twitter instagram
  • Home
  • Japanese
  • Mandarin
  • Korea
  • Dark Fairytales
  • Nonfiksi

Asako no Niwa

Irrashaimase mina-san. Douzou yonde kudasai

 


Judul Asli: いまさら翼といわれても (Imasara Tsubasa to Iwaretemo)
Judul Terjemahan: Even Though I'm Told I Now Have Wings
Penulis: Yonezawa Honobu
Genre: Mystery
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Haru Media
ISBN: 978-623-7351-48-1
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 436 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: November 2020
Harga: Rp 103.000,00
Rating: 5 of 5

    Konichiwa mina-san, hisashiburi desu ne~ sudah lama sekali tidak bertemu. Beberapa hal terjadi selama saya tidak menulis review. Jadi, saya memutuskan untuk membuat review dan membaca sesempat saya. Review yang akan saya bahas kali ini adalah tentang salah satu novel kesayangan saya dari penulis favorit saya juga, Yonezawa Honobu. Dari pada semakin lama membuat penasaran, mari kita mulai saja reviewnya.

Blurb
Buku keenam seri Hyouka!

Anak-anak Klub Sastra Klasik sudah naik ke kelas 2 SMA.
Selain kasus Ohinata yang tiba-tiba tidak jadi bergabung
dengan klub kecil tersebut, mereka juga menghadapi
kasus-kasus kecil lainnya, seperti: kartu suara hantu yang
bertambah dalam pemilu ketua OSIS, juga Chitanda yang 
tiba-tiba menghilang, mengabaikan tanggung jawabnya dalam
lomba paduan suara...

Enam cerita pendek ini mungkin akan memberikan gambaran
kepadamu bagaimana anggota Klub Sastra Klasik
berkembang di tengah misteri keseharian mereka.

Review
        Seperti pada cover Hyouka sebelumnya, cover ini memiliki border dengan desain yang mirip antara volume 1 sampai volume 5, yang membedakan hanya bagian center border yang berbentuk seperti sayap. Bagian tengah dari cover novel terdapat ikon yang menjadi hint dari isi cerita dalam novel keenam Hyouka ini. Warna yang dipilih adalah warna merah muda sebagai dasar warna cover. Pemilihan warna ini sangat tampak serasi dengan warna border. Jika diamati pemilihan buku pertama dan buku keenam memiliki warna yang hampir sama. Sedangkan bagian belakang cover terdapat ilustrasi Oreki yang menyapu halaman.

        Novel ini terdiri atas enam cerita pendek. Meskipun terdiri atas enam cerita pendek, novel keenam Hyouka ini memiliki time line waktu yang saling berkesinambungan dan berurutan. Sudut pandang yang digunakan bukan hanya Oreki saja, namun setiap karakter utama lain seperti Ibara pun memiliki bagian point of view dalam salah satu cerita di novel ini. Suasana yang dimiliki enam cerita pendek di novel keenam Hyouka ini memiliki nuansa yang lebih gelap diantara novel lainnya. Penokohan dalam novel ini tidak banyak terjadi perubahan kecuali perubahan cara pandang Ibara terhadap salah satu tokoh yang telah berubah. 
 
       Genre misteri kali ini terasa benar-benar terasa dan terutama misteri terkait permasalahan yang terjadi di sekolah namun tidak seringan novel lainnya. Novel keenam ini terasa memiliki atmosfer yang semakin berat dari cerita satu ke cerita lainnya. Sekali lagi, Yonezawa Honobu-sensei berhasil memberikan kesan tiap cerita berhubungan antara satu dengan yang lainnya serta konsistensi terhadap tokoh yang diciptakan. Selain itu perkembangan karakter terasa mengalir dan sama sekali tidak dipaksakan. Terutama perkembangan tokoh Chitanda dan Ibara yang sangat terasa di novel keenam ini. Bagian cerita yang membuat saya sangat suka dengan novel ini adalah bagian terakhir novel. Meskipun memiliki kesan yang sedikit berat, namun memberikan kesan yang dalam bagi saya pribadi karena terasa sangat relate dengan kehidupan saya. 

        Judul novel ini merupakan highlight dari salah satu cerita yang ada di dalam novel dan saya sangat suka pemilihan judul serta makna yang tersembunyi dalam pemilihan judul ini. Sayangnya, Yonezawa-sensei berhasil membuat saya penasaran dan sangat tidak sabar menanti novel ketujuhnya karena ending dari novel keenam yang terasa menggantung sehingga membuat saya merasa seperti dipermainkan. Saya sangat menantikan kelanjutan dari novel ini. Ingin tahu perubahan yang terjadi pada Chitanda dan Ibara serta ending menggantung yang saya maksud? Silahkan baca novelnya. Pada salah satu cerita buku keenam ini ada yang diangkat dalam animenya. Manakah itu? Sekali lagi, silahkan baca novelnya.

        Novel ini saya rekomendasikan untuk mina-san yang menyukai anime Hyouka dan penasaran dengan kelanjutan cerita Klub Sastra Klasik. Untuk mina-san yang menyukai misteri ringan dan novel terjemahan Jepang, saya sangat merekomendasikan novel ini. Terutama untuk para penikmat karya Yonezawa-sensei, sangat rugi jika kalian tidak memiliki seri keenam ini. Sekian review amatir dari saya, semoga dapat membantu mina-san semuanya. Sampai jumpa di review lainnya. Mata Ashita ne~

"Aku ingin Oreki-kun selalu jadi pahlawanku." Halaman 122
       
Januari 02, 2021 2 komentar

Judul Asli: 二人の距離の概算 (Futari no Kyori no Gaisan)
Judul Terjemahan: Approximating The Distance Between Two People
Penulis: Yonezawa Honobu
Penerjemah: Litcia Helmi
Pemeriksa Bahasa: Andry Setiawan
Penyunting: Cerberus404
Penyelaras Aksara: Titish A.K
Desainer Sampul: Chyntia Yanetha
Penata Sampul: Propanardilla
Genre: Mystery
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-623-7351-33-7
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 316 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Juni 2020
Harga: Rp 93.000,00
Rating: 4 of 5

        Konichiwa mina-san, apa kabar? Hari ini saya akan mereview sebuah buku yang telah ditunggu-tunggu oleh para pencinta anime Hyouka yang selalu bertanya-tanya tentang season 2 animenya. Ya, seandainya dijadikan season 2, novel ini merupakan bagian awal dari season 2 nya Hyouka atau Kotenbu series. Approximating The Distance Between Two People, atau Bahasa Indonesianya Perkiraan Jarak antara Dua Orang. Dari pada mina-san semakin penasaran, mari kita mulai reviewnya.

Blurb
Musim semi telah tiba. Klub Sastra Klasik
akhirnya naik ke kelas 2 SMA. Hotaro
dan teman-temannya menyambut seseorang
calon anggota baru kelas 1 Klub Sastra Klasik
bernama Ohinata.

Akan tetapi, belum sempat gadis itu menjadi
anggota resmi klub, dia tiba-tiba menyatakan
mundur dengan alasan yang tidak jelas
dan mencurigakan.

Bisakah Hotaro menemukan alasan
gadis tersebut mundur sebelum
tenggat pendaftaran resmi? Sialnya, hari itu
adalah hari turnamen marathon, jadi Hotaro 
harus berpikir sambil berlari, kegiatan yang
melawan prinsip hemat energinya....

Review
        Dari desain covernya, saya selalu puas dengan cover novel Hyouka. Border yang menjadi ciri khas Hyouka, sangat saya rindukan melihat border tersebut. Font yang konsisten dan hint berupa gambar labu, megaphone, kopi, seragam olahraga, selai dan dango pada bagian tengah cover yang menjadi ciri khasnya. Latar background berwarna oranye dan warna cokelat pada font terlihat serasi. Di background belakang novel terdapat ilustrasi Oreki yang mengenakan seragam olahraga sambil berlari kecil. 

        Saya akan langsung membahas sesuatu yang mencolok pada novel Hyouka 5 ini. Berbeda dengan novel sebelumnya yang alurnya selalu maju. Alur cerita pada novel kelima ini bergerak maju-mundur, Sudut pandang yang digunakan merupakan sudut pandang orang pertama pelaku utama yaitu Oreki, namun ada bagian dimana sudut pandang Chitanda juga digunakan, namun tidak sebanyak Oreki. Terdapat karakter baru yaitu Ohinata yang merupakan anggota baru Klub Sastra Klasik. Perkembangan empat karakter lainnya seperti Oreki, Chitanda, Satoshi dan Ibara semakin terasa dekat. Suasana di novel ini sangat khas perlombaan selain itu latar terjadinya peristiwa dapat saya bayangkan dengan mudah, terasa sejuk setiap membayangkannya. Saya rasa dengan membaca novel ini, saya menjadi belajar bahwa untuk memahami seseorang, kita perlu menghapus jarak.

        Konflik novel yang disajikan sangat sederhana namun mengejutkan karena berat pada bagian akhir. Bukan konflik batin, melainkan konflik antar tokoh dan menariknya adalah novel ini juga menyajikan hubungan antara senpai dan kouhai. Dengan alur maju-mundur yang dihadirkan Yonezawa-sensei membantu saya untuk memahami kejadian sebelumnya dan perjuangan Oreki untuk menyelesaikan masalah diantara Turnamen Hosigaya yang membuat Oreki harus berpikir sembari berlari. Saya merasa ingin memberikan dukungan pada Oreki selama membaca usaha yang telah ia lakukan. Novel kelima ini juga beberapa kali menyinggung puisi Jepang yang saya tidak paham, namun catatan kaki yang diberikan sangat membantu saya. Saya suka bagaimana Oreki menjelaskan perubahannya dalam menilai sosok teman-temannya mulai awal mengenal hingga menjadi semakin dekat. Saya juga salut dengan sosok Ohinata yang jujur dan setia kawan, meskipun pada akhirnya terjadi "sesuatu" padanya. Bagian yang paling saya suka pada novel kelima Hyouka adalah ketika kejadian Hotaro merayakan ulang tahun. Apa yang terjadi pada Ohinata dan apa yang terjadi pada hari ulang tahun Hotaro? Mina-san baca sendiri, saya tidak bisa memberi spoiler lebih wwww.

        Pencinta Hyouka dan anime lovers silahkan merapat. Dari pada kalian menunggu season 2 yang belum pasti, saya sarankan bacalah novelnya. Para penggemar Yonezawa-sensei pasti menyesal melewatkan novel ini. Kalian akan menyesal melewatkannya. Fans Oreki, silahkan kalian berburu novel ini untuk melepas kerinduan kalian. Novel ini juga cocok untuk kalian yang menyukai misteri ringan yang khas anak sekolah. Novel ini dibandrol dengan harga Rp 93.000,00 saya rasa harga itu tidaklah sebanding dengan penantian kalian pada season 2 nya, dukungan pada Yonezawa-sensei dan menghargai novel original. Terima kasih pada Penerbit Haru yang telah membawa dan menerjemahkan novel Hyouka 5, sehingga dapat sampai ke tangan pembaca. Saya berharap semoga Penerbit Haru bersedia untuk menerjemahkan Hyouka seri selanjutnya. Sekian review amatir dari saya, arigatou gozaimasu mina-san. Mata ashita ne~

"Kalau luarnya seperti Bodhisatwa, dalamnya sudah jelas....Yaksa" Halaman 139
Juli 17, 2020 2 komentar

Judul Asli: さよなら妖精 (Sayonara Yousei)
Judul Terjemahan: Goodbye Fairy
Penulis: Yonezawa Honobu
Genre: Mystery
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-623-7351-31-3
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 360 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: April 2020
Harga: Rp 99.500,00
Rating: 4 of 5

       Ohayou mina-san, kali ini saya akan mereview sebuah novel Yonezawa Honobu-sensei yang awalnya direncanakan merupakan bagian dari serial Hyouka. Sayangnya karena satu dan lain alasan, novel ini akhirnya dijadikan novel yang benar-benar berbeda, meskipun kita masih bisa menemukan karakter Hyouka di dalamnya. Yonezawa-sensei memang terkenal dengan misteri ringannya. Apakah Goodbye Fairy akan seringan Hyouka ataukah malah saya akan dibuat terkagum dengan karya sensei yang satu ini. Mari kita mulai reviewnya mina-san.

Blurb
Bulan April 1991, Moriya Michiyuki bertemu
dengan seorang gadis asing di tengah hujan
bernama Maya. Maya berasal dari Yugoslavia dan
akhirnya banyak menghabiskan waktu bersama
Moriya dan teman-temannya. Hari-hari mereka 
akhirnya dipenuhi misteri-misteri kecil
karena Maya selalu ingin tahu.

"Apa ada makna filosofisnya?" adalah pertanyaan
baku yang selalu Maya ucapkan, membuat hal
paling kecil pun jadi misteri

Akan tetapi, misteri terbesar muncul saat Maya
pulang ke negaranya tanpa sekali pun memberikan
secuil kabar. Mengapa Maya jauh-jauh datang ke
Jepang, dan apa yang sebenarnya terjadi setelah
dia pulang ke negaranya?

Ini adalah secuil kisah di balik pecahnya
Yugoslavia pada 1992.

Review
       Seperti biasa, mari kita bahas dari desain cover. Novel Goodbye Fairy ini memiliki cover yang unik dari pada novel terjemahan Penerbit Haru yang lain. Uniknya adalah tetesan air dan gambar payung pada bagian cover depan Goodbye Fairy terlihat berubah warna, tergantung dari sisi mana kalian melihatnya. Saya tidak terlalu mengerti apa namanya tapi bagi saya terlihat sangat keren. Penempatan, pemilihan font dan warna judul tampak sangat cantik dengan warna putih yang lebih dominan. Terdapat gambar awan yang seperti menekankan tema cuaca pada novel. Yang paling saya suka adalah warna backgroundnya, ungu yang manis sekali. Mengingatkan saya ketika melihat sosok Chitanda Eru. Saya benar-benar suka perpaduan desain cover novel Goodbye Fairy.

       Seperti pada novel Hyouka, novel ini mengambil sudut pandang orang pertama. Tema yang diangkat adalah misteri sehari-hari dan alur yang digunakan adalah alur mundur. Ketika Hyouka memiliki 4 tokoh sentral, disini kita dapat menemukan 5 tokoh yaitu Maya, Moriya, Shirakawa, Fumihara dan Sendo. Kelima tokoh dalam novel ini memiliki karakter yang khas anak remaja. Emosi yang terbangun antar tokoh sangat baik sehingga saya dapat masuk ke dalam cerita dengan lancar. Maya merupakan pendatang dan saya rasa disini Yonezawa-sensei dapat mendeskripsikan kesulitan komunikasi antara Moriya dan kawan-kawan dengan Maya. Misteri yang disajikan pun sangat santai dan tidak terlalu berat pada bagian awal sehingga saya cukup menikmati pengalaman membaca Goodbye Fairy. Setting tempat ini ada dua yaitu Jepang dan Yugoslavia. Kalian akan tahu ketika membacanya, mengapa saya menambahkan Yugoslavia. Suasana Jepang yang kental sangat terasa dalam novel ini karena kita diperkenalkan dengan budaya Jepang seperti makanan Kohaku Daifuku, Kuil Tsukasa, Kesenian Kyudo dan masih banyak lagi. Selain budaya Jepang, seperti yang dijelaskan dalam blurb, novel ini juga meneritakan tentang pecahnya Yugoslavia. Yang mungkin berisi beberapa informasi yang membuat kalian merasa seperti belajar materi sejarah dunia. 

       Saya sangat menyukai perkembangan antara Maya, Moriya dan kawan-kawannya. Membaca novel ini membuat saya merasa seperti benar-benar bersama mereka. Saya pun merasa seperti benar-benar berada di Jepang ketika membaca novel ini. Sayangnya kalian disuguhkan misteri sederhana pada awalnya, namun perlahan menjadi sangat kompleks karena menyangkut suatu negara. Saya hanya bisa merasa antara bingung dan kagum, bagaimana bisa Yonezawa-sensei menjelaskan Yugoslavia sekeren ini? Ketika membaca novel ini perasaan saya pun ditarik ulur. Saya pribadi suka interaksi Moriya dan Maya, entah mengapa mereka berdua begitu manis. Saya paling menyukai adegan mereka di Kuil Tsukasa, apa yang terjadi di Kuil Tsukasa? Silahkan baca sendiri novelnya. Amanat yang sampai kepada saya juga sangat menarik karena berhubungan dengan perpisahan. Kesan ketika buku ini selesai saya baca adalah, saya ingin berkata "Yonezawa-sensei, mengapa kau sejahat ini kepada saya? Hati saya ini benar-benar lembut lho." Tapi jika endingnya tidak seperti itupun mungkin tidak akan membuat saya memiliki perasaan yang bercampur baur seperti ini. Terima kasih Yonezawa-sensei karena berhasil menelurkan satu lagi karya yang membuat saya kagum. Saya yakin suatu saat ketika saya melihat novel ini kembali, yang teringat adalah Hydrangea atau Ajisai.

       Novel ini saya rekomendasikan untuk kalian pecinta Hyouka, penyuka anime, otaku atau wibu serta fans berat Yonezawa-sensei. Untuk pecinta novel misteri ringan, novel ini sangat cocok untuk kalian meskipun semakin berat pada bagian akhir. Novel yang begitu indah dan menyentuh ini dibandrol dengan harga Rp 99.500,00. Bagi saya harga seperti itu sudah sangat pantas karena memang saya terpuaskan dan rindu saya terobati meskipun saya takut untuk mencari manakah yang merupakan karakter novel Hyouka dalam Goodbye Fairy karena takut kalau-kalau saya tidak menikmati novel ini. Sekian review singkat dari saya mina-san, semoga dapat membantu mina-san. Mata ashita ne~

"Manusia itu, meski akan melupakan ayah yang dibunuh, mereka tidak akan melupakan uang yang dirampok." Halaman 245
Mei 15, 2020 2 komentar

Judul Asli: 遠まわりする雛 (Tomawari Suru Hina)
Judul Terjemahan: The Doll that Took A Detour
Penulis: Yonezawa Honobu
Genre: Mystery
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-602-53858-4-1
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 400 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Mei 2019
Harga: Rp 96.000,00
Rating: 4 of 5
Juni 28, 2019 4 komentar

Judul Asli: クドリャフカの順番 (Kudryavka no Junban)
Judul Terjemahan: Kudryavka Sequence
Penulis: Yonezawa Honobu
Genre: Mystery
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Haru Media
ISBN: 978-602-6383-39-6
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 392 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Januari 2019
Harga: Rp 91.000,00
Rating: 5 of 5
Februari 02, 2019 2 komentar

Judul Asli: 愚者のエンドロール (Gusha no End Roll)
Judul Terjemahan: Credit Roll of The Fool
Penulis: Yonezawa Honobu
Genre: Mystery
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-602-6383-50-1
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 260 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: April 2018
Harga: Rp 75.000,00
Rating: 5 of 5
Mei 16, 2018 4 komentar

Judul Asli: 氷菓 (Hyouka)
Judul Terjemahan: Hyouka
Penulis: Yonezawa Honobu
Genre: Mystery
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Haru Media
ISBN: 978-602-6383-39-6
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 244 halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Desember 2017
Harga: Rp 69.000,00
Rating: 4 of 5
April 13, 2018 No komentar
Older Posts

Hajimemashite

About Me

Asako
Seorang wibu yang suka membaca buku dan mencoba untuk menjadi blogger. Blog ini berisi tentang buku yang telah saya baca. Kore kara mo yoroshiku onegaishimasu~

Contact me: asakononiwa@gmail.com

Follow Us

Japanese Author

Akiyoshi Rikako Arikawa Hiro Asai Ryo Ayatsuji Yukito Chinen Mikito Dazai Osamu Edogawa Ranpo Fumio Sasaki Higashigawa Tokuya Higashino Keigo Ibuki Yuki Imamura Masahiro Kaiji Motojiro Kawaguchi Toshikazu Kawamura Genki Koshigaya Osamu Matsuda Aoko Minato Kanae Miyashita Natsu Murata Sayaka Nakamura Kou Natsume Soseki Ogawa Mimei Sakae Tsuboi Sasaki Tsukasa Shimada Soji Shinkai Makoto Shoji Yukiya Sosuke Natsukawa Sumino Yoru Tetsuko Kuroyanagi Tsujimura Mizuki Yonezawa Honobu Yoshimoto Banana

Mandarin Author

Ba Yue Chang An Giddens Ko Gu Man Ikumisa Kim Young ha Macchiato Neal Wu Star Cheng Tong Hua Xi Zhi Yang Yang

Korean Author

Jeong You Jeong Kim Young ha Lee Kkoch-Nim Mijin Jung You Sun Dong

Fiction

Comedy Dark Fairytales Drama Fantasy Gore Horror Iya-misu Koten-bu Series Mystery Photography Psychology Romance Semi-Autobiografi Slice of Life Sport Thriller

Non Fiction

Education Self Improvement Semi-Autobiografi Social Sciences

recent posts

Popular Posts

  • (Review) The Tokyo Zodiac Murders
    Judul Asli: 占星術殺人事件 ( Senseijutsu Satsujinjiken) Judul Terjemahan: The Tokyo Zodiac Murders (Pembunuhan Zodiak Tokyo) Penulis: Shimada Soji ...
  • (Review) Kitchen
      Judul Asli: キッチン(Kitchen) J udul Terjemahan: Kitchen Penulis: Yoshimoto Banana Penerjemah: Ribeka Ota Pemeriksa Bahasa: Andry ...
  • (Review) I Saw The Same Dream Again
    Judul Terjemahan: Mata, Onaji Yume wo Miteita Judul: I Saw The Same Dream Again Pengarang: Sumino Yoru Genre: Slice of Life Jenis: J...

Blog Archive

  • ▼  2023 (10)
    • ▼  Desember (3)
      • (Review) Imprisonment
      • (Review) Motherhood
      • (Review) The Cat Who Saved The Book
    • ►  November (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2020 (29)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (22)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (6)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (6)
  • ►  2018 (16)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2017 (2)
    • ►  September (2)
Diberdayakan oleh Blogger.

Created with by ThemeXpose