twitter instagram
  • Home
  • Japanese
  • Mandarin
  • Korea
  • Dark Fairytales
  • Nonfiksi

Asako no Niwa

Irrashaimase mina-san. Douzou yonde kudasai

 


Judul Asli: 哀愁しんでれら~もう一人のシンデレラ (Aishuu Cinderella -Mouhitori no Cinderella)
Judul Terjemahan: Cinderella Addiction (The Other Cinderella)
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerjemah: Asri Pratiwi Wulandari
Penyunting: Dyah Agustine
Penyelaras Aksara: Francisca Ratna
Desainer Sampul: Pola
Penata Sampul: Propanardilla
Genre: Thriller, Mystery, Iya-misu
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 9786237351948
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 264 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Juli 2022
Harga: Rp 99.500,00
Rating: 4 of 5

       Konichiwa mina-san, apa kabar? Mina-san sudah lama sekali ya saya tidak mereview buku milik Akiyoshi-sensei. Kali ini saya akan mereview buku milik Akiyoshi-sensei yang terbit tahun 2022. Yap, saya sempat berhenti mereview sebelumnya dan ini adalah salah satu buku yang saya lewatkan. Apakah akan sehebat buku-buku sensei lainnya? Mari kita mulai reviewnya mina-san.

Blurb
Aku hanya ingin bahagia....

Review
        Okay mina-san kita mulai review dari covernya. Sama seperti novel-novel Akiyoshi-sensei sebelumnya. Cover novel terjemahan Akiyoshi-sensei kali ini juga di desain oleh Pola. Seperti cover novel sensei sebelumnya, novel ini memiliki latar background hitam dengan ilustrasi Sakura-san, tokoh utama dalam cerita yang membawa sepatu kaca. Judul novel ini memiliki warna fill warna putih dengan style font yang cantik, bertolak belakang dengan covernya yang memberikan kesan thriller. Selain menggambarkan tokoh Sakura-san, Pola juga menambahkan ilustrasi bunga sakura. Pada bagian belakang novel Pola menggambarkan ilustrasi keluarga bahagia. Cocok dengan blurb.

           Cinderella Addiction memiliki alur maju dan dengan sudut pandang yang berubah pada tiap tokoh. Tema yang diangkat pun tak biasa karena "Cinderella" merupakan petunjuk dari cerita yang ada di dalam novel ini. Tiap karakter dalam tokoh ini digambarkan dengan sangat baik dan hati-hati karena kalian akan menyadari perubahan drastis pada setiap tokoh dalam cerita. Kalian akan dibawa oleh mengalir oleh alur cerita dan tokoh yang nampak "normal" dan sempurna. Sampai kalian akan sadar bahwa terdapat bom waktu dalam cerita ini. Amanat dalam cerita ini adalah kasih sayang yang berlebihan bukanlah sesuatu yang baik. 

        Menurut saya, novel Cinderella Addiction ini sangat mindblowing. Karena saya cukup terkejut dengan main villain tokoh ini yang sangat manipulatif serta terdapat beberapa ciri psikopat yang umum yang sering saya dengar melalui cerita-cerita thriller. Namun, Sensei bisa mengemasnya dengan sangat baik. Ada salah satu tokoh Sensei yang sangat saya sukai di awal dan saya percayai akan berakhir seperti memory of glass. Sayangnya, saya salah. Jangan mudah percaya pada tokoh dalam cerita sensei, saya melupakan pedoman itu. Ending cerita yang penuh plot twist dan menghancurkan harapan saya. Saya serasa Confession karya Minato Kanae dengan sentuhan Akiyoshi-sensei. Saya juga suka bagaimana sensei mengemas tokoh Sakura yang ternyata memiliki gangguan kepribadian maladaptive daydreaming? Mungkin mina-san ada yang tahu gangguan kepribadian apa yang dialami oleh Sakura-san bisa memberikan komentar di bawah.

        Novel ini saya rekomendasikan untuk mina-san yang menyukai novel-novel karya Akiyoshi-sensei. Mina-san yang menyukai novel Jepang dan genre thriller. Novel ini diberi rating 17+ jadi harap mina-san bijak dalam membaca. Cinderella Addiction bisa mina-san beli secara online maupun offline dengan harga Rp 99.500,00 yang tentu saja harga yang sangat murah untuk menikmati karya hebat dari Akiyoshi-sensei. Sekian review dari saya, mohon maaf karena saya cukup menahan diri untuk memberikan spoiler pada mina-san. Semoga review saya membantu. Mata Ashita ne~

Aku telah mengenakan sepatu kaca.
Aku telah menjadi Cinderella.
Halaman 156
Juni 01, 2023 No komentar

Judul Asli: 도둑 맞은 책 (dodug maj-eun chaeg)
Judul Terjemahan: The Purloined Book (Skenario Curian)
Penulis: You Sun Dong
Penerjemah: Primastuti Dewi
Penyunting: Aprilia Wirahma
Redesain cover: Andrew Renaldy
Penata letak: Astrid Arastazia
Desainer: Alif Mustofa
Genre: Misteri, Thriller
Jenis: Terjemahan Korea
Penerbit: Penerbit Bhuana Ilmu Populer
ISBN: 978-623-216-946-3
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 305 Halaman
Harga: Rp 90.000,00
Rating: 4 of 5

    Konichiwa mina-san, saya akan mereview novel korea (lagi). Sama seperti sebelum-sebelumnya, novel ini bergenre Thriller, Mystery. Novel ini saya habiskan dalam waktu seminggu karena belakangan ini saya terkena slump. Ini novel dari Penerbit Bhuana Ilmu Populer yang pertama saya baca. Dari pada saya semakin mmebuang waktu mina-san, mari kita mulai saja reviewnya.

Blurb
Seo Dong Yoon, dosen sekaligus penulis skenario yang menjadi saksi atas kematian Kim Yeong-ho. Pelaku memukul bagian kepala dan wajah dengan pipa tanpa ampun. Sampai-sampai wajah korban tidak bisa dikenali. Mendengar berita kematian Yeong-ho, Dong-Yoon terus termenung, kepalanya seperti dipukul dengan benda tumpul. Kenapa hal ini bisa terjadi setelah semalam Yeong-ho berpisah dengannya? Jelas sekali terlihat di mata Dong-Yoon kondisi pada hari itu. Gang dan hujan yang turun dengan lebat, wajah penuh darah dan senyuman sinis, serta sosok Yeong-ho yang berjalan menjauh dengan tertatih-tatih. Sementara itu, seorang penulis pendamping juga ditemukan tak bernyawa setelah pergi minum-minum dengan Dong-Yoon.

Dengan menggali sisa-sisa ingatannya , Dong-yoon berusaha mencari tahu kejadian yang terlihat jelas di matanya pada hari itu.

Review
    Cover The Purloined Book memiliki latar berwarna putih dengan pemilihan font yang sederhana. Tulisan pada cover, nampak seperti lembaran kertas yang di baliknya penuh noda darah. Sejujurnya untuk cover novel ini sangat sederhana dibanding kebanyakan novel yang pernah saya baca, namun itu tidak mengurangi keunikan isi novelnya.

    Tema yang diangkat merupakan novel dengan tema misteri dan thriller. Alur yang diceritakan merupakan alur mundur karena dibuka oleh keadaan Penulis Seo dimasa kini kemudian kembali ke masa lalu. Pengembangan karakter utama yang baik dan semakin menyebalkan di tiap halamannya. Penulis Seo merupakan satu-satunya karakter yang dijelaskan dengan detail setiap pemikiran dan semakin berkembang karena sudut pandang yang digunakan merupakan orang pertama, pelaku utama. Novel ini juga mengungkap betapa buruknya dunia perfilman yang selama ini kita tahu, betapa beratnya menjadi penuli skenario dan betapa kotornya otak manusia. Suasana batin tokoh utama dijabarkan dengan sangat baik sehingga saya dapat merasakan sensasi tidak enak yang hadir pada buku ini.

    Keunikan novel ini terletak pada daftar isinya, yang nampak seperti sebuah skenario yang memiliki dua bagian. Pada bagian awal memiliki judul yang berbeda seperti sebuah cerpen sedangkan pada bagian kedua memiliki judul berdasarkan berapa hari yang telah ddilewati. Keunikan lainnya dari novel ini adalah, setiap judulnya merupakan judul-judul film. Terdapat beberapa istilah perfilman yang akan menambah pengetahuan. Novel ini juga menyajikan beberapa istilah dalam bahasa Jepang. Untuk kalian yang menunggu unsur gore dalam novel ini, sebaiknya kalian bersabar. Novel ini juga memiliki beberapa unsur dewasa, tentu saja karena itulah rate novel ini 17+. Bagian menonjol pada novel ini tentu saja ada pada karakter utamanya yang membuat saya yakin, ada sesuatu yang salah pada dirinya.

    Singkatnya novel ini sangat saya rekomendasikan untuk kalian yang sudah DEWASA, kalian pencinta thriller korea dan menyukai tokoh yang busuk sampai ke akar-akarnya. Novel ini merupakan novel yang cocok dibaca sedikit-sedikit karena memiliki judul yang berbeda, hampir seperti kumpulan cerpen. Ah, saya hampir lupa. Pada bagian pesan penulis, novel ini juga ada webtoon dan theaternya. Jadi, novel ini merupakan novel yang tidak diragukan lagi kualitasnya. Mina-san yang tertarik, dapat membeli novel ini seharga Rp 90.000,00 di toko buku online maupun offline. Sekian review dari saya, terima kasih banyak dan semoga dapat membantu mina-san. Mata Ashita ne~

"Kau tahu caranya? CARA MENJADIKAN NASKAH ITU MILIKMU SELAMANYA." Halaman 62
Juli 16, 2020 2 komentar

Judul Asli: 살인자의 기억법 (sal-injaui gieogbeob)
Judul Terjemahan: Catatan Harian Sang Pembunuh
Penulis: Kim Young ha
Alih bahasa: Iingliana
Ilustrasi sampul: Martin Dima
Genre: Misteri, Thriller
Jenis: Terjemahan Korea
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-06395-50
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 160 Halaman
Harga: Rp 58.000,00
Rating: 4 of 5

        Konichiwa mina-san, apa kabar? Kali ini saya akan mereview novel Terjemahan Korea. Novel ini merupakan novel dengan genre mystery, thriller. Setelah benar-benar sangat puas dengan Novel Good Son, dengan sedikit memberanikan diri saya berharap cemas membeli novel ini bersama dengan Purloined Book. Mari kita mulai saja reviewnya.

Blurb
Terakhir kali aku membunuh seseorang
adalah 25 tahun yang lalu-atau 26 tahun
yang lalu? Kurang-lebih begitulah.

Kim Byeong-su adalah mantan pembunuh
berantai berumur 70 tahun yang mulai
hilang ingatan akibat demensia. Demi
mempertahankan ingatan yang tersisa, ia pun
mencatat semua yang terjadi pada dirinya,
termasuk kehadiran kekasih putrinya yang
dicurigainya sebagai pembunuh berantai
yang kini mengincar wanita-wanita di desa
tempat tinggal mereka.

Kim Byeong-su harus memastikan
putrinya tidak menjadi korban berikut.

Ia pun memutuskan membunuh pria itu,
sebelum ingatannya hilang seluruhnya.

Review
        Dari desain covernya, saya sangat suka karena sangat sederhana dengan beberapa noda darah serta goresan yang memberikan kesan thriller. Pemilihan font yang bagus sehingga memberikan kesan seperti buku catatan yang sesungguhnya. Latar merah yang menjadi dasar background novel menambah kesan ngeri, meskipun hal ini juga membuat percikan darah tidak terlalu menonjol. Cover novel ini di desain seperti book jacket sehingga memberi kesan seperti buku nonfiksi. 

        Novel ini memiliki alur yang cepat karena seperti judulnya, cerita di novel ini didesain seperti buku catatan sehingga cerita cenderung singkat dan bahasanya sederhana. Sudut pandang yang digunakan adalah orang pertama pelaku utama. Suasana yang dibangun juga cukup mengerikan dan membingungkan. Tokoh utama dalam novel ini adalah mantan pembunuh berantai Kim Byeong-su yang berusia 70 tahun dan didiagnosis menderita alzeimer. Latar pedesaan yang benar-benar terasa terutama bagaimana penulis berusaha mendeskripsikan hutan bambu di pekarangan rumah Byeong-su. Amanat yang sampai kepada saya, seperti halnya mayat yang perlahan membusuk. Suatu saat kebusukan manusia pasti akan terbongkat, cepat atau lambat.

        Novel ini dilabeli 21+ artinya untuk dewasa, sehingga anak di bawah umur maupun orang yang tidak siap secara mental, lebih baik tidak membacanya. Jika dibandingkan dengan Good Son, novel ini memiliki perbandingan yang cukup jauh. Padalah label untuk Good Son adalah 17+. Perbedaan lainnya, jika Good Son menceritakan betapa cerdasnya predator, novel ini menceritakan tentang bagaimana seseorang yang benar-benar memiliki demensia. Saya suka bagaimana novel ini membuat saya memahami perasaan seorang penderita alzeimer dan uniknya lagi, beliau adalah mantan pembunuh berantai. Bagaimana kebingungannya beliau dan bagaimana ia tidak bisa mempercayai siapapun bahkan dirinya sendiri. Lebih menariknya lagi adalah cara pandangnya terhadap kematian dan bagaimana ia menggambarkan kematian dalam sebuah puisi. Terlepas dari cara membunuhnya yang cukup sadis. Unsur gore di dalamnya, menurut saya tidak terlalu parah, hanya saja saya cukup pusing ketika membacanya. Mungkin sensasi yang dihadirkan dari tokoh itu sendiri yang membuat saya sedikit pusing dan tidak nyaman ketika menuju ke halaman terakhir. Saya juga suka bagaimana penulis memberikan plot twist di akhir cerita.

        Novel ini saya rekomendasikan untuk kalian yang mencari genre thriller serupa dengan Good Son hanya saja sedikit lebih ringan. Kalian yang suka korea dan kisah tentang pembunuh berantai. Untuk ukuran novel, novel ini memiliki sedikit halaman, meskipun begitu novel ini memang sangat pas jika hanya sampai 160 halaman. Saya tidak bisa membayangkan jika lebih panjang dari ini. Pasti akan terasa menyebalkan. Novel Catatan Harian Sang Pembunuh bisa kalian dapatkan dengan harga Rp 58.000,00, harga yang murah untuk novel dengan konsep yang unik, baik isi maupun desain covernya. Sekian review dari saya, semoga dapat membantu. Mata Ashita ne~

"Lagi-lagi tentang darah dan mayat? Seharusnya kau melunak sedikit di usia tuamu, sobat." Halaman 101

Juli 08, 2020 2 komentar

Judul Asli: 占星術殺人事件 (Senseijutsu Satsujinjiken)
Judul Terjemahan: The Tokyo Zodiac Murders (Pembunuhan Zodiak Tokyo)
Penulis: Shimada Soji
Genre: Mystery
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Gramedia
ISBN: 9789792285918
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 360 Halaman
Cetakan ke: 5
Terbit: Maret 2020
Harga: Rp 90.000,00
Rating: 4 of 5

       Konichiwa mina-san, bagaimana kabar kalian? Selama beberapa hari setelah mereview Goodbye Fairy, saya sedang mengalami gejala aneh. Jadi setiap membuka buku, tiba-tiba saya mengantuk dan ini membuat saya tidak semangat menbaca seperti biasanya. Karenanya saya menghabiskan buku yang akan saya review ini sekitar 3 hari, lebih lama dari novel lainnya. Novel yang akan saya review kali ini adalah The Tokyo Zodiac Murders. Novel ini merupakan novel lama yang akhirnya covernya dicetak ulang, mungkin ingin menyesuaikan dengan karya Soji Shimada yang baru terbit Pembunuhan di Rumah Miring. Lain kali akan saya review. Mari kita mulai mina-san.

Blurb
Pada suatu malam bersalju tahun 1936, seorang seniman dipukuli
hingga tewas di balik pintu studionya yang terkunci di Tokyo.
Polisi menemukan surat wasiat aneh yang memaparkan
rencananya untuk menciptakan Azoth "Sang wanita 
sempurna" dari potongan-potongan tubuh wanita muda
kerabatnya. Tak lama sesudah itu, putri tertuanya dibunuh. Lalu 
putri-putrinya yang lain serta keponakan-keponakan
perempuannya tiba-tiba menghilang. Satu per satu mayat mereka
yang termutilasi ditemukan, semua dikubur sesuai dengan prinsip
astrologis yang diuraikan sang seniman.

Pembantaian misterius itu mengguncang Jepang, menyibukkan
pihak berwenang dan para detektif amatir, namun tirai misteri tetap
tak terpecahkan selama lebih dari 40 tahun. Lalu pada suatu hari di
tahun 1979, sebuah dokumen diserahkan kepada Kiyoshi Mitarai,
seorang astrolog, peramal nasib, dan detektif eksentrik. Dengan 
didampingi Dr. Watson versinya sendiri, seorang ilustrator dan penggemar kisah detektif, Kazumi Ishioka, dia mulai melacak jejak
pelaku Pembunuhan Zodiak Tokyo serta pencipta Azoth yang bagaikan lenyap ditelan bumi.

Kisah menarik tentang sulap dan ilusi karya salah satu pencerita misteri
terkemuka di Jepang ini disusun seperti tragedi panggung yabg megah. 
Penulis melemparkan tantangan kepada pembaca untuk membongkar
misteri sebelum tirai ditutup.

Review
       Cover dari novel The Tokyo Zodiac Murders yang baru memiliki latar warna merah dan tulisan warna hitam. Saya rasa secara jujur lebih menyukai cover lamanya karena jujur saya cover baru ini menyakiti mata saya ketika berusaha membaca blurbnya. Cover baru ini di desain agar sesuai untuk dikoleksi dengan novel Soji Shimada-sensei lainnya yang baru saja diterjemahkan berjudul Murder in the Crooked House yang menurut saya sayang sekali. 

       Alur cerita yang digunakan maju, lambat pada bagian awal namun mulai terasa seru pada bagian pertengahan. Penokohan yang dibangun dan yang paling kuat adalah Kiyoshi Mitarai dan Kazumi Ishioka yang sama-sama seorang detektif dengan sifat yang bertentangan. Tokoh lainnya hanya diceritakan melalui sebuah surat atau melalui deksripsi dari Ishioka mengingat kasus ini merupakan kasus lama yang diangkat kembali. Sudut pandang yang diambil adalah dari tokoh Kazumi Ishioka sebagai orang pertama pelaku utama. Suasana yang diciptakan oleh Soji Shimada-sensei cukup menegangkan. Sensasi gore yang cukup terasa dan membuat saya bermimpi buruk selama 2 hari berturut-turut. 

       Pada bagian awal cerita akan muncul surat wasiat dari Umezawa Heikichi, pada bagian surat wasiat ini kita dibeberkan beberapa alasan dan mungkin saja petunjuk terselip di dalamnya. Uniknya novel ini didesain seperti drama yang terdiri atas beberapa babak dan daftar pemeran seolah kita tengah ada dalam drama. Kita juga disuguhkan perdebatan kecil antara Mitarai dan Ishioka yang cukup lucu. Saya suka bagaimana mereka saling menyangkal teori masing-masing. Terdapat ilustrasi gambar yang disajikan oleh penulis sehingga memudahkan kita untuk ikut menebak pelaku sebenarnya. Kita juga disuguhkan pemandangan Jepang terutama kota Tokyo dan Kyoto pada masanya yang membuat saya semakin ingin ke Kyoto, buku ini juga membahas tentang alkimia, zodiak dan astrologi. Menariknya mendekati adegan terakhir, kita mendapat surat tantangan dari penulis untuk menebak siapa pembunuh sebenarnya. Saya tidak berhasil menebak namun saya menikmati teori yang disajikan oleh Mitarai. 

       Novel ini merupakan novel yang membuat saya kehilangan minat baca pada bagian awal karena alur yang terlalu lambat namun menyenangkan pada bagian pertengahan sehingga membuat saya tidak bisa berhenti membaca. Novel ini saya rekomendasikan untuk kalian pecinta Sherlock Holmes karena kedua tokoh ini hampir mirip seperti mereka namun berbeda interaksi antara Holmes dan Watson. Novel ini memiliki rate 17+ jadi saya harap kalian berhati-hati membacanya, untuk kalian yang di bawah umur, saya harapkan agar jangan membaca buku ini dahulu sebelum kalian cukup umur dan pemikiran kalian cukup dewasa. Untuk novel seharga Rp 90.000,00 novel ini cukup menghibur bagi saya dan cukup seru, namun sekali lagi saya begitu menyayangkan desain covernya. Sampai jumpa pada review lainnya. Mata Ashita nee~
Mei 21, 2020 2 komentar

Judul Asli: Another Episode S
Judul Terjemahan: Another Episode S
Penulis: Ayatsuji Yukito
Genre: Horror, Misteri, Gore
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-623-7351-27-6
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 272 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Januari 2020
Harga: Rp 89.000,00
Rating: 4 of 5
Januari 31, 2020 18 komentar

Judul Asli: 詩人その殺人(Shijinso no Satsujin)
Judul Terjemahan: Murder at Shijinso
Penulis: Imamura Masahiro
Genre: Mystery, Horror
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 9786237351184
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 412 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Oktober 2019
Harga: Rp 99.000,00
Rating: 5 of 5

Oktober 19, 2019 4 komentar

Judul: Snow White
Diceritakan Kembali: L.M Cendana
Ilustrator: Diwasandhi
Genre: Fairytale, Gore, Romance
Jenis: Dark Fairytales
Penerbit: Haru Media
ISBN: 978-602-52185-8-3
Ukuran: 12.5x16 cm
Tebal: 176 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: September 2018
Harga: Rp 149.000,00
Rating: 5 of 5
November 26, 2018 No komentar

Judul: Little Red Riding Hood
Diceritakan Kembali: Ruwi Meita
Ilustrator: Pola
Genre: Fairytale, Gore
Jenis: Dark Fairytales
Penerbit: Haru Media
ISBN: 978-602-52547-0-3
Ukuran: 12.5x16 cm
Tebal: 112 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: September 2018
Harga: Rp 149.000,00
Rating: 5 of 5
November 26, 2018 No komentar

Judul Terjemahan: Another Vol. 2
Judul Asli: Another Vol. 2
Penulis: Ayatsuji Yukito
Genre: Mystery, Horror, Thriller, Gore
Jenis: J-Literature
Penerbit: Haru Media
ISBN: 978-602-52547-3-4
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 296 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Agustus 2018
Harga: Rp 89.000,00
Rating: 4 of 5
September 27, 2018 No komentar

Judul Terjemahan: Another Vol. 1
Judul Asli: Another Vol. 1
Penulis: Ayatsuji Yukito
Genre: Mystery, Horror, Gore, Thriller
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Haru Media
ISBN: 978-602-52547-2-7
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 336 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Agustus 2018
Harga: Rp 89.000,00
Rating: 4 of 5

September 16, 2018 2 komentar

Judul Asli: 聖母 (Seibo)
Judul Terjemahan: Holy Mother
Penulis: Akiyoshi Rikako
Genre: Mystery, Mature (Dewasa), Gore, Thriller
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Haru Media
ISBN: 978-602-7742-96-3
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 284 Halaman
Cetakan ke: 2
Terbit: Januari 2017
Harga: Rp 69.000,00
Rating: 5 of 5
Januari 30, 2018 2 komentar
Older Posts

Hajimemashite

About Me

Asako
Seorang wibu yang suka membaca buku dan mencoba untuk menjadi blogger. Blog ini berisi tentang buku yang telah saya baca. Kore kara mo yoroshiku onegaishimasu~

Contact me: asakononiwa@gmail.com

Follow Us

Japanese Author

Akiyoshi Rikako Arikawa Hiro Asai Ryo Ayatsuji Yukito Chinen Mikito Dazai Osamu Edogawa Ranpo Fumio Sasaki Higashigawa Tokuya Higashino Keigo Ibuki Yuki Imamura Masahiro Kaiji Motojiro Kawaguchi Toshikazu Kawamura Genki Koshigaya Osamu Matsuda Aoko Minato Kanae Miyashita Natsu Murata Sayaka Nakamura Kou Natsume Soseki Ogawa Mimei Sakae Tsuboi Sasaki Tsukasa Shimada Soji Shinkai Makoto Shoji Yukiya Sosuke Natsukawa Sumino Yoru Tetsuko Kuroyanagi Tsujimura Mizuki Yonezawa Honobu Yoshimoto Banana

Mandarin Author

Ba Yue Chang An Giddens Ko Gu Man Ikumisa Kim Young ha Macchiato Neal Wu Star Cheng Tong Hua Xi Zhi Yang Yang

Korean Author

Jeong You Jeong Kim Young ha Lee Kkoch-Nim Mijin Jung You Sun Dong

Fiction

Comedy Dark Fairytales Drama Fantasy Gore Horror Iya-misu Koten-bu Series Mystery Photography Psychology Romance Semi-Autobiografi Slice of Life Sport Thriller

Non Fiction

Education Self Improvement Semi-Autobiografi Social Sciences

recent posts

Popular Posts

  • (Review) The Tokyo Zodiac Murders
    Judul Asli: 占星術殺人事件 ( Senseijutsu Satsujinjiken) Judul Terjemahan: The Tokyo Zodiac Murders (Pembunuhan Zodiak Tokyo) Penulis: Shimada Soji ...
  • (Review) Kitchen
      Judul Asli: キッチン(Kitchen) J udul Terjemahan: Kitchen Penulis: Yoshimoto Banana Penerjemah: Ribeka Ota Pemeriksa Bahasa: Andry ...
  • (Review) I Saw The Same Dream Again
    Judul Terjemahan: Mata, Onaji Yume wo Miteita Judul: I Saw The Same Dream Again Pengarang: Sumino Yoru Genre: Slice of Life Jenis: J...

Blog Archive

  • ▼  2023 (10)
    • ▼  Desember (3)
      • (Review) Imprisonment
      • (Review) Motherhood
      • (Review) The Cat Who Saved The Book
    • ►  November (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2020 (29)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (22)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (6)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (6)
  • ►  2018 (16)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2017 (2)
    • ►  September (2)
Diberdayakan oleh Blogger.

Created with by ThemeXpose