Dark Fairytales
  • Nonfiksi

Asako no Niwa

Irrashaimase mina-san. Douzou yonde kudasai

 


Judul Asli: 죽이고 싶은 아이 (jug-igo sip-eun ai)
Judul Terjemahan: Anak yang Memendam Amarah
Penulis: Lee Kkoch-Nim
Alih Bahasa: lingliana
Editor: Juliana Tan
Ilustrasi Sampul: Martin Dima
Genre: Drama, Mystery
Jenis: Korea Literature
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020672311
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 194 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: 2023
Harga: Rp 69.000,00
Rating: 4 of 5

       Konichiwa mina-san, saya akan kembali mereview novel misteri korea karya Lee Kkoch-Nim, tentu saja novel ini merupakan novel Korea. Sebenarnya banyak whistlist yang belum saya sempat baca mina-san. Tapi, mari kita review satu persatu secara perlahan. Mari kita mulai mina-san.

Blurb:
"Fakta tidak penting. Yang penting orang-orang percaya."
Ini adalah kisah tentang kebenaran semu dan keyakinan palsu.

Ji Ju-yeon dan Park Seo-eun bersahabat. Suatu hari, setelah 
bertengkar hebat, Seo-eun ditemukan tewas di belakang
sekolah dan Ju-yeon dituduh sebagai pembunuhnya. Namun,
entah kenapa, Ju-yeon sama sekali tidak ingat apa yang terjadi
hari itu. Apakah Ju-yeon benar-benar membunuh Seo-eun?

Orang-orang memberikan pernyataan dan kesaksian yang
bertolak belakang, yang membuat gambaran tentang Ju-yeon,
Seo-eun, dan hubungan mereka berdua ikut berubah-ubah.
Siapa yang berbicara jujur? Siapa yang berbohong?

Satu hal sudah pasti. Orang-orang hanya ingin
mendengar apa yang ingin mereka dengar dengan meyakini
apa yang ingin mereka yakini.

Review:
        Kita mulai dari covernya mina-san. Cover novel ini di dominasi oleh warna merah muda, biru serta bunga-bunga putih yang manis. Terdapat ilustrasi dua anak perempuan pada novel yang menggambarkan Ji Ju-Yeon dan Seo-eun. Pemilihan font yang mudah dibaca dengan warna dasar yang tampak cocok dengan background putih sebagai latar belakang judul. 

        Novel Anak yang Memendam Amarah memiliki latar sekolah. Alur novel maju mundur dengan sudut pandang orang ketiga. Banyak flashback yang menggambarkan kepingan-kepingan memori Ju-yeon yang hilang. Tiap karakter diceritakan dengan hati-hati. Kita bisa merasakan emosi dari Ju-yeon serta pandangan-pandangan orang lain tentang Ju-yeon serta Seo-eun. Kita juga bisa merasakan perkembangan Ju-yeon dan tekanan-tekanan yang dialaminya selama diinterograsi. Kita juga disuguhkan bagaimana tokoh Ju-yeon dididik hingga membentuk dirinya sekarang. Sedangkan Seo-eun digambarkan secara berubah-ubah karena diceritakan melalui sudut pandang orang lain. Amanat dari cerita ini seperti yang sudah disampaikan di blurb yaitu manusia hanya mendengar dan meyakini apa yang ingin mereka yakini.

        Jangan menilai buku dari sampulnya. Saya rasa pepatah itu cocok untuk novel ini. Novel dengan cover manis ini sebenarnya memiliki cerita yang cukup gelap dan berat, sangat kontras dengan covernya. Kita digiring melalui opini dari saksi, guru dan teman-teman Ju-yeon serta Seo-eun untuk menggambarkan seperti apa mereka di masa lalu sebelum pembunuhan terjadi. Penulis secara berhati-hati menggambarkan emosi masing-masing karakter sampai tanpa sadar membuat kita hanyut dan masuk ke dalam cerita. Novel ini cukup menyentil aparat penegak hukum, hakim, pengacara serta wartawan. Dari sudut pandang orang ketiga serba tahu, kita digiring untuk membenci Ju-yeon, namun juga merasa iba di saat yang sama seperti bermain rollercoaster. Namun yang paling mengejutkan adalah plot twist di dalamnya yang cukup membuat saya bergidik dan mual. Akhir dari novel ini tanpa sadar membuat saya berpikir, ya memang begitulah manusia. 

        Secara keseluruhan novel ini sangat luar biasa, mulai dari cover yang menipu. Cerita yang berat dan menyentil meskipun latarnya adalah sekolah. Novel ini mampu menyinggung berbagai pihak disaat bersamaan. Sentilan-sentilan itu pada akhirnya menunjukkan bahwa kita tidak jauh berbeda dari mereka. Novel ini sangat saya rekomendasikan untuk kalian yang menyukai cerita misteri yang mindblowing dengan sentilan dan sindiran. Untuk novel seharga Rp 69.000,00 saya rasa novel ini sangat murah, tidak sebanding dengan pengalaman membaca yang kita dapatkan.

"...Sepertinya aku yang membunuhnya." Halaman 123
November 28, 2023 No komentar


Judul Asli: 7 년의 밤 (7 nyeon-ui bam)
Judul Terjemahan: 7 Tahun Kegelapan
Penulis: Jeong You-Jeong
Alih Bahasa: Iingliana
Desain Cover: Martin Dima
Genre: Thriller
Jenis: Korean Literature
Penerbit: Penerbit Gramedia Psutaka Utama
ISBN: 9786020646602
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 560 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: November 2020
Harga: Rp 139.000,00
Rating: 4 of 5

    Hisashiburi mina-san, lama tidak berjumpa. Lama menimbun buku karena slump akhrnya saya berhasil menyelesaikan satu buku tebal dengan genre thriller, crime. Kali ini bukan judul Jepang, namun Korea. Tentunya ada alasan besar mengapa saya membeli buku ini, karena saya yakin buku ini sangat bagus. Yang membuat saya lebih yakin karena penulis buku ini adalah Jeong You Jeong. Mari kita mulai reviewnya.

Blurb:
Seorang anak perempuan ditemukan tewas di Danau Seryeong,
waduk yang terkenal angker di sebuah desa terpencil di Korea.
Ayah korban dan dua petugas keamanan waduk masing-masing
menyimpan rahasia tentang malam kematian anak itu. Sementara
polisi mulai melakukan pengusutan, ketiga pria tersebut juga
berusaha menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi tanpa
membongkar rahasia gelap mereka sendiri.

Setelah bentrokan terjadi di waduk yang mengakibatkan tragedi
massal, salah satu petugas keamanan tersebut ditahan atas
tuduhan pembunuhan.

Selama tahun-tahun berikutnya, Choi Seo-won hidup di balik
bayang-bayang kejahatan ayahnya yang mengejutkan. Ke mana
pun ia pergi, seseorang selaly mencoba menguak identitasnya
sebagai anak seorang pembunuh. Ketika suatu hari ia menerima
paket yang konon akan mengungkap apa yang sebenarnya terjadi
di Danau Seryeong, Seo-won menyadari bahwa permainan 
mengerikan yang dimulai tujuh tahun lalu...belum berakhir.

Review:
       Cover Seven Years of Darkness ini di dominasi warna hijau dan hitam. Tampak pemandangan seperti rawa dari pada danau, menurut saya pribadi. Namun, kesan mistis sangat terpancar pada novel ini. Terdapat lampu sorot mobil pada novel ini yang semakin memberikan rasa penasaran. Suasana hujan membuat novel ini semakin terlihat mengerikan serta ilustrasi dataran tinggi seperti bukit dan danau melengkapi cover dengan suasana misteri yang mencekam, mengingatkan saya pada novel sebelumnya yaitu Good Son.

        Novel ini memiliki alur maju namun terasa lambat membuat novel Seven Years of Darkness memiliki jumlah halaman yang lebih banyak dari pada Good Son. Sama halnya dengan Good Son yang didominasi deskripsi, Seven Years of Darkness pun demikian hal ini dikarenakan penulis menjelaskan latar belakang keluarga masing-masing dan kronologis kejadian yang nantinya membantu kita untuk menilai dan terjun ke dalam karakter yang ada di dalm novel. Latar yang berada di dalam cerita terasa hidup, Jeong You Jeong berhasil mendeskripsikan latar dengan baik sehingga berhasil membuat saya merasakan betapa gelap, dingin dan mengerikannya desa Seryeong. Tak hanya desa Seryeong, karena cerita ini juga berpusat di desa Mercusuar. Beruntungnya pada bagian belakang novel terdapat gambaran desa Seryeong dan desa Mercusuar. Perkembangan karakter yang ada di dalam cerita ini membuat saya bergidik ngeri, bagaimana tidak. Saya seperti membaca Absolute Justice versi Korea. Tokoh utama dalam cerita ini yaitu Choi Seo-won terasa sangat dinamis begitu pula dengan tokoh lainnya dikembangkan dengan baik. Amanat yang diberikan sangat jelas, awalnya saya menolak namun hingga akhir, saya menerima pemikiran penulis yang realistis bahwa di dunia ini tidak ada yang 100% benar dan 100% salah, melainkan keabu-abuan, penulis bahkan menyebut novel ini "Daerah Abu-abu". 

      Bagian yang menarik pada novel ini adalah bagiamana penulis berhasil mengemas "daerah abu-abu" dan menampar kita dengan realita. Bahkan penulis berhasil membuat saya mempertanyakan sanksi sosial. Novel ini memang memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikannya, namun hal ini setimpal dengan perkembangan karakter yang diberikan. Penulis berhasil mengemas kasih sayang keluarga, kriminal, psikopat, balas dendam dan sebuah pengampunan dengan baik. Banyak pesan yang sebenarnya bisa kita dapatkan dari masing-masing tokoh yang ada dalam Seven Years of Darkness dan bisa dijadikan sebagai bahan introspeksi. Jeong You Jeong juga melakukan riset tentang diving. Saya seperti terseret ke dalam arus yang ada di desa Seryeong, terasa gelap dan mengerikan di awal namun semkin menuju ke akhir, semakin saya mengetahui arti kasih sayang orang tua. Sungguh, saya merasa takjub dengan kemampuan beliau mengemas novel ini. Ending novel ini pun berhasil membuat saya lega.

            Novel ini saya rekomendasikan untuk para fans Jeong You Jeong, untuk mina-san yang merindukan Good Son, namun mengharapkan kesan yang berbeda. Para penikmat cerita misteri kriminal dan mina-san yang menyukai cerita beralur lambat namun dalam, novel ini adalah jawabannya. Meskipun dibandrol dengan harga yang tidak terlalu murah, yakni Rp 139.000,00 namun novel ini berhasil menyeret perasaan dan berhasil membuat mina-san mempertanyakan banyak hal. Dengan halaman setebal 560 halaman, saya rasa sebanding dengan harga novel ini apalagi berasal dari penulis sekelas Jeong You Jeong. Sekian review dari saya, semoga bisa membantu mina-san. Sampai jumpa di review lainnya. Mata Ashita ne~

Namun ada satu hal yang tidak cocok dalam spekulasi ini. Oh Yeong-je sudah tewas tujuh tahun lalu. Seluruh dunia tahu ia tewas di tangan Ayah. Halaman 60
April 02, 2021 No komentar

Judul Asli: 도둑 맞은 책 (dodug maj-eun chaeg)
Judul Terjemahan: The Purloined Book (Skenario Curian)
Penulis: You Sun Dong
Penerjemah: Primastuti Dewi
Penyunting: Aprilia Wirahma
Redesain cover: Andrew Renaldy
Penata letak: Astrid Arastazia
Desainer: Alif Mustofa
Genre: Misteri, Thriller
Jenis: Terjemahan Korea
Penerbit: Penerbit Bhuana Ilmu Populer
ISBN: 978-623-216-946-3
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 305 Halaman
Harga: Rp 90.000,00
Rating: 4 of 5

    Konichiwa mina-san, saya akan mereview novel korea (lagi). Sama seperti sebelum-sebelumnya, novel ini bergenre Thriller, Mystery. Novel ini saya habiskan dalam waktu seminggu karena belakangan ini saya terkena slump. Ini novel dari Penerbit Bhuana Ilmu Populer yang pertama saya baca. Dari pada saya semakin mmebuang waktu mina-san, mari kita mulai saja reviewnya.

Blurb
Seo Dong Yoon, dosen sekaligus penulis skenario yang menjadi saksi atas kematian Kim Yeong-ho. Pelaku memukul bagian kepala dan wajah dengan pipa tanpa ampun. Sampai-sampai wajah korban tidak bisa dikenali. Mendengar berita kematian Yeong-ho, Dong-Yoon terus termenung, kepalanya seperti dipukul dengan benda tumpul. Kenapa hal ini bisa terjadi setelah semalam Yeong-ho berpisah dengannya? Jelas sekali terlihat di mata Dong-Yoon kondisi pada hari itu. Gang dan hujan yang turun dengan lebat, wajah penuh darah dan senyuman sinis, serta sosok Yeong-ho yang berjalan menjauh dengan tertatih-tatih. Sementara itu, seorang penulis pendamping juga ditemukan tak bernyawa setelah pergi minum-minum dengan Dong-Yoon.

Dengan menggali sisa-sisa ingatannya , Dong-yoon berusaha mencari tahu kejadian yang terlihat jelas di matanya pada hari itu.

Review
    Cover The Purloined Book memiliki latar berwarna putih dengan pemilihan font yang sederhana. Tulisan pada cover, nampak seperti lembaran kertas yang di baliknya penuh noda darah. Sejujurnya untuk cover novel ini sangat sederhana dibanding kebanyakan novel yang pernah saya baca, namun itu tidak mengurangi keunikan isi novelnya.

    Tema yang diangkat merupakan novel dengan tema misteri dan thriller. Alur yang diceritakan merupakan alur mundur karena dibuka oleh keadaan Penulis Seo dimasa kini kemudian kembali ke masa lalu. Pengembangan karakter utama yang baik dan semakin menyebalkan di tiap halamannya. Penulis Seo merupakan satu-satunya karakter yang dijelaskan dengan detail setiap pemikiran dan semakin berkembang karena sudut pandang yang digunakan merupakan orang pertama, pelaku utama. Novel ini juga mengungkap betapa buruknya dunia perfilman yang selama ini kita tahu, betapa beratnya menjadi penuli skenario dan betapa kotornya otak manusia. Suasana batin tokoh utama dijabarkan dengan sangat baik sehingga saya dapat merasakan sensasi tidak enak yang hadir pada buku ini.

    Keunikan novel ini terletak pada daftar isinya, yang nampak seperti sebuah skenario yang memiliki dua bagian. Pada bagian awal memiliki judul yang berbeda seperti sebuah cerpen sedangkan pada bagian kedua memiliki judul berdasarkan berapa hari yang telah ddilewati. Keunikan lainnya dari novel ini adalah, setiap judulnya merupakan judul-judul film. Terdapat beberapa istilah perfilman yang akan menambah pengetahuan. Novel ini juga menyajikan beberapa istilah dalam bahasa Jepang. Untuk kalian yang menunggu unsur gore dalam novel ini, sebaiknya kalian bersabar. Novel ini juga memiliki beberapa unsur dewasa, tentu saja karena itulah rate novel ini 17+. Bagian menonjol pada novel ini tentu saja ada pada karakter utamanya yang membuat saya yakin, ada sesuatu yang salah pada dirinya.

    Singkatnya novel ini sangat saya rekomendasikan untuk kalian yang sudah DEWASA, kalian pencinta thriller korea dan menyukai tokoh yang busuk sampai ke akar-akarnya. Novel ini merupakan novel yang cocok dibaca sedikit-sedikit karena memiliki judul yang berbeda, hampir seperti kumpulan cerpen. Ah, saya hampir lupa. Pada bagian pesan penulis, novel ini juga ada webtoon dan theaternya. Jadi, novel ini merupakan novel yang tidak diragukan lagi kualitasnya. Mina-san yang tertarik, dapat membeli novel ini seharga Rp 90.000,00 di toko buku online maupun offline. Sekian review dari saya, terima kasih banyak dan semoga dapat membantu mina-san. Mata Ashita ne~

"Kau tahu caranya? CARA MENJADIKAN NASKAH ITU MILIKMU SELAMANYA." Halaman 62
Juli 16, 2020 2 komentar

Judul Asli: 살인자의 기억법 (sal-injaui gieogbeob)
Judul Terjemahan: Catatan Harian Sang Pembunuh
Penulis: Kim Young ha
Alih bahasa: Iingliana
Ilustrasi sampul: Martin Dima
Genre: Misteri, Thriller
Jenis: Terjemahan Korea
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-06395-50
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 160 Halaman
Harga: Rp 58.000,00
Rating: 4 of 5

        Konichiwa mina-san, apa kabar? Kali ini saya akan mereview novel Terjemahan Korea. Novel ini merupakan novel dengan genre mystery, thriller. Setelah benar-benar sangat puas dengan Novel Good Son, dengan sedikit memberanikan diri saya berharap cemas membeli novel ini bersama dengan Purloined Book. Mari kita mulai saja reviewnya.

Blurb
Terakhir kali aku membunuh seseorang
adalah 25 tahun yang lalu-atau 26 tahun
yang lalu? Kurang-lebih begitulah.

Kim Byeong-su adalah mantan pembunuh
berantai berumur 70 tahun yang mulai
hilang ingatan akibat demensia. Demi
mempertahankan ingatan yang tersisa, ia pun
mencatat semua yang terjadi pada dirinya,
termasuk kehadiran kekasih putrinya yang
dicurigainya sebagai pembunuh berantai
yang kini mengincar wanita-wanita di desa
tempat tinggal mereka.

Kim Byeong-su harus memastikan
putrinya tidak menjadi korban berikut.

Ia pun memutuskan membunuh pria itu,
sebelum ingatannya hilang seluruhnya.

Review
        Dari desain covernya, saya sangat suka karena sangat sederhana dengan beberapa noda darah serta goresan yang memberikan kesan thriller. Pemilihan font yang bagus sehingga memberikan kesan seperti buku catatan yang sesungguhnya. Latar merah yang menjadi dasar background novel menambah kesan ngeri, meskipun hal ini juga membuat percikan darah tidak terlalu menonjol. Cover novel ini di desain seperti book jacket sehingga memberi kesan seperti buku nonfiksi. 

        Novel ini memiliki alur yang cepat karena seperti judulnya, cerita di novel ini didesain seperti buku catatan sehingga cerita cenderung singkat dan bahasanya sederhana. Sudut pandang yang digunakan adalah orang pertama pelaku utama. Suasana yang dibangun juga cukup mengerikan dan membingungkan. Tokoh utama dalam novel ini adalah mantan pembunuh berantai Kim Byeong-su yang berusia 70 tahun dan didiagnosis menderita alzeimer. Latar pedesaan yang benar-benar terasa terutama bagaimana penulis berusaha mendeskripsikan hutan bambu di pekarangan rumah Byeong-su. Amanat yang sampai kepada saya, seperti halnya mayat yang perlahan membusuk. Suatu saat kebusukan manusia pasti akan terbongkat, cepat atau lambat.

        Novel ini dilabeli 21+ artinya untuk dewasa, sehingga anak di bawah umur maupun orang yang tidak siap secara mental, lebih baik tidak membacanya. Jika dibandingkan dengan Good Son, novel ini memiliki perbandingan yang cukup jauh. Padalah label untuk Good Son adalah 17+. Perbedaan lainnya, jika Good Son menceritakan betapa cerdasnya predator, novel ini menceritakan tentang bagaimana seseorang yang benar-benar memiliki demensia. Saya suka bagaimana novel ini membuat saya memahami perasaan seorang penderita alzeimer dan uniknya lagi, beliau adalah mantan pembunuh berantai. Bagaimana kebingungannya beliau dan bagaimana ia tidak bisa mempercayai siapapun bahkan dirinya sendiri. Lebih menariknya lagi adalah cara pandangnya terhadap kematian dan bagaimana ia menggambarkan kematian dalam sebuah puisi. Terlepas dari cara membunuhnya yang cukup sadis. Unsur gore di dalamnya, menurut saya tidak terlalu parah, hanya saja saya cukup pusing ketika membacanya. Mungkin sensasi yang dihadirkan dari tokoh itu sendiri yang membuat saya sedikit pusing dan tidak nyaman ketika menuju ke halaman terakhir. Saya juga suka bagaimana penulis memberikan plot twist di akhir cerita.

        Novel ini saya rekomendasikan untuk kalian yang mencari genre thriller serupa dengan Good Son hanya saja sedikit lebih ringan. Kalian yang suka korea dan kisah tentang pembunuh berantai. Untuk ukuran novel, novel ini memiliki sedikit halaman, meskipun begitu novel ini memang sangat pas jika hanya sampai 160 halaman. Saya tidak bisa membayangkan jika lebih panjang dari ini. Pasti akan terasa menyebalkan. Novel Catatan Harian Sang Pembunuh bisa kalian dapatkan dengan harga Rp 58.000,00, harga yang murah untuk novel dengan konsep yang unik, baik isi maupun desain covernya. Sekian review dari saya, semoga dapat membantu. Mata Ashita ne~

"Lagi-lagi tentang darah dan mayat? Seharusnya kau melunak sedikit di usia tuamu, sobat." Halaman 101

Juli 08, 2020 2 komentar

Judul Asli: Ppyeo (Bone)
Judul Terjemahan: Bone
Penulis: Mijin Jung
Fotografer: Sunhye Oh
Genre: Romance, Mystery, Thriller
Jenis: K-Iyagi
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-623-7351-28-3
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 300 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Maret 2020
Harga: Rp 99.000,00
Rating: 4 of 5

Maret 29, 2020 No komentar

Judul Asli: 종 의 기원 (Jong ui giwon)
Judul Terjemahan: The Good Son (Anak Teladan)
Penulis: Jeong You Jeong
Genre: Psychology, Thriller
Jenis: Korean Literature
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020622569
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 408 Halaman
Cetakan ke: 2
Terbit: Mei 2019
Harga: Rp 129.000,00
Rating: 5 of 5
Maret 26, 2020 No komentar
Older Posts

Hajimemashite

About Me

Asako
Seorang wibu yang suka membaca buku dan mencoba untuk menjadi blogger. Blog ini berisi tentang buku yang telah saya baca. Kore kara mo yoroshiku onegaishimasu~

Contact me: asakononiwa@gmail.com

Follow Us

Japanese Author

Akiyoshi Rikako Arikawa Hiro Asai Ryo Ayatsuji Yukito Chinen Mikito Dazai Osamu Edogawa Ranpo Fumio Sasaki Higashigawa Tokuya Higashino Keigo Ibuki Yuki Imamura Masahiro Kaiji Motojiro Kawaguchi Toshikazu Kawamura Genki Koshigaya Osamu Matsuda Aoko Minato Kanae Miyashita Natsu Murata Sayaka Nakamura Kou Natsume Soseki Ogawa Mimei Sakae Tsuboi Sasaki Tsukasa Shimada Soji Shinkai Makoto Shoji Yukiya Sosuke Natsukawa Sumino Yoru Tetsuko Kuroyanagi Tsujimura Mizuki Yonezawa Honobu Yoshimoto Banana

Mandarin Author

Ba Yue Chang An Giddens Ko Gu Man Ikumisa Kim Young ha Macchiato Neal Wu Star Cheng Tong Hua Xi Zhi Yang Yang

Korean Author

Jeong You Jeong Kim Young ha Lee Kkoch-Nim Mijin Jung You Sun Dong

Fiction

Comedy Dark Fairytales Drama Fantasy Gore Horror Iya-misu Koten-bu Series Mystery Photography Psychology Romance Semi-Autobiografi Slice of Life Sport Thriller

Non Fiction

Education Self Improvement Semi-Autobiografi Social Sciences

recent posts

Popular Posts

  • (Review) At Night, I Become a Monster
      Judul Asli:   よるのばけもの   (Yoru no Bakemono) J udul Terjemahan: At Night, I Become a Monster Penulis: Sumino Yoru Penerjemah: Andry Setiawan...
  • (Review) Anak yang Memendam Amarah
      Judul Asli:   죽이고 싶은 아이 ( jug-igo sip-eun ai) J udul Terjemahan: Anak yang Memendam Amarah Penulis: Lee Kkoch-Nim Alih Bahasa: lingliana E...
  • (Review) Malice
    Judul Asli: 悪意 (Akui) Judul Terjemahan: Malice Penulis: Higashino Keigo Alih bahasa: Faira Ammanda Editor: Rara Sampul: Martin D...

Blog Archive

  • ▼  2023 (10)
    • ▼  Desember (3)
      • (Review) Imprisonment
      • (Review) Motherhood
      • (Review) The Cat Who Saved The Book
    • ►  November (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2020 (29)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (22)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (6)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (6)
  • ►  2018 (16)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2017 (2)
    • ►  September (2)
Diberdayakan oleh Blogger.

Created with by ThemeXpose