twitter instagram
  • Home
  • Japanese
  • Mandarin
  • Korea
  • Dark Fairytales
  • Nonfiksi

Asako no Niwa

Irrashaimase mina-san. Douzou yonde kudasai

 


Judul Asli: 本を守ろうとする猫の話  (Hon wo Mamorou to suru neko no hanashi)
Judul Terjemahan: The Cat Who Saved The Book (Kucing Penyelamat Buku)
Penulis: Sosuke Natsukawa
Alih bahasa: Lulu Wijaya
Editor: Tanti Lesmana
Sampul: Martin Dima
Genre: Drama, Fantasy
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020671659
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 200 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: 2023
Harga: Rp 79.000,00
Rating: 3 of 5

    Konichiwa mina-san apa kabar? Setelah mereview novel Korea sebelumnya, kini saya akan mereview novel Jepang. Sekilas saya kira novel ini akan seperti novel The Traveling Cat Chronicles, tapi novel ini berbeda. Sejujurnya saya cukup berekspektasi saat membelinya dan cukup merasa penasaran pula bagaimana kucing dan manusia berkerjasama dalam menyelamatkan buku. Mari kita mulai saja reviewnya mina-san.

Blurb
Rintaro Natsuki hendak menutup toko buku bekas yang
diwarisinya dari almarhum kakeknya. Tapi kemudian 
muncul seekor kucing entar hari mana. Kucing ber-
nama Tiger ini mengajaknya untuk menyelamatkan
buku-buku yang kesepian dan tidak dicintai. Buku-
buku ini perlu dibebaskan dari pemiliknya yang
tak peduli

Maka dimulailah petualangan mereka ke labirin-
labirin aneh untuk membebaskan buku-buku, Mereka
berjumpa bermacam-macam orang dalam perjalanan
itu: ada pria yang membiarkan buku-bukunya mati di
rak; ada pula penyiksa buku yang memotong halaman-
halaman buku supaya orang-orang bisa membaca
cepat; dan ada penerbit yang hanya menerbitkan
buku-buku laris.

Petualangan Rintaro dan si kucing berujung pada satu
tantangan yang paling berat- hanya orang-orang yang
paling berani yang sanggup masuk ke dalam dunia di labirin
terakhir.

Review
    Desain cover novel ini cukup berwarna dengan ilustrasi kucing dan anak laki-laki yang berjalan di angkasa. Terasa sekali kesan fantasy dari novel ini. Beberapa ilustrasi buku yang dibuat transparan juga menguatkan isi dari novel ini. Pemilihan font, warna font judul dan pengaturan judul tampak sesuai dan sama sekali tidak mengganggu. Hanya saja blurb saya rasa terlalu panjang.

    Novel ini memiliki alur maju dengan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Mengangkat toko buku antik sebagai latar, penulis berhasil mendeskripsikan suasana antik pada latar. Tema yang diangkat yaitu fantasy, sangat sesuai dengan latar toko buku antik yang menyimpan banyak keajaiban. Mengingatkan saya pada novel Keajaiban di Toko Kelontong Namiya. Tokoh utama dalam novel ini adalah seorang remaja hikikomori yang sangat mencintai buku. Latar belakang tokoh utama dijelaskan dengan detail dan karakternya dideskripsikan dengan baik. Hanya saja ada beberapa bagian yang dijelaskan oleh tokoh lain seperti pernyataan bahwa teman sekelas dari tokoh utama peduli kepadanya, disini tidak digambarkan dengan jelas bentuk kepeduliannya. Amanat novel ini cukup menyentil kita sebagai pembaca dan penerbit, mengajarkan bagaimana mencintai buku dan perlakuan seperti apa yang harus kita berikan pada sebuah buku. 

       Sayangnya, banyak hal yang menurut saya masih perlu dijelaskan dalam novel ini dan memberikan banyak pertanyaan saat saya membacanya seperti tidak banyak tokoh yang terlibat di dalamnya. Padahal saya mengharapkan interaksi lebih dari Rintaro dan Akiba. Kemudian pada bagian akhir ketika Tiger mengatakan ini merupakan labirin terakhir ternyata ada satu labirin lagi seolah ingin memberikan ending dengan nuansa lain. Serta terdapat unsur romance yang menurut saya tidak perlu. Selebihnya saya suka bagaimana penulis menggambarkan latar serta unsur magis di dalam novel ini. Saya juga menyukai karakter Tiger yang bertolak belakang dengan Rintaro. Tiger merupakan satu-satunya tokoh favorit saya dalam novel ini. Saya juga suka bagaimana penulis dengan cerdas mengutip beberapa karya sastra dari penulis lain yang pas untuk novel ini.

       Novel ini saya rekomendasikan untuk teman-teman yang mencari novel dengan harga di bawah 100 ribu rupiah. Menurut saya novel ini cukup bagus untuk dibaca saat sedang bosan. Untuk mina-san yang menyukai genre fantasy dan romance mungkin akan menyukai novel ini. Sekian review singkat dari saya. Semoga bisa membantu mina-san. Mata Ashita nee~

"Buku memiliki kuasa amat besar. Tetapi hati-hati. Bukulah yang memegang kuasa itu, bukan kau." Halaman 45
Desember 03, 2023 No komentar

 



Judul Asli: よるのばけもの (Yoru no Bakemono)
Judul Terjemahan: At Night, I Become a Monster
Penulis: Sumino Yoru
Penerjemah: Andry Setiawan
Penyunting: Prisca Primasari
Penyelaras Aksara: Francisca Ratna
Desainer Sampul: Olyvanda Ariesta
Penata Sampul: Propanardilla
Genre: Fantasy, Drama
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 9786237351955
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 300 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Maret 2022
Harga: Rp 101.000,00
Rating: 3 of 5

       Konichiwa mina-san, apa kabar? Sebentar lagi waktu ujian dan liburan sekolah kan? Nah, review buku kali ini juga bercerita tentang seorang anak yang akan menjalani ujian sekolah loh. Kita akan mereview buku At Night, I Become A Monster karya dari Sumino Yoru. Penasaran tentang buku ini? Mari kita mulai reviewnya.

Blurb
"Mana sosokmu yang sebenarnya?
Yang malam, atau yang siang?"

Review
     Kita mulai dari cover novel. Cover novel saya rasa sangat mempresentasikan isi buku. Penggambaran suasana malam yang saya sangat suka. Gelap namun tidak terlalu gelap. Penggambaran monster yang sesuai dengan isi buku. Terdapat dua tokoh hero dan heroine yang digambarkan secara misterius karena tak nampak bagaimana ekspresi mereka. Latar sekolah yang tentu saja menggambarkan keseluruhan latar cerita yang memang paling banyak di sekolah. Pemilihan font dan warna font yang tidak tumpang tindih dengan warna latar cover, tentu saja warna putih tampak terang jika diletakkan pada latar malam.

       Novel ini memiliki alur maju dan menggunakan sudut pandang orang pertama pelaku utama. Latar novel ini kebanyakan berada di sekolah. Untuk latar waktu yang digunakan penulis kebanyakan malam dan siang dikarenakan novel ini bercerita 2 sisi, yaitu sisi tokoh utama sebagai manusia dan monster. Tema novel ini sangat dekat dengan masalah di sekolah yang akhir-akhir ini sedang menjadi pembicaraan,. Ya, temanya adalah bullying. Ingin tahu apa yang terjadi? Yuk baca novelnya!

        Menurut pendapat saya secara pribadi, tokoh Acchi dan Yano sangat realistis kecuali bagian menjadi monster. Perkembangan kedua tokoh ini terbangun dengan baik sehingga membuat kita larut ke dalamnya. Tokoh Yano yang sifatnya berkebalikan dengan Acchi memberikan interaksi yang menarik antara keduanya. Tentu saja ada beberapa bagian yang membuat kalian merasa kesal dengan tokoh-tokoh yang ada di dalamnya. Dalam novel ini, penulis seolah-olah ingin menyampaikan bahwa kamu bisa memilih ingin menjadi seperti apa dirimu. Hanya diri sendiri yang tahu mana dirimu yang sebenarnya. Seperti biasa Sumino Yoru berhasil menyelipkan amanat yang sederhana namun mengena seperti novel-novel sensei sebelumnya. 

        Novel ini saya rekomendasikan untuk mina-san yang menyukai novel Jepang. Novel ini juga saya rekomendasikan untuk mina-san yang suka dengan novel karya Sumino Yoru-sensei dan novel yang penuh makna. Novel dengan harga Rp101.000,00 ini sangat pas karena dengan harga sekian rupiah, mina-san bisa mendapatkan pengalaman membaca novel fantasy dengan suasana yang baru yang tentunya mengandung isu sosial. Sekian review dari saya, semoga bisa membantu mina-san. Mata Ashita ne~

Sebenarnya monster itu apa? Halaman 280
Mei 20, 2023 No komentar

 


Judul Asli: おばちゃんたちのいるところ (Obachan tachi no iru tokoro)
Judul Terjemahan: Where The Wild Ladies Are
Penulis: Matsuda Aoko
Alih bahasa: Asri Pratiwi Wulandari
Pemeriksa bahasa: Ribeka Ota
Penyunting: Francisca Ratna
Penyelaras Aksara: Andry Setiawan
Desain sampul: @sukutangan
Genre: Fantasy, Mistery, Horror
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 9786235467047
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 268 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: September 2022
Harga: Rp 95.000,00
Rating: 3 of 5

     Konichiwa mina-san, bertemu lagi. Apa kabar mina-san? Hari ini saya akan mereview salah satu buku yang sudah lama ada di timbunan rak saya setelah bertahun-tahun hiatus. Jadi review-review saya kesannya seperti tidak se up to date dulu. Mohon maaf ya? Review buku kali ini berbeda dengan genre-genre sebelumnya meskipun masih merupakan salah satu genre misteri namun novel ini merupakan genre yang sejujurnya saya paling hindari untuk membaca karena saya tipe yang penakut. Yap, kita akan mereview novel horror. Lebih tepatnya kumpulan cerita horror oleh Matsuda Aoko. Mari kita mulai reviewnya!

Blurb
Selamat datang di semesta perempuan liar.

Ada seorang bibi yang tidak setuju prosedur
penghilangan bulu badan; ada siluman rubah
yang mempertanyakan kebodohan manusia, 
ada hantu perempuan yang membantu para
ibu tunggal mengasuh anak dan membersihkan
rumah; dan masih banyak hantu dan dedemit,
yang akan menunjukkan bahwa kecemburuan,
kekeraskepalaan, dan semua sifat yang katanya
berlebihan itu tidak perlu ditakuti,
bahkan seharusnya dikembangkan.

Dalam kumpulan cerita pendek yang lincah ini,
Matsuda Aoko menceritakan kembali legenda
dan dongeng Jepang, menghadirkan dunia
di mana manusia dihibur, dibimbing, ditantang,
bahkan diubah oleh para perempuan liar.

Review
      Dari segi cover, warna oranye yang menjadi dasar novel ini memberikan kesan klasik dan khas dari desainer sampul sukutangan. Ilustrasi para perempuan yang ada di cover dengan rambut yang membelit membentuk dasar berwarna hitam tampak menarik. Perempuan-perempuan yang nantinya berada dalam isi cerita digambarkan dengan baik oleh ilustrator. Pemilihan font dan warna font yang tampak menonjol memudahkan saya untuk membacanya. Bagian blurb diberikan warna oranye tua yang hampir cokelat sehingga tidak memberikan kesan "mati". Saya juga suka bagaimana ilustrator memberikan tambahan ilustrasi cover belakang seperti yang ada pada cover depan. Singkat kata, simple tapi tidak membuat sakit mata.

      Alur cerita ini maju. Meskipun awalnya dibuka oleh penjelasan mengenai kisah-kisah jurig yang dijadikan referensi cerita, tentu saja hal ini membantu pembaca yang tidak tahu menahu tentang legenda-legenda Jepang. Ya, seperti yang telah disebutkan dalam blurb, novel ini merupakan kumpulan cerita pendek tentang hantu dan legenda Jepang. Sudut pandang yang digunakan adalah orang pertama pelaku utama, terkadang menggunakan orang ketiga serba tahu. Latarnya tentu saja berada di Jepang dengan menghadirkan suasana Jepang klasik kemudian beralih ke suasana Jepang masa kini. Amanat kisah ini cukup banyak, dalam pekerjaan, cinta, rasa kepercayaan diri dan masih banyak yang lainnya. 

      Menurut saya novel ini merupakan novel horor yang menyenangkan untuk dibaca karena tidak memberikan kesan horror sama sekali. Terdapat unsur komedi di dalamnya namun tidak melepaskan kengeriannya. Dalam novel ini, kita juga seperti diberi nasihat bahwa mereka ada di sekitar kita dan bisa menjadi siapa saja. Meskipun kumpulan cerpen, namun masing-masing cerita terhubung satu sama lain. Dari total 17 cerita yang ada di dalamnya, semua masih dalam satu timeline. Jadi antar satu tokoh dan tokoh yang lain saling berhubungan. Seperti yang saya sebutkan tadi, banyak sekali amanat yang ada di dalam novel ini mengingat novel ini adalah kumpulan cerita. Namun yang paling berkesan bagi saya adalah tentang kesetaraan gender. Tokoh dalam cerita yang paling saya sukai adalah Kuzuha dalam cerita Hidup Kuzuha.

       Novel ini saya rekomendasikan untuk mina-san yang menyukai novel Jepang dan legenda-legenda horror Jepang. Meskipun tidak semua legenda diangkat disini. Untuk mina-san yang ingin membaca novel horror tapi takut dengan kisah horror. Novel ini juga cocok untuk mina-san yang tidak suka membaca satu cerita novel yang beratus-ratus lembar karena novel ini merupakan kumpulan cerpen sehingga ringan untuk dibaca. Untuk novel seharga Rp 95.000,00 novel ini memberikan suasana baru mempelajari legenda-legenda Jepang. Mudah untuk dibaca karena dinarasikan dengan baik oleh penulis dan terjemahan yang mulus. Kita dapat merasakan kesenjangan antara masa lalu dan masa sekarang dalam novel ini. Novel Where The Wild Ladies Are karya Matsuda Aoko yang telah diterjemahkan oleh Asri Pratiwi Wulandari dan diterbitkan oleh Penerbit Haru ini sudah bisa dibeli secara offline maupun online di toko buku kesayangan mina-san semua. Sekian review dari saya, semoga bisa membantu mina-san. Sampai jumpa di review lainnya. Mata Ashita~

.....Kau tinggal mengabaikan mereka. Zaman akan berubah. Halaman 139
Mei 16, 2023 No komentar

 



Judul Asli: この嘘がばれないうちに (Kono Uso ga Barenai Uchi ni)
Judul Terjemahan: Funiculi Funicula: Kisah-Kisah yang Baru Terungkap 
Penulis: Toshikazu Kawaguchi
Alih bahasa: Asri Pratiwi Wulandari
Desain sampul: Orkha Creative
Genre: Drama
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020663845
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 200 Halaman
Cetakan ke: 2
Terbit: Oktober 2022
Harga: Rp 70.000,00
Rating: 4 of 5

       Konichiwa mina-san, apa kabar? Semoga baik ya? Dikesempatan kali ini yang tentu saja masih dalam suasana liburan yang membuat saya cukup luang untuk menuntaskan review dari buku yang sudah cukup lama selesai saya baca. Buku ini merupakan buku ke dua dari judul buku pertamanya yaitu Funiculi Funicula: Before The Coffee Gets Cold, yang mina-san bisa baca reviewnya di blog ini juga. Mari kita mulai saja reviewnya.

Blurb
Funiculi Funicula, sebuah kafe di gang sempit di
Tokyo, masih kerap didatangi orang-orang yang
ingin menjelajahi waktu. Peraturan-peraturan
yang merepotkan masih berlaku, tetapi itu semua
tidak menyurutkan harapan mereka untuk
memutar waktu.

Kali ini ada seorang pria yang ingin kembali ke
masa lalu untuk menemui sahabat yang putrinya
ia besarkan, seorang putra putus asa yang tidak
menghadiri pemakaman ibunya, seorang pria
sekarat yang ingin melompat ke dua tahun
kemudian untuk memastikan kekasihnya bahagia,
dan seorang detektif yang ingin memberi istrinya
hadiah ulang tahun untuk pertama sekaligus
terakhir kalinya.

Kenyataan memang tetap sama.
Namun dalam singkatnya durasi sampai kopi
mendingin, mungkin masih tersisa waktu
bagi mereka untuk menghapus penyesalan,
membebaskan diri dari rasa bersalah, atau
mungkin melihat terwujudnya harapan...

Review
       Baiklah mina-san seperti biasa, kita akan mulai review dari cover buku ini. Senada dengan buku pertamanya, buku kedua memiliki nuansa sederhana dengan ilustrasi yang memanjakan mata. Didominasi warna putih dan coklat memberikan kesan minimalis dan memanjakan mata. Ilustrasi pada cover yang memberikan nuansa Jepang, bedanya di cover buku ke dua menggambarkan suasana musim gugur. Salah satu cover dengan pemilihan warna yang saya suka dan ilustrasi yang penuh, tapi memanjakan mata. Tampak pas rasanya. Pemilihan font judul yang mudah dibaca dan warna putih yang digunakan tidak tumpang tindih dengan warna utama cover serta ilustrasi. Selain itu ilustrasi pada cover nampak seperti lukisan cat air sehingga tidak menyakiti mata saya.

      Kita masuk pada review isi cerita ya mina-san. Sudut pandang orang ketiga serba tahu memudahkan kita dalam memahami kisah masing-masing tokoh dalam cerita. Seperti novel pertamanya, novel kedua ini seperti kumpulan kisah dari para pengunjung cafe. Novel ke dua ini saya rasa lebih banyak mengankat tema tentang kematian dan kehidupan. Lebih memberikan kesan sedih, haru dan bahagia dari pada novel pertamanya. Novel kedua ini juga menyiapkan sebuah kisah besar di akhir, masing-masing cerita dari para pengunjung menuntun kita kepada misteri perempuan berbaju putih. Novel kedua ini berisi banyak misteri yang tidak terselesaikan di novel pertamanya. Rasanya seperti semua rasa penasaran kita di novel pertama, dibayar lunas di novel kedua ini. Amanat yang berusaha disampaikan penulis mengenai kehidupan, penyesalan, dan rasa merelakan sesuatu sangat sampai kepada saya.

      Secara keseluruhan, novel ini saya rekomendasikan kepada mina-san yang menyukai novel Jepang. Novel ini juga cocok untuk mina-san yang suka dengan genre drama namun memilki amanat yang mendalam tentang kehidupan. Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari kisah masing-masing tokoh. Untuk novel seharga Rp 70.000,00 dengan cover, alur cerita dan isi cerita yang sedemikian rupa, saya rasa sangat ramah di kantong pelajar. Namun saya sarankan untuk membaca novel pertamanya terlebih dahulu sebelum novel keduanya karena banyak cerita dan hubungan antar karakter yang saling berkesinambungan. Hal ini juga agar memudahkan mina-san memahami misteri dan kisah dari Funiculi Funicula secara utuh. Akhir kata, terima kasih sudah membaca review saya. Semoga review saya bisa membantu mina-san. Sampai jumpa di lain waktu. Mata Ashita nee~

Akulah yang membunuh ibu... Halaman 153
April 29, 2023 No komentar


 Judul Asli: キッチン(Kitchen)
Judul Terjemahan: Kitchen
Penulis: Yoshimoto Banana
Penerjemah: Ribeka Ota
Pemeriksa Bahasa: Andry Setiawan
Penyunting: Windy Ariestanty
Penyelaras Aksara: Lovita Cendana
Desainer Sampul: Sukutangan
Sampul dan Isi: Propanardilla
Genre: Fantasy, Drama, Romance
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-623-7351-68-9
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 224 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: April 2021
Harga: Rp 93.000,00
Rating: 4 of 5

       Ohayo mina-san, Asako disini. Sudah lama kita tidak bertemu, kali ini saya akan mereview sebuah novel, tapi lebih tepat disebut novela karya Yoshimoto Banana. Judul novel yang akan saya review adalah Kitchen. Novel ini sempat tertimbun di reading list dan saya sempat cheating dari Weathering With You karya Shinkai Makoto dengan penuh rasa bersalah. Mari kita mulai review novel yang berhasil membuat saya cheating dari Weathering With You.

Blurb
"Tempat yang paling kusukai di dunia ini adalah dapur"

Semua tokoh dalam kumpulan novela ini
mengalami pergulatan batin setelah ditinggalkan
oleh orang yang mereka cintai; orangtua; kakek
dan nenek, kekasih.... Mereka menghadapi
keseharian, kemudian menyadari dalam
kesepian mereka bahwa dunia ini penuh dengan
keseimbangan unik di tengah kematian
dan kehidupan

Kitchen karya Yoshimoto Banana
yang telah memenangkan berbagai penghargaan 
literatur bergengsi. Melalui kalimat-kalimat
yang disajikan dengan indah, Yoshimoto
Banana akan mengajakmu menghadapi
pergulatan emosional ketika berhadapan
dengan kehilangan, kepedihan, dan perasaan
sepi karena khawatir dianggap rapuh.

Review

      Dari segi sampul, sampul novel ini cukup sederhana, saya menangkap ada gaya retro di dalamnya dan yang membuat sampul novel ini unik adalah pemilihan warnanya. Font judul dan nama pengarang simple dan nyaman untuk dibaca. Bagian belakang sampul di desain dengan sederhana dan nilai plusnya adalah pemilihan warna yang tidak membuat mata sakit ketika membaca blurbnya.

     Novel ini memiliki alur maju dan seperti yang telah dijelaskan bahwa novel ini atau mungkin novela, berisi kumpulan cerita. Sebenarnya hanya terdiri dari dua cerita. Cerita yang menjadi spotlight adalah Kitchen, sama seperti judulnya. Mengapa novel ini berjudul Kitchen? Mina-san akan menemukan alasannya ketika membaca novelnya. Karakter pada novel ini saya rasa sangat realistis, Yoshimoto-sensei berhasil menuangkan emosi pada tiap karakter dalam cerita. Kendati merupakan novela, namun sebenarnya novel ini memiliki amanat yang sangat dalam. Ya, seperti yang telah dijelaskan dalam blurb bahwa novel ini penuh dengan rasa kehilangan, kepedihan dan perasaan sepi. Namun itulah yang membuat novel ini menarik. Bagaimana kita melihat karakter novel bergerak maju. Sudut pandang yang digunakan merupakan orang pertama pelaku utama sehingga kita dapat merasakan emosi karakter secara langsung. Pada cerita kedua novel ini, saya dapat merasakan suasana latar yang sangat mistis, seolah saya memang berada di tempat kisah ini terjadi.

     Bagian mana yang paling saya sukai? Saya suka kedua cerita dalam novela ini. Saya merasakan perasaan manis dan hangat dalam cerita pertama dan perasaan ikhlas pada novel kedua. Novel ini berhasil menyentuh hati saya, setiap orang yang pernah merasa kehilangan pasti akan tersentuh dengan novel ini. Saya suka semua karaakter yang ada di novel ini tanpa terkecuali. Meskipun butuh waktu yang cukup lama bagi saya untuk menyelesaikan novel ini tapi kisahnya sangat melekat di hati, seminggu pun tidak akan bisa membuat kita lupa dengan jalan ceritanya. Amanatnya pun terasa melekat di hati saya.

    Novel ini saya rekomendasikan untuk mina-san yang ingin lepas dari rasa kehilangan dan ingin melangkah maju. Terdapat banyak motivasi yang membantu kalian disini. Untuk mina-san yang menyukai novel sedih dengan nuansa melankolis, untuk fans Yoshimoto-sensei dan para penikmat novel Jepang, sayang sekali jika mina-san melewatkan novel ini. Kitchen sudah dapat dibeli di toko buku online maupun offline dengan harga Rp 93.000,00. Untuk kategori usia 15+ jadi aman untuk dibaca ya mina-san. Sekian review singkat dari saya. Terima kasih sudah membaca. Mata Ashita~

Aku mau kamu kembali Halaman 119
Agustus 29, 2021 2 komentar

 

Judul Asli: コーヒーが冷めないうちに(Koohii ga samenai uchi ni)
Judul Terjemahan: Funiculi Funicula: Before The Coffee Gets Cold
Penulis: Kawaguchi Toshikazu
Alih Bahasa: Dania Sakti
Desain Sampul: Orkha Creative
Genre: Fantasy, Drama
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-0651-92-7
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 224 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: April 2021
Harga: Rp 70.000,00
Rating: 4 of 5

Blurb

Di sebuah gang kecil di Tokyo, ada kafe tua yang
bisa membawa pengunjungnya menjelajahi waktu.
Keajaiban kafe itu menarik seorang wanita yang
ingin memutar waktu untuk berbaikan dengan
kekasihnya, seorang perawat yang ingin membaca
surat yang tak sempat diberikan suaminya yang
sakit, seorang kakak yang ingin menemui adiknya
untuk terakhir kali, dan seorang ibu yang ingin
bertemu dengan anak yang mungkin takkan
pernah dikenalnya.

Namun, ada banyak peraturan yang harus
diingat, Satu, mereka harus tetap duduk di
kursi yang telah ditentukan. Dua, apapun yang
mereka lakukan di maa yang didatangi takkan
mengubah kenyataan di masa kini. Tiga, mereka
harus menghabiskan kopi khusus yang disajikan
sebelum kopi itu dingin.

Rentetan peraturan lainnya tak menghentikan
orang-orang itu untuk menjelajahi waktu. Akan
tetapi, jika kepergian mereka tak mengubah satu
hal pun di masa kini, layakkah semua itu dijalani?

Review

    Cover dari novel Funiculi Funicula terlihat sangat manis. Nampak penuh di bagian cover, namun sama sekali tidak mengganggu. Ilustrasi coffee shop yang sangat membantu saya dalam berimajinasi. Desain font judul tampak sangat unik karena diletakkan pada ilustrasi jalan pada gang kecil sehingga tidak mengganggu. Kesan sempurna dan pas, novel dengan cover ilustrasi penuh yang paling saya suka.

    Alur novel ini merupakan alur maju mundur secara teknis karena mengusung tema time traveling. Karena mengangkat tema time traveling ini, maka sangat cocok jika dikategorikan dalam novel fantasy dan drama. Gabungan yang terbilang umum namun dengan latar yang unik yaitu di sebuah kedai kopi serta terdapat banyak peraturan yang dapat dikatakan menjadikan novel terasa berbeda dengan novel time travel lainnya. Tokoh yang diceritakan pun berbeda antara satu dengan yang lain. Yang sama dari waktu ke waktu adalah para pegawai di kedai kopi. Pada setiap bagian cerita novel ini memiliki pesan yang disampaikan oleh penulis. Salah satu amanat yang paling saya suka adalah meski tak bisa mengubah kenyataan, setidaknya masih ada hati yang tergerak untuk berubah.

    Novel ini menarik karena pada bagian awal cerita, kita disajikan sebuah cerita yang umum dan makin lama makin berat sehingga membuat saya sangat tersentuh. Setiap bagian akhir cerita tiap tokoh membuat saya seolah terbebas dari sesuatu. Sebuah perasaan lega selalu muncul setiap menyelesaikan bagian cerita. Novel ini bukan novel drama biasa, namun banyak pelajaran di dalamnya yang membuat saya banyak memahami arti dari penyesalan, ke khawatiran dan makna dari sebuah keluarga. Setiap tokoh dalam cerita seolah bergerak menuju sesuatu yang lebih baik. Sebuah novel yang sangat menginspirasi.

    Novel ini saya rekomendasikan untuk mina-san yang menyukai novel Jepang. Mina-san yang menyukai genre time travel yang memiliki kesan berbeda. Saya juga rekomendasikan novel ini untuk mina-san yang menyukai genre drama, namun penuh dengan makna. Novel ini dibanrol dengan harga Rp 70.000,00. Sangat sesuai untuk novel yang berisi dengan banyak pelajaran tentang hidup. Novel ini bisa dibeli secara online maupun offline. Terima kasih telah membaca review singkat dari saya. Semoga review saya bisa membantu mina-san. Mata Ashita ne~

Aku tidak ingin kita bersama hanya karena simpati. Halaman 111

Juni 06, 2021 4 komentar
Older Posts

Hajimemashite

About Me

Asako
Seorang wibu yang suka membaca buku dan mencoba untuk menjadi blogger. Blog ini berisi tentang buku yang telah saya baca. Kore kara mo yoroshiku onegaishimasu~

Contact me: asakononiwa@gmail.com

Follow Us

Japanese Author

Akiyoshi Rikako Arikawa Hiro Asai Ryo Ayatsuji Yukito Chinen Mikito Dazai Osamu Edogawa Ranpo Fumio Sasaki Higashigawa Tokuya Higashino Keigo Ibuki Yuki Imamura Masahiro Kaiji Motojiro Kawaguchi Toshikazu Kawamura Genki Koshigaya Osamu Matsuda Aoko Minato Kanae Miyashita Natsu Murata Sayaka Nakamura Kou Natsume Soseki Ogawa Mimei Sakae Tsuboi Sasaki Tsukasa Shimada Soji Shinkai Makoto Shoji Yukiya Sosuke Natsukawa Sumino Yoru Tetsuko Kuroyanagi Tsujimura Mizuki Yonezawa Honobu Yoshimoto Banana

Mandarin Author

Ba Yue Chang An Giddens Ko Gu Man Ikumisa Kim Young ha Macchiato Neal Wu Star Cheng Tong Hua Xi Zhi Yang Yang

Korean Author

Jeong You Jeong Kim Young ha Lee Kkoch-Nim Mijin Jung You Sun Dong

Fiction

Comedy Dark Fairytales Drama Fantasy Gore Horror Iya-misu Koten-bu Series Mystery Photography Psychology Romance Semi-Autobiografi Slice of Life Sport Thriller

Non Fiction

Education Self Improvement Semi-Autobiografi Social Sciences

recent posts

Popular Posts

  • (Review) Another Episode: S
    Judul Asli: Another Episode S Judul Terjemahan: Another Episode S Penulis: Ayatsuji Yukito Genre: Horror, Misteri, Gore Jenis: Jap...
  • (Review) Confessions
    Judul Asli: 告白(Kokuhaku) Judul Terjemahan: Confessions Penulis: Minato Kanae Genre: Mystery Jenis: Japanese Literature Penerbit:...
  • (Review) Memory of Glass
    Judul Asli: ガラスの殺意 (Glass no Satsui) Judul Terjemahan: Memory of Glass Penulis: Akiyoshi Rikako Genre: Mystery, Romance Jenis: Jap...

Blog Archive

  • ▼  2023 (10)
    • ▼  Desember (3)
      • (Review) Imprisonment
      • (Review) Motherhood
      • (Review) The Cat Who Saved The Book
    • ►  November (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2020 (29)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (22)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (6)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (6)
  • ►  2018 (16)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2017 (2)
    • ►  September (2)
Diberdayakan oleh Blogger.

Created with by ThemeXpose