twitter instagram
  • Home
  • Japanese
  • Mandarin
  • Korea
  • Dark Fairytales
  • Nonfiksi

Asako no Niwa

Irrashaimase mina-san. Douzou yonde kudasai


 Judul Asli: キッチン(Kitchen)
Judul Terjemahan: Kitchen
Penulis: Yoshimoto Banana
Penerjemah: Ribeka Ota
Pemeriksa Bahasa: Andry Setiawan
Penyunting: Windy Ariestanty
Penyelaras Aksara: Lovita Cendana
Desainer Sampul: Sukutangan
Sampul dan Isi: Propanardilla
Genre: Fantasy, Drama, Romance
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-623-7351-68-9
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 224 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: April 2021
Harga: Rp 93.000,00
Rating: 4 of 5

       Ohayo mina-san, Asako disini. Sudah lama kita tidak bertemu, kali ini saya akan mereview sebuah novel, tapi lebih tepat disebut novela karya Yoshimoto Banana. Judul novel yang akan saya review adalah Kitchen. Novel ini sempat tertimbun di reading list dan saya sempat cheating dari Weathering With You karya Shinkai Makoto dengan penuh rasa bersalah. Mari kita mulai review novel yang berhasil membuat saya cheating dari Weathering With You.

Blurb
"Tempat yang paling kusukai di dunia ini adalah dapur"

Semua tokoh dalam kumpulan novela ini
mengalami pergulatan batin setelah ditinggalkan
oleh orang yang mereka cintai; orangtua; kakek
dan nenek, kekasih.... Mereka menghadapi
keseharian, kemudian menyadari dalam
kesepian mereka bahwa dunia ini penuh dengan
keseimbangan unik di tengah kematian
dan kehidupan

Kitchen karya Yoshimoto Banana
yang telah memenangkan berbagai penghargaan 
literatur bergengsi. Melalui kalimat-kalimat
yang disajikan dengan indah, Yoshimoto
Banana akan mengajakmu menghadapi
pergulatan emosional ketika berhadapan
dengan kehilangan, kepedihan, dan perasaan
sepi karena khawatir dianggap rapuh.

Review

      Dari segi sampul, sampul novel ini cukup sederhana, saya menangkap ada gaya retro di dalamnya dan yang membuat sampul novel ini unik adalah pemilihan warnanya. Font judul dan nama pengarang simple dan nyaman untuk dibaca. Bagian belakang sampul di desain dengan sederhana dan nilai plusnya adalah pemilihan warna yang tidak membuat mata sakit ketika membaca blurbnya.

     Novel ini memiliki alur maju dan seperti yang telah dijelaskan bahwa novel ini atau mungkin novela, berisi kumpulan cerita. Sebenarnya hanya terdiri dari dua cerita. Cerita yang menjadi spotlight adalah Kitchen, sama seperti judulnya. Mengapa novel ini berjudul Kitchen? Mina-san akan menemukan alasannya ketika membaca novelnya. Karakter pada novel ini saya rasa sangat realistis, Yoshimoto-sensei berhasil menuangkan emosi pada tiap karakter dalam cerita. Kendati merupakan novela, namun sebenarnya novel ini memiliki amanat yang sangat dalam. Ya, seperti yang telah dijelaskan dalam blurb bahwa novel ini penuh dengan rasa kehilangan, kepedihan dan perasaan sepi. Namun itulah yang membuat novel ini menarik. Bagaimana kita melihat karakter novel bergerak maju. Sudut pandang yang digunakan merupakan orang pertama pelaku utama sehingga kita dapat merasakan emosi karakter secara langsung. Pada cerita kedua novel ini, saya dapat merasakan suasana latar yang sangat mistis, seolah saya memang berada di tempat kisah ini terjadi.

     Bagian mana yang paling saya sukai? Saya suka kedua cerita dalam novela ini. Saya merasakan perasaan manis dan hangat dalam cerita pertama dan perasaan ikhlas pada novel kedua. Novel ini berhasil menyentuh hati saya, setiap orang yang pernah merasa kehilangan pasti akan tersentuh dengan novel ini. Saya suka semua karaakter yang ada di novel ini tanpa terkecuali. Meskipun butuh waktu yang cukup lama bagi saya untuk menyelesaikan novel ini tapi kisahnya sangat melekat di hati, seminggu pun tidak akan bisa membuat kita lupa dengan jalan ceritanya. Amanatnya pun terasa melekat di hati saya.

    Novel ini saya rekomendasikan untuk mina-san yang ingin lepas dari rasa kehilangan dan ingin melangkah maju. Terdapat banyak motivasi yang membantu kalian disini. Untuk mina-san yang menyukai novel sedih dengan nuansa melankolis, untuk fans Yoshimoto-sensei dan para penikmat novel Jepang, sayang sekali jika mina-san melewatkan novel ini. Kitchen sudah dapat dibeli di toko buku online maupun offline dengan harga Rp 93.000,00. Untuk kategori usia 15+ jadi aman untuk dibaca ya mina-san. Sekian review singkat dari saya. Terima kasih sudah membaca. Mata Ashita~

Aku mau kamu kembali Halaman 119
Agustus 29, 2021 2 komentar


Judul Asli: 灼熱 (Shakunetsu)
Judul Terjemahan: Burning Heat
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerjemah: Asri Pratiwi Wulandari
Pemeriksa Bahasa: Andry Setiawan
Penyunting: Prisca Primasari, Lovita Cendana
Penyelaras Aksara: Francisca Ratna
Desainer Sampul: Pola
Penata Sampul: @baiknyarudi
Genre: Thriller, Romance
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-623-7351-65-8
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 296 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Maret 2021
Harga: Rp 93.000,00
Rating: 4 of 5

        Konichiwa mina-san, hari ini saya akan mereview sebuah novel karya Akiyoshi Rikako. Setelah membaca 7 Tahun Kegelapan yang tebal membuat saya cukup terkejut dengan kemampuan membaca saya yang masih sama seperti semula. Novel Akiyoshi selalu berhasil saya habiskan dalam sekali duduk. Sangat menyenangkan dan membuat saya merasa melepas rindu dengan karya-karya sensei yang luar biasa. Langsung saja kita mulai reviewnya.

Blurb:
Aku menikah dengan pembunuh suamiku.
Demi menuntut keadilan.

Review
        Cover novel Akiyoshi-sensei kali ini terkesan mengerikan tampa wajah seorang perempuan dan potongan kaca. Sorot matanya memberikan sesan yang mengerikan. Saya sangat suka perpaduan warna hitam dan merah, memberikan kesan thriller yang cukup menggelitik rasa penasaran saya. Border pada bagian belakang cover sangat khas novel Akiyoshi-sensei, latar hitam sangat serasi dengan novel-novel lainnya. Judul novel memiliki font yang sangat cantik dengan fill putih.

        Alur cerita ini merupakan alur maju dengan beberapa kali flashback. Novel ini merupakan novel ketiga yang mengangkat hal yang berbau kedokteran dan beberapa istilah kedokteran selain Memory of Glass dan Holy Mother. Selain tema kedokteran, novel ini menyinggung tentang operasi plastik dan tema romance pun tidak luput diangkat pada novel ini. Karakter tokoh utama, Emi sangat unik. Begitu pula Hideo dan Akiko. Perkembangan hubungan antara Emi yang suami terdahulunya dibunuh oleh Hideo (suami Emi yang sekarang) dibangun dnegan sangat baik. Begitu pula hubungan antara Emi dan Akiko serta latar belakang Emi yang dijelaskan dengan detail, begitu pula perkembangan emosinya. Pada bagian awal kita sudah diberikan misteri kematian Tadatoki, namun pada pertengahan bau romansa mulai terasa hingga tanpa sadar perlahan sensei membawa kita menuju ke konflik sebenarnya. Amanat novel ini adalah tentang arti sebuah ketulusan dan cinta.

        Saya tidak pernah menyangka akan membaca novel serupa dengan Memory of Glass namun dengan tokoh-tokoh seperti dalam The Dead Returns. Saya merasa bahwa Burning Heat adalah hasil perkawinan kedua novel itu. Memberikan saya nuansa yang hangat dan lembut, sangat kontras dengan covernya. Bagian dari novel ini yang paling saya suka adalah ketika Emi membuang seluruh peralatan makan yang berasal dari Bone China. Saya bisa merasakan bagaimana trauma, jijik. Kesan gore sama sekali tidak terasa, namun saya sangat menyukai novel ini. Saya yang biasa mencari unsur gore pada setiap novel Thriller dan misteri, namun sangat menikmati romansa tokoh yang ada dalam novel ini. Tidak berlebihan dan terasa menyenangkan setiap membacanya meskipun rasanya tetap membuat penasaran.

        Novel ini saya rekomendasikan kepada para fans Akiyoshi sensei. Untuk mina-san yang jatuh cinta pada Memory of Glass dan menyukai karya yang terasa ringan seperti The Dead Returns bisa membeli novel ini. Untuk mina-san yang menyukai Jepang dan ingin membaca romance tapi mendapatkan pengetahuan pada bidang kedokteran, novel ini merupakan jawaban untuk kalian. Untuk novel seharga Rp 93.000,00 dengan pengalaman membaca yang luar biasa, saya rasa sangat sebanding. Sekian review singkat dari saya. Sampai bertemu di review lainnya. Mata Ashita nee~

Tulag suamiku.
Bukan suamiku yang barusan. Bukan Hideo.
Tulang suamiku yang dulu; tulang Tadatoki.
-Halaman 8-
April 13, 2021 5 komentar

Judul Asli: 微微一笑很倾城 (Wéiwéi yīxiào hěn qīngchéng)
Judul Terjemahan: Love O2O
Penulis: Gu Man
Penerjemah: Jeanni Hidayat
Penyunting: Hisni Munafarifana
Proofreader: Seplia
Desain kover: Junweise
Layout isi: Vanessa Fabiola
Layout kover: @teguhra
Genre: Romance
Jenis: Mandarin Novel
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-602-6383-13-6
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 434 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: April 2017
Harga: Rp 91.000,00
Rating: 5 of 5 

        Konichiwa mina-san, apa kabar? Kali ini saya akan mereview M Novel yang diterjemahkan oleh Penerbit Haru. Novel ini salah satu novel karya Gu Man selain Boss and Me dan Silent Separation. Novel ini terbit sebelum novel Gu Man yaitu Silent Separation. Novel ini termasuk novel yang sangat sulit dicari. Saya pribadi sempat mencari di berbagai platform belanja online, namun gagal menemukannya. Ada, namun harganya cukup mebuat saya syok. Mari kita mulai saja reviewnya.

Blurb
Zhen Shui Wu Xiang:  Wei Wei, datanglah ke Pulau Putus Cinta! Kita akan bercerai.

Semuanya dimulai dari permintaan cerai dari suami
virtual Bei Wei Wei di sebuah game online dunia
persilatan. Bagi cewek ini, pernikahan di game online
adalah sebuah permainan yang tidak nyata. Jadi, meski
permintaan cerai itu mengejutkan, Wei Wei tidak ambil
pusing.

Sialnya, para pemain lain mengira Wei Wei dimakan api
cemburu saat melihat mantan suaminya menikahi Xiao
Yu Yao Yao-cewek tercantik di game online. Pasalnya,
tiba-tiba karakter Wei Wei di game tersebut 'menyerang'
pesta pernikahan mantan suaminya.

Saat Wei Wei kebingungan, Yi Xiao Nai He, pemain
berlevel tinggi yang dijuluki 'dewa', tiba-tiba meminta
Wei Wei menikahinya,

Semuanya ini hanya permainan, tapi mengapa Wei Wei
merasakan sesuatu yang berbeda?

Review
        Kita mulai dari covernya, perpaduan antara warna putih, merah muda, biru dan ungu pada background memberikan kesan yang manis ditambah dengan ilustrasi kelopak bunga yang menambah kental kesan romance. Saya sangat suka dengan ilustrasi Wei Wei dan Xiao Nai yang membantu saya untuk membayangkan kedua sosok itu dalam game maupun dunia nyata. Desain judulnya juga tampak manis namun tetap bisa dibaca. Pada bagian cover belakang terdapat balon percakapan khas game yang menurut saya membantu dalam membedakan dialog di real dan game, ini juga berlaku untuk isi novel yang dilengkapi dengan jendela percakapan sehingga membantu pembaca.

        Alur cerita sebenarnya cukup lambat namun sangat tidak terasa, karena penulis berhasil membuat saya merasa nyaman dalam membaca hingga tidak sadar menghabiskan 434 halaman. Sudut pandnag yang digunakan yaitu orang ketiga serba tahu. Konsep cerita yang menarik juga membuat saya enggan untuk melepas buku ini dari pandangan saya. Karakter yang ditampilkan juga unik. Jika dalam kisah romance biasanya kita akan dihadapkan pada perempuan yang lemah, dan bergantung pada laki-laki, tapi hal ini  tidak berlaku dengan Wei Wei yang mandiri dan tulus. Saya juga suka karakter Xiao  Nai yang pendiam, namun cerdas. Karakter lain yang ada dalam cerita juga sangat menghibur dan menambah riuh suasana. Konflik yang diceritakan sebenarnya sangat khas novel romance, namun penulis lebih fokus kepada perkembangan hubungan antara Wei Wei dan Xiao Nai yang manis. Setelah membaca novel ini, saya paham bahwa cinta bisa datang dari mana saja. Jika diminta untuk memilih bab mana yang paling menarik, maka saya dapat dengan yakin mengatakan bahwa semua bab di novel ini sangat menarik.

        Yang menarik dalam novel ini adalah perpaduan antara romance, komedi dan game yang menurut saya merupakan konsep yang unik. Selain masalah percintaan, novel ini juga menyelipkan unsur persahabatan yang unik antara teman game dan teman real. Interaksi antara Xiao Nai dan Wei Wei yang manis dan lebih terasa seperti impian karena terlalu indahnya. Hubungan antara game dan kenyataan yang unik yang awalnya dari game bisa menjadi nyata. Saya juga suka bagaimana penulis mendeskripsikan pemandangan dalam game yang sedang dimainkan oleh Wei Wei sehingga dengan begitu mudahnya dapat saya bayangkan. Penulis juga berhasil menjelaskan betapa menariknya fitur game yang dimainkan oleh Xiao Nai dan Wei Wei. Novel Gu Man kali ini terasa begitu manis sampai saya masih merasa senang setelah membacanya. Setelah membaca novel ini pasti membuat mina-san ingin bermain game. Suasana dalam novel juga dibangun penulis dengan bagus sehingga membantu saya tidak bisa berhenti membacanya sebelum sampai benar-benar berakhir. Sedikit tambahan, seperti dalam novel Gu Man lainnya, novel ini juga memiliki beberapa cerita tambahan sehingga pembaca benar-benar puas ketika membaca karya-karya Gu Man.

           Novel ini sangat saya rekomendasikan untuk mina-san yang suka dengan genre romance dan mencari perpaduan romance yang unik dan menarik. Mina-san yang bermain game maupun yang tidak pernah bermain game dapat menikmati novel ini. Mina-san yang sangat menyukai karya Gu Man juga dapat membeli novel ini. Novel ini menjadi novel romance nomor 1 yang saya rekomendasikan untuk mina-san, pasti sangat rugi jika belum membaca novel ini. Novel Love O2O ini memang sangat sulit untuk di dapatkan secara offline, jadi saya sarankan untuk mina-san jika ingin membeli bisa secara online. Saya jamin, mina-san tidak akan rugi membacanya. Saya sangat menyesal karena baru saja memiliki buku ini. Bahkan membaca ulang 10 kali pun saya tidak akan bosan. Sekian review dari saya, terima kasih banyak dan smeoga review saya membantu mina-san. Sampai jumpa di review lainnya. Mata Ashita ne~

[Yi Xiao Nai He]: Menikahlah denganku. Halaman 19
September 11, 2020 3 komentar

Judul Asli: L'Appel de L'Ange
Judul Terjemahan: Call From an Angel
Penulis: Guillaume Musso
Penerjemah: Yudith Listiandri
Penyunting: Selsa Chintya
Penyelaras aksara: Titish A.K
Desain sampul: Chyntia Yanetha
Penata Sampul: @teguhra
Genre: Romance, Mystery
Jenis: Terjemahan Eropa
Penerbit: Penerbit Spring
ISBN: 978-602-6682-08-6
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 432 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Oktober 2017
Harga: Rp 89.000,00
Rating: 4 of 5

        Konichiwa mina-san, bulan September ini ada yang istimewa. Tanggal 2 September lalu merupakan hari dimana saya pertama kali melakukan review 3 tahun lalu. Jadi, untuk memeringatinya saya akan mereview buku yang berbeda. Beberapa waktu yang lalu ada request dari kak Adindahd untuk mereview Call From an Angel dari Guillaume Musso. Novel ini bukan merupakan novel Eropa pertama yang saya baca tapi ini novel Eropa pertama yang saya review di blog ini. 

Blurb
Di New York, tanpa sengaja ponsel 
Madeline dan Jonathan tertukar. Saat mereka menyadari
kesalahan tersebut, mereka sudah terpisah hampir sepuluh ribu
kilometer. Madeline adalah seorang floris di Paris,
sedangkan Jonathan memiliki restoran di San Fransisco.

Tidak membutuhkan waktu lama bagi keduanya
untuk menyerah pada godaan dan menelusuri ponsel
masing-masing. Namun, itu malah menguak sebuah rahasia
yang ingin nereka berdua kubur selamanya.
Sebuah rahasia yang bisa membunuh mereka berdua.

Review
        Dari desain covernya, saya suka. Tampak sederhana dan manis. Dominasi warna putih dengan warna biru keunguan yang memberikan kesan minimalis. Ilustrasi yang tidak berlebihan dengan font judul yang mudah dibaca tapi juga cantik. Bahkan saya mengapresiasi judul asli novel masih dicantumkan pada covernya. Bagian belakang novel juga tampak sederhana dan manis. Terdapat beberapa noda darah yang baru saya sadari setelah tamat membaca.

        Alur cerita terkesan lambat. Penulis membawa pembaca menuju kehidupan masing-masing karakter yang terlihat biasa saja. Kemudian, tanpa sadar mulai terseret ke masa lalu mereka. Sudut pandang yang digunakan orang ketiga serba tahu. Penulis berhasil menempatkan perpindahan karakter yang diceritakan sehingga lebih menarik, ketika membacanya saya seperti tengah menonton film. Karakter yang ditampilkan cukup banyak, namun hanya berfokus pada Madeline, Jonathan dan seorang lagi yang menjadi rantai penghubung keduanya. Perkembangan kedua karakter terasa cukup cepat, karena kebudayaan yang berbeda sehingga cukup membuat saya sedikit shock. Suasana yang dihadirkan juga perlahan semakin berat. Romansa antara keduanya memiliki porsi yang cukup, tidak banyak dan tidak sedikit. Namun, kalian dapat mengetahuinya dari bagaimana mereka mencemaskan satu sama lain. Dari novel ini, saya belajar bahwa rasa penasaran berlebihan itu sesuatu yang tidak baik. Mungkin jika tidak saling penasaran, mereka tidak akan terjebak pada rahasia satu sama lain.

        Awal membaca novel ini, saya kira ini merupakan novel romansa manis khas luar. Sejujurnya itu pikiran saya setelah membaca blurb dan menganggap bahwa rahasia yang membunuh merupakan masalah yang sederhana, apalagi covernya terlihat manis. Ternyata, jangan menilai buku dari covernya, begitu masuk bagian pertengahan, saya sangat terkejut. Apalagi saya pikir, novel ini merupakan genre pure romance, ternyata terdapat sedikit adegan misteri, thriller, action dan gore tapi dipadukan dengan cara yang menarik untuk mina-san yang suka dengan film barat.

        Singkat kata, saya rekomendasikan novel ini untuk mina-san yang menyukai romance eropa anti mainstream, mina-san yang menyukai romance dibumbui adegan tembak menembak, mafia dan kawan-kawannya. Kalian yang ingin mengubah sudut pandang tentang genre romance bia membeli novel ini. Meskipun cukup tebal namun menarik karena cara penulis membawakan cerita dengan baik. Sekian review dari saya. Terima kasih banyak telah membaca dan terima kasih telah mendukung asakononiwa hingga saya bisa menulis review sampai detik ini. Terima kasih telah meninggalkan komentar. Mohon dukungannya sekali lagi. Mata Ashita ne〜

Dia tahu gadis itu.
Dia pernah bertemu dengannya.
Dia pernah bicara dengannya.
Halaman 193
September 10, 2020 2 komentar

Judul Asli: 灰姑娘也發成 (Huī gūniáng yě fā chéng)
Judul Terjemahan: Because of You
Penulis: Xi Zhi 
Penerjemah: Jeanni Hidayat
Penyunting: Hisni Munafarifana
Proofreader: Titish A.K
Desain kover: Indah Rakhmawati
Layout sampul: @fadiaaaa_
Genre: Romance
Jenis: Mandarin Novel
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-602-6383-02-0
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 218 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Juli 2017
Harga: Rp 59.000,00
Rating: 3 of 5

        Konichiwa mina-san, apa kabar? Kali ini saya akan mereview novel yang diterjemahkan oleh Penerbit Haru. Ini novel kedua dari penulis Xi Zhi yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Penerbit Haru setelah A Dandelion Wish. Masih sama dengan genre sebelumnya, M Novel selalu identik dengan romance. Mari kita mulai reviewnya.

Blurb
Feng Ling kehilangan ayahnya saat masih remaja.
Ibunya juga meninggalkannya karena sakit jantung.
Dia terpaksa bekerja di rumah majikan ibunya
untuk membiayai hidup.
Majikannya itu baik, dan Feng Ling bisa
melanjutkan sekolahnya sambil bekerja.

Dia pikir kesulitan hidupnya telah berlalu, dan hidupnya akan
menjadi lebih baik. Namun, siapa sangka semuanya berubah
dalam sekejap.

Semuanya dimuali dari permintaan Tuan Muda Kedua.
Permintaan itu menyebabkan Feng Ling sampai tidak berani
membayangkan aapa yang akan terjadi besok atau lusa.
Dia hanya bisa membayangkan kapan dunia ini berhenti.

Review
        Cover novel kedua Xi Zhi ini lebih manis dari yang pertama. Di dominasi warna ungu dan putih, nampak sangat manis dan lembut. Menggunakan teknik pointilism pada bagian atas cover depan sehingga tampak seperti sinar lampu, ada buble yang menambah kesan manis dari cover. Saya suka pemilihan fontnya yang mudah dibaca dengan fill putih dan ungu yang senada dengan covernya. Saya juga sangat bersyukur karena ada tulisan mandarin sehingga membantu untuk mengetahui judul aslinya. 

        Alur novel ini mundur. Meskipun demikian terasa cepat, tentu saja hal ini sangat memengaruhi halaman novel yang sekitar 218 halaman. Sudut pandang yang digunakan merupakan orang ketiga serba tahu sehingga memudahkan kita untuk melihat sudut pandang masing-masing karakter. Walaupun demikian, penulis sangat pandai dalam mendeskripsikan cerita. Ia tahu dimana harus meletakkan kapan harus menuliskan kejadian masing-masing tokoh sehingga terasa sedikit misterius. Karakter yang diceritakan dalam novel ini berpusat pada Feng Ling dan Tuan Muda Kedua alias Guan Zhen. Perkembangan karakter diceritakan cukup cepat, namun saya masih bisa menikmati ceritanya. Novel ini memberikan pelajaran bahwa ada kalanya kita perlu menjadi egois. Konflik yang disajikan cukup khas novel romance, saya yakin pasti para penyuka romance paham dengan konsep novel ini.

        Yang menarik pada novel ini adalah bagian awal cerita, saya cukup terkejut dengan awal novel yang terasa berat, namun setelah kembali ke masa lalu saya mulai paham dengan maksud penulis. Konflik cukup menarik karena Feng Ling memiliki sifat yang berbanding terbalik dengan Guan Zhen yang emosian. Seperti novel Xi Zhi sebelumnya, novel ini berhubungan erat dengan kedokteran, mengingat settingnya sering kali di rumah sakit seperti novel Xi Zhi yang sebelumnya. Terdapat beberapa istilah kedokteran namun mudah sekali untuk dipahami. Setelah saya membaca novelnya, saya mulai paham permintaan Tuan Muda Kedua yang mengubah hidup Feng Ling. Tapi, saya rasa perubahan itu terjadi karena pertemuan keduanya dan kebiasaan Feng Ling. Jika di kehidupan nyata saya akan sangat takut dengan sosok seperti Guan Zhen.

        Novel ini saya rekomendasikan untuk mina-san yang menyukai romance dengan konflik klasik. Mina-san yang suka dengan dunia kedokteran dan pengorbanan seorang ibu, sejujurnya saya sempat sedih membacanya sampai tenggorokan saya sakit karena tidak bisa menangis. Novel ini juga cocok untuk dibaca sekali duduk karena halamannya yang cukup sedikit untuk ukuran novel yang pernah saya baca. Alurnya yang cepat, juga cocok untuk mina-san yang tidak sabar untuk membaca akhir ceritanya. Novel ini dapat dibeli secara online maupun offline. Harga novel ini Rp 59.000,00. Sangat murah dan cukup memuaskan. Saya selipkan salah satu dialohg yang akan merubah hidup Feng Ling. Sekian review dari saya. Semoga dapat membantu mina-san. Sampai jumpa di review lainnya, mata ashita ne~

"Hadiah Natal... Aku mau Feng Ling sebagai hadiah Natal-ku!" Halaman 41

September 05, 2020 No komentar

Judul Asli: 最美的时光 (Zuìměi de shíguāng)
Judul Terjemahan: Best Time
Penulis: Tong Hua
Penerjemah: Jeanni Hidayat
Penyunting: Selsa Chintya
Proofreader: Selpia
Cover Designer: Alvinxki
Ilustrasi Isi: Frendy Putra
Genre: Romance
Jenis: Mandarin Novel
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-602-6383-04-4
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 464 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: November 2016
Harga: Rp 89.000,00
Rating: 4 of 5

        Konichiwa mina-san, apa kabar? Kali ini saya akan mereview sebuah M Novel lama dari Penerbitt Haru. Seperti biasanya, jika M-Novel identik dengan romance. Ya, novel yang akan saya review kali ini juga adalah novel romance. Novel ini ditulis oleh Tong Hua, pada bagian cover dijelaskan jika Tong Hua adalah penulis Scarlet Heart yang telah dibuat K-dramanya. Ini membuat saya semakin penasaran tentang bagaimana isinya. Mari langsung review mina-san.

Blurb
Tidak da yang aneh dengan wanita
yang mengejar pria, kan?

Jabatan Su Man di perusahaannya sudah cukup tinggi, tapi tanpa
ragu ia keluar dari pekerjaannya. Gadis ini memalsukan CV-nya
supaya bisa melamar di kantor Song Yi, CEO perusahaan MG
yang juga adalah pria yang sudah disukainya selama tuju tahun.

Selanjutnya, si Cabe Rawit mengatakan keputusannya konyol.
Namun tekad Su Man sudah bulat.

Sayangnya, meski Su Man berhasil berkerja di MG dan mendekati
Song Yi, rencananya tidak berjalan mulus. Terutama dengan
adanya Lu Li Cheng. Pria atasan Su Man ini mengetahui rahasia
gadis itu dan berani 'memeras'-nya.

Belum beres permasalahan tersebut, ternyata si Cabe Rawit,
sahabatnya, merahasiakan sesuatu tentang Song Yi dari Su Man.

Review

        Kita mulai review dari cover novelnya. Novel ini didominasi dengan warna kuning,, oranye, cokelat dan merah bata. Suasana senja benar-benar terasa. Saya suka dengan gaya menggambar latar pada bagian cover, terlihat cantik. Terdapat ilustrasi laki-laki yang berpapasan dengan perempuan. Selain itu saya juga suka dengan font judul dan warna untuk judul, sangat indah dan cocok dengan latar cover. Bagian belakang cover yang berisikan blurb diberi rectangle dengan fill hitam dan dibuat sedikit transparan, tentu saja dengan begini blurb jadi terlihat jelas dan sangat membantu pembaca. Font blurb juga dibuat sederhana sehingga mudaj dibaca. Bahkan bagian cover belakang juga diberi ilustrasi. Saya kagum dengan desain covernya.

        Novel ini memiliki alur maju dan cukup lambat, namun tidak terlalu lambat sehingga sangat menyenangkan untuk diikuti terutama pada bab-bab awal. Karakter yang terdapat pada novel ini sebenarnya cukup umum untuk karakter novel romance. Su Man yang polos, Song Yi yang dingin, Lu Li Cheng yang pekerja keras dan si Cabe Rawit atau Lian Shuang yang barbar. Setiap karakter memiliki ciri khasnya sendiri yang menarik. Penulis juga berhaasil mendeskripsikan perubahan sifat dan pilihan yang diambil oleh Su Man dan Song Yi antara jaman dulu dan sekarang serta hal-hal yang membantuk mereka sehingga berubah menjadi sedemikian rupa. Konflik yang dihadirkan sangat khas novel romance pada umumnya, namun saya pribadi merasa tidak ada karakter antagonis dalam novel ini. Karena tokoh-tokoh dalam novel ini merupakan orang yang terlibat dengan perbankan maka setting tempat novel ini juga ada yang di luar negeri. Permasalahan yang diangkat bukan hanya tentang romansa, tapi juga tentang persahabatan, keluarga, keikhlasan, pertemuan serta perpisahan. 
    
        Hal yang saya dapatkan dari novel ini adalah pentingnya sebuah keberanian, perjuangan, betapa pentingnya keluarga dan pilihan yang kita pilih di kehidupan. Saya sangat kagum dengan kesabaran Su Man yang mengejar Song Yi yang jujur saja, saya pun pernah menggunakan cara seperti yang Su Man lakukan tapi bukan memalsukan CV, itu tentunya terlalu beresiko. Saya juga kagum pada kesetiakawanan Su Man pada si Cabe Rawit serta bagaimana Lu Li Cheng yang aaaaa, saya rasanya masih tidak mampu membicarakan tentangnya. Novel ini berhasil membuat saya senang, sedih dan malu setiap membaca perkatanya serta mengingatkan saya tentang pengalaman cinta pertama. Melalui 464 halaman, penulis berhasil membangun suasana, membangun perjalanan cinta Su Man yang menurut saya sangat baik, hanya ada beberapa yang sedikit tidak masuk akal tapi wajar karena penulis juga manusia. Saya sangat menghargai usaha penulis dalam mengembangkan konflik karena saya tahu bahwa menulis tidaklah mudah. Bagian yang paling saya suka adalah ketika Su Man berinteraksi lewat MSN dengan Song Yi dan perkembangan hubungannya dengan Lu Li Cheng serta pemikiran Su Man yang cerdik dalam mengetahui rahasia Lian Shuang. Saya juga suka dengan endingnya yang manusiawi. Jujur saja, saya pun akan melakukan seperti yang dilakukan Lu Li Cheng seandainya menjadi dia.

        Saya akan menjawab pertanyaan dari blurb, tidak ada yang aneh dengan wanita yang mengejar pria, kan? Jawaban saya adalah tidak, namun butuh keberanian dan tekad yang sangat besar untuk melakukannya. Novel ini saya rekomendasikan untuk mina-san yang merindukan cinta pertama. Mina-san yang menyukai novel Summer Lemongrass dan Silent Separation pasti juga akan menyukai novel ini. Para penggemar romance yang mencari kisah cinta yang mainstream namun dengan banyak pelajaran dan konflik yang cukup rumit. Novel ini dapat dibeli di toko buku online, mengingat novel ini merupakan novel lama dengan harga Rp 89.000,00. Saya rasa harga itu sangat cocok dengan 464 halaman dan pengalaman membaca yang menyenangkan. Sekian review dari saya, semoga membantu mina-san. Sampai jumpa di review lainnya. Mata Ashita ne~

"Aku... aku juga ingin memberitahumu sebuah rahasia. Kau harus menjaga rahasia ini. Aku... aku... aku sangat mencintai Song Yi." Halaman 142
Agustus 22, 2020 2 komentar

 

Judul Asli: 等一個人咖啡 (Děng yīgèrén kāfēi)
Judul Terjemahan: Cafe Waitng Love
Penulis: Giddens Ko
Penerjemah: Julianti
Penyunting: Arumdyah Tyasasu
Proofreader: Selsa Chintya
Cover Designer: Bambang "Bambi" Gunawan
Genre: Romance
Jenis: Mandarin Novel
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-602-7742-70-3
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 404 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Januari 2016
Harga: Rp 76.000,00
Rating: 4 of 5

        Konichiwa mina-san, kali ini saya akan mereview novel yang saya tunda baca karena tergoda novel misteri Higashino Keigo. Setelah mereview You Are The Apple of My Eye karya Giddens Ko, kali ini saya juga akan mereview novel karya Giddens Ko yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh tim Penerbit Haru yang berjudul Cafe Waiting Love. Sebenarnya novel ini merupakan novel lama dan saya sudah sangat ingin mereview novel ini setelah direkomendasikan oleh kak book.and_nat, salah satu bookstagram. Mari kita mulai reviewnya mina-san.

Blurb
Dalam hidup ini,
ada berapa kali saat di mana jantung
berdegup dengan kencang,
dan kata-kata tidak sanggup terucap?
Aku belum pernah berpacaran,
tapi aku tahu bahwa seseorang yang percaya pada cinta,
seharusnya menghargai momen setiap kali
jantungnya berdebar,
kemudian dengan berani mengejar kali berikutnya,
kali berikutnya,
dan kali berikutnya lagi.

Di dalam sebuah cafe kecil,
setiap orang sedang menunggu seseorang.

Review
        Seperti biasanya, kita membahas cover terlebih dahulu. Saya suka pemilihan warna yang di dominasi putih gading dan mint yang terlihat manis. Latar warna putih untuk covernya terlihat sangat cocok dengan warna mint. Saya juga suka ilustrasi cafe dan sepeda motor jenis lama dan mungkin hanya dimiliki orang-orang jaman dulu, selain itu terdapat ilustrasi bunga serta seseorang yang sedang menunggu. Saya juga suka pemilihan font judulnya yang sederhana, namun manis. Terdapat sebuah kutipan kata di bawah cover depan yang mempresentasikan cafe waiting love. Saya tidak terlalu mengerti tentang seni, tapi saya sangat suka dengan style gambarnya.

            Novel ini memiliki alur maju. Jika tokoh utama pada You are The Apple of My Eye adalah laki-laki, Novel Cafe Waiting Love memiliki tokoh utama perempuan. Sangat unik bagaimana penulis yang seorang laki-laki menempatkan diri sebagai perempuan, terutama karena sudut pandang novel ini adalah orang pertama pelaku utama. Tema yang diangkat dalam novel ini sangat sesuai dengan judulnya, yaitu penantian. Amanat yang ada dalam novel lebih kepada setiap orang menanti sesuatu, seperti kalimat yang terdapat pada covernya. Karakter-karakter dalam novel ini memiliki sifat yang beragam dan sangat unik. Saya merasa seperti tokoh yang ada di dalam novel ini memang nyata. Setiap karakter memiliki porsi yang sama dan sama sekali tidak ada yang sia-sia. Seperti biasa, gaya penceritaan dan deskripsi dari Giddens Ko sangat luar biasa. Selain itu saya sangat menyukai terjemahannya sehingga saya bisa dengan mudah masuk ke dalam cerita.

            Novel ini mengajarkan apa arti persahabatan, ketulusan, cinta dan penantian. Saya juga belajar bahwa kita sama sekali tidak boleh menilai seseorang hanya karena penampilan luarnya. Saya sangat suka dengan kisah cinta Siying yang ringan. Berbeda dengan novel romance pada umunya yang dimulai dari rasa benci, novel ini mengalir dengan begitu saja. Itulah yang membuat novel ini istimewa. Terdapat unsur komedi yang menghibur. Saya menyukai semua tokoh yang ada di dalam novel ini, namun jika diminta untuk memilih saya akan memilih A Tuo yang polos dan apa adanya. Bagian cerita yang saya sukai adalah cerita tentang masa lalu Nyonya Bos dan alasannya selalu menyediakan dua cangkir kopi aneh. Saya juga suka bagaimana penulis menjelaskan lingkaran pertemanan Siying yang semakin lebar setelah berteman dengan A Tuo. Saya pun sangat suka cara pendekatan yang dipilih oleh Siying untuk mendekati Si Kenya. Beberapa hal dalam novel ini membuat saya lebih mudah mengerti terutama beberapa kali penulis menjelaskan tentang film, aktor maupun majalah Shounen yang membuat saya terkikik mengerti majalah Shounen yang dimaksud. Selain itu novel ini juga sama sekali tidak pernah keluar jalur dari judul, dengan mengabil kata Cafe, penulis berhasil menjelaskan proses pembuatan kopi dan jenis kopi. Hampir lupa beberapa kali penulis menulis tentang Indonesia, seperti Luak Sumatra, sebuah nama yang dimiliki oleh seekor kucing.

        Saya rekomendasikan novel ini pada mina-san yang sangat suka novel romance, namun bosan dengan romance yang mainstream. Mina-san yang sedang dalam penantian, dan untuk mina-san yang mulai kecanduan karya Giddens Ko setelah membaca You Are The Apple of My Eye. Novel ini sangat sayang untuk dilewatkan. Novel ini bisa mina-san dapatkan di toko buku online karena sepertinya akan sulit mencarinya di toko buku offline. Dengan harga Rp 76.000,00 mina-san sudah mendapatkan kisah cinta yang unik ini. Terima kasih banyak telah membaca review saya. Semoga review saya dapat membantu mina-san. Mata Ashita ne〜

Akan tetapi, aku curiga kalau A Tuo adalah segelas air itu. Seratus persen air biasa yang tidak berwarna dan tidak berbau. Halaman 101
Agustus 20, 2020 No komentar

Judul Asli: 那些年,我们一起追的女孩 (Nàxiē nián, wǒmen yīqǐ zhuī de nǚhái)
Judul Terjemahan: You Are The Apple of My Eye
Penulis: Giddens Ko
Penerjemah: Stella Angelina dan Fei
Penyunting: NyiBlo
Proofreader: Dini Novita Sari
Cover Designer: Dedy Andrianto
Ilustrasi isi: teguhra
Genre: Romance
Jenis: Mandarin Novel
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-602-7742-28-4
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 350 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Februari 2014
Harga: Rp 65.000,00
Rating: 4 of 5

        Konichiwa mina-san, beberapa hari lalu saya membeli 3 novel terjemahan Mandarin dari Penerbit Haru. Tiga novel itu adalah novel yang belum pernah saya baca, novel ini merupakan novel lama dari Penerbit Haru dan syukulah masih ada stok. Saya membeli novel ini di bookoffindonesia, karena jujur saja harganya murah, meskipun sisa display dan sedikit menguning, namun masih pantas untuk dibaca karena dipilihkan kondisi yang terbaik. Seperti yang kalian ketahui bahwa novel You Are The Apple of My Eyes ini sudah ada filmnya,. Dulu saya sempat ingin membeli novelnya, namun karena bujukan teman saya yang menyarankan menonton filmnya terlebih dahulu, jadi saya melewatkan novel ini sekitar 3 tahun. Setelah 3 tahun, baru saya bisa membeli novel ini. Mari kita mulai saja reviewnya mina-san.

Blurb
Kau sangat kekanak-kanakan - Shen Jiayi
Sedikit pun kau tidak berubah, nenek yang keras kepala- Ke Jiteng

Semua berawal saat Ke Jiteng, seorang siswa pembuat onar,
dipindahkan untuk duduk di depan Shen Jiayi, supaya gadis murid
teladan itu bisa mengawasinya.
Ke Jiteng merasa Shen Jiayi sangat
menyebalkan. Apalagi, gadis itu selalu
suka menusuk punggungnya dengan
pulpen saat ia ingin tidur di kelas hingga
baju serangamnya jadi penuh bercak
tinta. Namun, perlahan Ke Jiteng
menyadari, kalau Shen Jiayi adalah seorang
gadis yang sangat spesial untuknya.

Karena masa mudaku, semua adalah tentangmu...

Review
        Cover novel ini memiliki background berwarna hijau pupus dengan border daun dan ilustrasi buah apel yang mewakili judul novel. Bagian yang paling saya sukai adalah bagian tengah ilustrasi apel pada bagian tengah yang dilubangi dan judul novel terletak di bagian dalam novel. Desain yang seperti itu merupakan desain yang unik dan menarik bagi saya secara pribadi. Pada sampul belakang novel terdapat sedikit foto filmnya yang dibentuk seperti foto dari kamera polaroid. 

           Alur cerita dimulai dari masa kini, kemudian mundur ke masa lalu. Secara keseluruhan dapat saya simpulkan bahwa alur cerita ini maju mundur. Alur maju ditandai dengan font tulisan yang diitalic. Tema yang diangkat yakni tentang cinta pertama di masa muda. Karakter yang ada di tiap cerita terasa hidup karena memang novel ini merupakan semi-autobiografi. Saya paling suka karakter Ke Jiteng yang gigih dan saya juga suka bagaimana perasaan cinta bisa membawa perubahan pada diri seseorang ke arah yang positif. Saya sangat menghargai kisah cinta yang seperti itu. Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang pertama, pelaku utama sehingga kita dapat lebih memahami karakter Ke Jiteng yang jujur dan cukup licik. Dari sudut pandang ini, kita juga dapat mengetahui betapa gigih dan tulusnya Ke Jiteng. Amanat yang sampai kepada saya tentang mencintai dengan tulus. Tidak ada yang mampu mencintai setulus Ke Jiteng pada Shen Jiayi meskipun endingnya sedikit membuat saya hem, gemas.

            Novel ini selain mengangkat tentang percintaan, juga tentang persahabatan dan masa muda. Membaca novel ini membuat saya kembali ke jaman ketika saya SMP dan SMA. Meskipun tidak seindah Ke Jiteng dan banyak hal menyebalkan yang terjadi, tapi saya menghargai masa lalu saya. Dari perjalanan Ke Jiteng mengejar Shen Jiayi membuat saya belajar banyak hal, kesabaran Ke Jiteng yang menjadi teman dan terus konsisten menyukai Shen Jiayi, keikhlasannya, itulah yang membuat saya sangat menyukai dan menghargai sosoknya. Saya juga menghargai persahabatan Ke Jiteng dan kawan-kawannya. Sangat sulit mencari sahabat yang seperti mereka. Itulah yang saya pikirkan ketika membaca novel ini. Dalam novel ini juga diceritakan asal mula nama Giddens Ko dan asal muasal beliau menjadi seorang penulis. 

            Novel ini saya rekomendasikan kepada kalian yang sedang mencari makna tentang cinta, ketulusan dan persahabatan. Mina-san yang merindukan masa muda juga sangat saya sarankan membaca novel ini. Mina-san yang ingin mencoba membaca novel karya Giddens Ko, bisa mulai dari novel ini. Ah, saya hampir lupa. Novel ini merupakan novel cover lama dan sudah memiliki cover baru yang bisa kalian beli di toko buku online maupun offline. Untuk harga Rp 65.000,00 kalian bisa mendapat kisah yang seindah ini. Novel asli maupun terjemahan yang halus, saya jamin mina-san tidak akan bisa berhenti membaca sebelum sampai di halaman terakhir novel ini. Sekian review dari saya, semoga dapat membantu mina-san. Sampai ketemu di review saya yang lainnya. Mata Ashita~

Kau adalah orang yang paling berharga untukku. - Halaman 230
Agustus 09, 2020 No komentar

Judul Asli: 鑽石情人來報到 (Zuànshí qíngrén lái fù dào)
Judul Terjemahan: A Dandelion Wish
Penulis: Xi Shi
Genre: Romance
Jenis: Mandarin Novel
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-602-7742-34-5
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 346 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: April 2016
Harga: Rp 58.000,00
Rating: 4 of 5

       Konichiwa mina-san, review kali ini kembali lagi, novel romance mandarin dengan judul A Dandelion Wish. Saya belakangan ini berusaha untuk menghabiskan beberapa novel romance yang saya kira menarik dan kebanyakan temanya tentang amnesia. Apakah ceritanya akan serupa dengan A Stolen Years? Mari kita mulai reviewnya.

Blurb
Pria itu sudah gila.
Orang normal tidak akan duduk di atas kap mobil orang yang tak ia kenal dan menyanyikan lagu blues di tengah badai topan.

Dokter Bai Qian Xun yang sedang lelah setelah kesibukan mendadaknya di UGD. Kaget sekali saat melihat seorang pria asing duduk dengan santai di atas kap mobilnya. Yang lebih menjengkelkan lagi, pria yang ternyata hilang ingatan tersebut meminta Bai Qian Xun untuk menampungnya malam itu.

Meski awalnya tidak mau, akhirnya hati Dokter Bai Qian Xun pun tergerak. Wanita itu lalu membawa pria aneh tersebut ke apartemennya. Lambat laun, ia pun mulai menyukai kehadiran pria itu dalam hidupnya, bahkan jatuh hati pada pria misterius tersebut. 

Namun, ketika hilang ingatan pria itu kembali, bagaimanakah nasib hubungan mereka berdua?

Review
       Mari kita bahas dari desain covernya. Saya sangat suka dengan latar warna kuningnya yang lembut. Rasanya menenangkan seperti melihat sinar matahari karena kebanyakan novel yang saya miliki berwarna gelap atau merah jadi menghibur sekali melihat warna kuning diantaranya meskipun saya pribadi tidak terlalu menyukai warna kuning. Font judulnya sangat cantik, wanra font merah bata sangat cocok dengan warna kuning.  Terdapat ilustrasi gadis yang meniup bunga dandelion. Membuat saya penasaran sekali dengan isinya, sedih atau bahagiakah?

       Alur cerita cukup cepat, mulai dari perjumpaan mereka berdua dan semakin cepat lagi namun saya cukup menikmatinya karena jika terlalu lambat, saya mungkin akan segera bosan. Konflik yang disajikan sebenarnya cukup sederhana dan umum, penulis berhasil membangun suasana seseorang yang jatuh cinta sehingga konflik terasa menarik. Suasana rumah sakit sangat kental pada cerita ini, latar yang disajikanpun kebanyakan di rumah sakit atau apartemen karena sosok Bai Qian Xun yang kuno. 

       Saya suka bagian penokohan cerita ini, sosok Bai Qian Xun yang menurut saya merupakan perempuan paling realistis yang akhirnya jatuh cinta. Bagaimana karakternya berlahan bergerak. Sungguh menarik untuk diikuti. Chen Feng pun merupakan karakter pria yang menjadi idaman karena kesabarannya dan multitalent nya yang membuat saya berpikir adakah laki-laki seperti ini di kehidupan nyata? Amanat yang disampaikan jelas sekali masih berhubungan dengan cinta. Sekuatnya kita, ketika jatuh cinta pasti akan menjadi lemah. Novel ini tidak hanya membahas tentang pekerjaan dokter jantung, soal cinta, namun juga memerkenalkan beberapa makanan oriental yang dideskripsikan dengan baik dan terdengar lezat. 

       Novel ini sangat menarik dan cocok untuk kalian yang menyukai karakter wanita utama yang kuat dan berani. Kalian yang mengharapkan kisah cinta romantis atau dimanjakan oleh seseorang, novel ini bisa menjadi jawabannya. Dengan Rp 58.000,00 kalian sudah bisa mendapatkan novel manis ini. Selain itu novel ini merupakan novel lama, mungkin akan sedikit sulit untuk mendapatkannya tapi jangan sedih, beberpa maket place masih menjual novel ini. Jadi apalagi yang ditunggu? Mari kita terjun untuk jatuh cinta bersama dengan tokoh dalam cerita ini. Sekian review singkat dari saya, semoga dapat membantu mina-san. Mata Ashita ne~

"Tokoh-tokoh dalam film itu begitu rumit dipahami. Saat cinta, kembali menjadi pasangan, lalu saat sudah tak cinta, langsung mengucapkan selamat tinggal. Hubungan yang tidak jelas begitu, apa untungnya?"  Halaman 86
Mei 19, 2020 No komentar

Judul Asli: 被偷走的那五年 (Bèi tōu zǒu dì nà wǔ nián)    
Judul Terjemahan: The Stolen Years
Penulis: Ba Yue Chang An
Penerjemah: Jeanni Hidayat
Penyunting: M. Noviana
Cover design: Chyntia Yanetha
Genre: Romance
Jenis: Mandarin Novel
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-602-7742-66-6
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 384 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Januari 2016
Harga: Rp 65.000,00
Rating: 4 of 5

       Konnichiwa mina-san, apa kabar? Kali ini saya akan mereview sebuah novel lama terjemahan Penerbit Haru. Novel ini merupakan novel terjemahan mandarin dan saya yakin jika kalian pasti tahu genrenya adalah romance. Novel ini sebenarnya merupakan novel yang terbit tahun 2016 namun baru kali ini saya berkesempatan untuk membeli dan membacanya. Karena saya percaya jika romace dari M Novel Penerbit Haru tidak pernah gagal. Dari pada kita banyak bicara, mari kita mulai reviewnya mina-san.

Blurb
Benarkah waktu dapat mengikis perasaan cinta?

Hal terakhir yang diingat He Man adalah ia sedang berbulan madu dengan
suaminya, Xie Yu. Namun, tiba-tiba gadis itu terbangun di rumah sakit
dan sudah bercerai. He Man mengalami amnesia dan lupa akkan lima tahun
terakhirnya.

Ia tidak mengerti mengapa ia bisa bercerai dari Xie Yu padahal mereka
saling mencintai. Ia tidak mengerti mengapa sahabatnya sekarang malah
menjadi musuhnya. Ia tidak mengerti mengapa seakan semua orang
membencinya.

Ketika He Man berusaha mengumpulkan kembali kenangan dan
ingatannya, ia mulai menemukan hal-hal yang tidak pernah ia duga
sebelumnya.

Review
       Dari segi desain covernya, saya sangat menyukainya. Warna putih yang dominan dengan efek berwarna merah muda memberikan kesan yang manis. Terdapat ilustrasi seorang gadis dan jam pasir yang saya yakini mencerminkan judul dan isi dari novel. Pemilihan font yang mudah untuk saya baca dan terkesan indah, selain itu pemilihan warna cokelat pada font judul membuat saya semakin nyaman melihatnya. Pada bagian cover juga terdapat hiasan berupa bunga forget me not yang terlihat sesuai dengan judulnya. Secara keseluruhan saya sangat menyukai cover novel ini.

       Alur yang diceritakan pada novel ini merupakan alur maju. Tema yang diangkat sebenarnya cukup klise dengan mengambil amnesia. Tapi bagian menariknya adalah ketika He Man siuman dan tahu jika telah bercerai. Ini adalah poin plus dari novel ini. Penokohan yang unik dan saya dapat melihat perkembangan karakter dengan baik, sosok He Man sebelum dan setelah kecelakaan dan sosok Xie Yu sebelum dan setelah bercerai. Amanat novel ini seperti menunjukkan bahwa ketika mencintai seseorang kita tidak diperbolehkan untuk egois. Sudut pandang yang digunakan yaitu orang ketiga pelaku utama dan saya merasa bahwa suasana novel ini ringan pada bagian awal lalu semakin lama semakin berat. Bagian yang paling mengejutkan adalah terkuaknya rahasia perceraian mereka dan saya juga sangat menyukai interaksi antara He Man dan Xie Yu.

       Novel ini memberikan kesan tentang seseorang yang berpisah namun tetap saling mencintai. He Man yang berkembang secara perlahan, bagaimana He Man beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya setelah hilang ingatan serta usaha He Man untuk mengingat kembali masa lalu. Saya sangat suka sosok Xie Yu yang sabar dan tidak tega terhadap orang lain. Saya sangat menikmati novel ini di alur awal dan kemudian semakin sedih pada bagian akhir. Saya juga suka bagaimana penulis mengaduk perasaan saya pada setiap babnya dan uniknya pada setiap awal bab terdapat kutipan yang berhubungan dengan narasi novel. Sayangnya alur novel ini terlalu cepat, saya masih berharap agar penulis menjelaskan beberapa kegiatan yang berkesan bagi mereka bukan hanya lompat tahun. Novel ini memiliki ending berupa open ending , jadi tergantung bagaimana kalian menginterpretasikan endingnya. Keputusannya ada di tangan kita.

       Saya merekomendasikan novel ini untuk kalian yang menyukai drama Mandarin, mencari makna cinta dan hubungan serta sedang kalut dalam urusan dunia. Untuk kalian yang menyukai genre romance dan membahas tentang pernikahan, novel ini sangat cocok untuk kalian. Novel ini dibandrol dengan harga Rp 69.000,00 harga yang sangat murah untuk ukuran pelajar. Seperti yang saya katakan bahwa novel ini merupakan novel lama, mungkin kalian akan sulit menemukannya di pasaran, tapi ini bukan alasan bagi kalian untuk membeli buku bajakan bukan?

"Akhir dari asmara selalu sama. Awalnya selalu bergaya maksimal, memperlihatkan sisi terbaik; sampai pada akhirnya sama sekali tidak malu untuk bersendawa, juga kentut di depan pasangan." Halaman 106
Mei 14, 2020 No komentar
Older Posts

Hajimemashite

About Me

Asako
Seorang wibu yang suka membaca buku dan mencoba untuk menjadi blogger. Blog ini berisi tentang buku yang telah saya baca. Kore kara mo yoroshiku onegaishimasu~

Contact me: asakononiwa@gmail.com

Follow Us

Japanese Author

Akiyoshi Rikako Arikawa Hiro Asai Ryo Ayatsuji Yukito Chinen Mikito Dazai Osamu Edogawa Ranpo Fumio Sasaki Higashigawa Tokuya Higashino Keigo Ibuki Yuki Imamura Masahiro Kaiji Motojiro Kawaguchi Toshikazu Kawamura Genki Koshigaya Osamu Matsuda Aoko Minato Kanae Miyashita Natsu Murata Sayaka Nakamura Kou Natsume Soseki Ogawa Mimei Sakae Tsuboi Sasaki Tsukasa Shimada Soji Shinkai Makoto Shoji Yukiya Sosuke Natsukawa Sumino Yoru Tetsuko Kuroyanagi Tsujimura Mizuki Yonezawa Honobu Yoshimoto Banana

Mandarin Author

Ba Yue Chang An Giddens Ko Gu Man Ikumisa Kim Young ha Macchiato Neal Wu Star Cheng Tong Hua Xi Zhi Yang Yang

Korean Author

Jeong You Jeong Kim Young ha Lee Kkoch-Nim Mijin Jung You Sun Dong

Fiction

Comedy Dark Fairytales Drama Fantasy Gore Horror Iya-misu Koten-bu Series Mystery Photography Psychology Romance Semi-Autobiografi Slice of Life Sport Thriller

Non Fiction

Education Self Improvement Semi-Autobiografi Social Sciences

recent posts

Popular Posts

  • (Review) The Tokyo Zodiac Murders
    Judul Asli: 占星術殺人事件 ( Senseijutsu Satsujinjiken) Judul Terjemahan: The Tokyo Zodiac Murders (Pembunuhan Zodiak Tokyo) Penulis: Shimada Soji ...
  • (Review) Kitchen
      Judul Asli: キッチン(Kitchen) J udul Terjemahan: Kitchen Penulis: Yoshimoto Banana Penerjemah: Ribeka Ota Pemeriksa Bahasa: Andry ...
  • (Review) I Saw The Same Dream Again
    Judul Terjemahan: Mata, Onaji Yume wo Miteita Judul: I Saw The Same Dream Again Pengarang: Sumino Yoru Genre: Slice of Life Jenis: J...

Blog Archive

  • ▼  2023 (10)
    • ▼  Desember (3)
      • (Review) Imprisonment
      • (Review) Motherhood
      • (Review) The Cat Who Saved The Book
    • ►  November (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2020 (29)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (22)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (6)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (6)
  • ►  2018 (16)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2017 (2)
    • ►  September (2)
Diberdayakan oleh Blogger.

Created with by ThemeXpose