twitter instagram
  • Home
  • Japanese
  • Mandarin
  • Korea
  • Dark Fairytales
  • Nonfiksi

Asako no Niwa

Irrashaimase mina-san. Douzou yonde kudasai


Judul Asli: 島は僕らと (Shima wa bokura to)
Judul Terjemahan: Pulau Sae
Penulis: Tsujimura Mizuki
Alih bahasa: Faira Ammadea
Ilustrasi sampul:martin_twenty1@yahoo.co.id
Genre: Drama, Slice of life
Jenis: Terjemahan Jepang
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-6668-5
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 352 Halaman
Cetakan ke: 2
Terbit: April 2018
Harga: Rp 89.000,00
Rating: 3 of 5
       
       Hisashiburi mina-san, selama bulan Juni kemarin saya tidak mereview buku apapun. Mohon maaf atas ketidak nyamanannya karena saya lebih aktif di Instagram. Tapi, saya akan menebusnya bulan ini. Buku yang akan saya review kali ini sebenarnya adalah buku yang paling saya inginkan sejak sebelum menjadi Blogger. Buku ini merupakan buku yang paling ingin saya miliki saat jaman kuliah dahulu dan syukurlah saya bisa mereviewnya sekarang. Mari kita mulai saja reviewnya mina-san.

Blurb
Tinggal di Pulau Sae yang terpencil di tengah Laut Seto, Jepang,
 setiap hari Akari, Kinuka, Genki dan Arata harus naik feri 
menuju daratan utama untuk bersekolah. Lahir dan besar di
 pulau itu, mereka akrab dengan penduduk desa, termasuk 
dengan para pendatang yang memulai kehidupan baru di Pulau Sae.

Akari, Kinuka, Genki dan Arata sangat mencintai Pulau Sae, 
tetapi menghabiskan sebagian waktu di daratan utama memberi 
mereka perspektif baru. Keempat remaja tersebut mulai 
mengamati dan menilai keputusan orang-orang yang datang 
untuk tinggal dan warga yang meninggalkan kenyamanan pulau.

Dan musim ini adalah tahun terakhir mereka bersama-sama, 
karena setelahnya, anak-anak pulau itu harus memutuskan ke 
mana mereka akan mengejar masa depan:
pergi atau bertahan di Pulau Sae.

Review
       Dari desain cover saya sangat suka dengan warna biru langit dan laut yang indah, tampak seperti permata yang berkilau. Pemandangan pantai yang terasa hidup dan gaya anime yang terasa di covernya. Selain itu ada empat tokoh yang digambarkan pada bagian covenrya yaitu Arata, Akari, Genki dan Kinuka yang tampak memandangi laut. Pemilihan font yang sederhana dan warna font yang didominasi biru dan putih terlihat sangat pantas dengan warna dasar background novel ini.

      Tema yang diangkat tentang kehidupan remaja di sebuah pulau kecil dengan permasalahan kehidupan yang sederhana. Novel ini mengangkat tentang kebersamaan, kekeluargaan, cita-cita dan masa depan, namun masalah yang diangkat adalah tentang lingkungan sekitar mereka dibumbui sedikit drama yang menarik tentang masyarakat pulau. Tokoh utama dalam cerita ini Akari, Kinuka, Genki dan Arata, serta terdapat karakter sampingan yang cukup menonjol dan memiliki porsi yang sama besar antara satu dengan yang lain. Alur novel ini terasa lambat namun cukup untuk dinikmati karena terdapat unsur misteri kecil di dalamnya. Saya sangat menyukai elemen kejutan sederhana yang dibuat Tsujimura-sensei. 

        Saya sangat suka interaksi antara tokoh di dalamnya karena latar tempat ini berada di Pulau sehingga setiap tokoh terasa saling terhubung, baik itu tokoh utama maupun tokoh sampingan. Terdapat empat orang dengan watak yang berbeda, namun disatukan oleh kampung halaman. Saya juga suka bagaimana penulis mendeskripsikan masalah yang terjadi secara mengalir. Suasana Pulau juga sangat terasa seolah saya benar-benar berada di Pulau Sae. Saya suka bagaimana penulis menggambarkan karakteristik penduduk Pulau Sae yang memang sangat khas masyarakat pulau dan bagaimana Tsujimura-sensei mendeskripsikan tentang keluarga dan persaudaraan pada novel ini. 

        Terjemahan yang cukup mudah saya cerna, hanya saja ada beberapa kata yang diterjemahkan kurang konsisten. Saya suka konflik drama di dalamnya yang ringan, namun juga penuh misteri. Tidak heran novel ini memenangkan Naoki Prize 2012. Namun sayangnya novel ini tidak memiliki identitas penulis yang memberikan informasi dasar penulis. Saya sangat menyayangkan karena jujur saja, saya cukup penasaran dengan sosok Tsujimura-sensei.

        Novel ini saya rekomendasikan untuk kalian yang menyukai anime dan menyukai genre slice of life serta drama. Kalian yang mencari bacaan ringan, dengan alur yang lambat bisa memilih buku ini. Novel ini sangat cocok untuk pembaca usia muda karena memiliki pesan yang penting tentang masa depan dan menjadi dewasa. Singkat kata, novel Pulau Sae cukup memenuhi ekspektasi saya sebagai pembaca novel terjemahan Jepang, terutama cover novelnya yang benar-benar cantik. Novel ringan ini dapat dibeli seharga Rp 89.000,00. Kalian dapat membelinya di toko buku online atau melalui toko buku offline. Sekian review singkat dari saya, sampai jumpa di review lainnya. Mata ashita ne~

"Aku selalu mengira kami akan terus bersama-sama," Halaman 321
Juli 07, 2020 No komentar


Judul Asli: 世界から猫が消えたなら (Sekai kara neko ga kietanara)
Judul Terjemahan: Jika Kucing Lenyap dari Dunia
Penulis: Kawamura Genki
Penerjemah: Ribeka Ota
Editor: Anton Kurnia
Penyelaras Aksara: Dian Prasnandi
Penata Isi: Nurhasanah Ridwan
Perancang Sampul: Garisinau
Genre: Slice of life, Fantasy
Jenis: Terjemahan Jepang
Penerbit: Penerbit Baca
ISBN: 978-602-6486-43-1
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 255 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: April 2020
Harga: Rp 78.000,00
Rating: 5 of 5

       Ohayou gozaimasu mina-san, apa kabar hari ini? Buku ini adalah buku pertama yang akan saya review bulan Juni. Saya tertarik dengan novel ini karena membaca story Instagram kak Andry Setiawan, untuk yang belum tahu, beliau adalah penerjemah beberapa novel Bahasa Jepang Penerbit Haru dan beliau juga penulis, beberapa karyanya seperti A Thing Called Us. Mari kita mulai reviewnya saja mina-san

Blurb
Apakah yang akan kamu lakukan jika umurmu, tinggal hitungan hari? Apa perasaanmu jika kamu akan segera mati?

       Seorang laki-laki muda penyendiri yang bekerja sebagai tukang pos divonis mengidap kanker stadium akhir. Umurnya tinggal sebentar lagi. Dalam kekalutan, datang tawaran menggiurkan untuk melakukan perjanjian dengan Iblis agar hidupnya terselamatkan. Syaratnya: setiap hari dia harus bersedia menghilangkan sebuah benda yang dia sayangi dari dunia ini.
         Jika kamu yang berada pada posisi dia, maukah kamu menerima tawaran sang iblis? Jika ya, benda apa yang rela kamu hilangkan? Maukah kamu menghilangkan mantan pacarmu? Maukah kamu melenyapkan binatang kesayanganmu dari dunia yang aneh ini?
       Novel unik yang tak biasa ini tak hanya asyik dibaca dan sangat menghibur, tapi juga akan memberi kita pencerahan tak terduga, sekaligus membuat kita tertawa, menangis dan merenung.

Review
       Mari kita bahas dari cover novel, novel ini memiliki cover dengan warna peach yang lembut. Saya suka dengan latarnya dan terlihat sangat cocok dengan pemilihan warna judul novel yang bernuansa hitam dan font yang dipilih juga terlihat tidak mengganggu. Ilustrasi kucingnya terlihat sangat manis dan tampak timbul sehingga menyenangkan untuk dilihat. Bagian cover belakang juga tampak kucing hitam putih yang lucu. Simple dan menyejukkan, kesan inilah yang sampai pada saya.

       Tema cerita yang diangkat tentang makna kehidupan dan keluarga. Alurnya pelan dan bergerak lambat namun menyenangkan untuk diikuti, pada taip bab terdapat penyesalan yang mungkin juga kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari tanpa sadar, setting lokasi Jepang dengan suasana yang perlahan semakin berat menuju ke bab terakhir. Sudut pandang yang digunakan adalah orang pertama pelaku utama. Penokohan karakter yang kuat pada tokoh utama, penyesalan demi penyesalan tokoh utama dapat saya rasakan seolah saya yang mengalaminya dan tokoh iblis yang menghibur, terkadang baik dan terkadang mengerikan. Amanat dari novel ini adalah untuk menjalani hidup sebaik mungkin.

      Penerjemahan sangat baik, saya dapat membaca dengan lancar tanpa perlu membuka kamus. Tiap bab novel ini ditandai dengan hari Senin sampai Minggu dan latar belakangnya juga dijelaskan pada bab awal. Tokoh utama pada novel ini tidak memiliki nama, jadi hanya disebut "Aku". Jika dalam bahasa Jepang "Boku". Saya baru menyadari bahwa penulis novel ini pernah menjadi produser Your Name, Confessions dan Weathering with You. Karena latar belakang penulis di dunia film inilah yang mungkin menjadikan karakter "Boku" lebih terasa dekat dengan dunia perfilman. 

       Novel ini memberikan gambaran tentang kehidupan, bagaimana tokoh utama berusaha untuk hidup dengan menghilangkan benda-benda dari dunia. Terdapat sejarah mengapa Iblis menghilangkan benda untuk mengganti usia. Latar belakang kehidupan keluarga tokoh utama dijelaskan dengan perlahan seolah membuka tirai satu persatu. Banyak hal yang dapat dipelajari dan direnungkan juga mengingatkan kita tentang hal-hal yang sangat berarti bagi kita sebelum kita mati. Bahwa kematian itu sebenarnya sangat dekat. Bab-bab terakhir berhasil membuat saya menangis sesenggukan. Novel ini merupakan novel yang berbekas di hati saya terlepas dari referensi yang diambil oleh novel ini, saya sangat menikmati setiap alur ceritanya terutama pada bab Hari Jumat: Jika Kucing Lenyap dari Dunia. 

       Novel ini saya rekomendasikan untuk kalian pecinta kucing, kalian yang menyukai novel tentang keluarga dan cerita yang menghangatkan hati. Benar jika novel ini mirip dengan The Travelling Cat Chronicles dengan cerita yang lebih ringkas. Kalian pecinta anime dengan genre semacam Natsume Yuujichou atau Doukyounin wa Hiza, Tokidoki, Atama no Ue pasti sangat cocok dengan novel ini. Untuk novel yang memukau ini seharga Rp 78.000,00, namun saya sama sekali tidak menyesal membelinya. Salah satu bacaan slice of life yang benar-benar saya rekomendasikan pada mina-san. Sekian review singkat dari saya, mata ashita~


"Untuk memperoleh sesuatu, harus kehilangan sesuatu." Halaman 18
Juni 02, 2020 No komentar

Judul Terjemahan: Mata, Onaji Yume wo Miteita
Judul: I Saw The Same Dream Again
Pengarang: Sumino Yoru
Genre: Slice of Life
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Haru Media
ISBN: 978-602-52547-8-9
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 312 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Desember 2018
Harga: Rp 83.000,00
Rating: 4 of 5
Desember 09, 2018 4 komentar
Older Posts

Hajimemashite

About Me

Asako
Seorang wibu yang suka membaca buku dan mencoba untuk menjadi blogger. Blog ini berisi tentang buku yang telah saya baca. Kore kara mo yoroshiku onegaishimasu~

Contact me: asakononiwa@gmail.com

Follow Us

Japanese Author

Akiyoshi Rikako Arikawa Hiro Asai Ryo Ayatsuji Yukito Chinen Mikito Dazai Osamu Edogawa Ranpo Fumio Sasaki Higashigawa Tokuya Higashino Keigo Ibuki Yuki Imamura Masahiro Kaiji Motojiro Kawaguchi Toshikazu Kawamura Genki Koshigaya Osamu Matsuda Aoko Minato Kanae Miyashita Natsu Murata Sayaka Nakamura Kou Natsume Soseki Ogawa Mimei Sakae Tsuboi Sasaki Tsukasa Shimada Soji Shinkai Makoto Shoji Yukiya Sosuke Natsukawa Sumino Yoru Tetsuko Kuroyanagi Tsujimura Mizuki Yonezawa Honobu Yoshimoto Banana

Mandarin Author

Ba Yue Chang An Giddens Ko Gu Man Ikumisa Kim Young ha Macchiato Neal Wu Star Cheng Tong Hua Xi Zhi Yang Yang

Korean Author

Jeong You Jeong Kim Young ha Lee Kkoch-Nim Mijin Jung You Sun Dong

Fiction

Comedy Dark Fairytales Drama Fantasy Gore Horror Iya-misu Koten-bu Series Mystery Photography Psychology Romance Semi-Autobiografi Slice of Life Sport Thriller

Non Fiction

Education Self Improvement Semi-Autobiografi Social Sciences

recent posts

Popular Posts

  • (Review) The Tokyo Zodiac Murders
    Judul Asli: 占星術殺人事件 ( Senseijutsu Satsujinjiken) Judul Terjemahan: The Tokyo Zodiac Murders (Pembunuhan Zodiak Tokyo) Penulis: Shimada Soji ...
  • (Review) Kitchen
      Judul Asli: キッチン(Kitchen) J udul Terjemahan: Kitchen Penulis: Yoshimoto Banana Penerjemah: Ribeka Ota Pemeriksa Bahasa: Andry ...
  • (Review) I Saw The Same Dream Again
    Judul Terjemahan: Mata, Onaji Yume wo Miteita Judul: I Saw The Same Dream Again Pengarang: Sumino Yoru Genre: Slice of Life Jenis: J...

Blog Archive

  • ▼  2023 (10)
    • ▼  Desember (3)
      • (Review) Imprisonment
      • (Review) Motherhood
      • (Review) The Cat Who Saved The Book
    • ►  November (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2020 (29)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (22)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (6)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (6)
  • ►  2018 (16)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2017 (2)
    • ►  September (2)
Diberdayakan oleh Blogger.

Created with by ThemeXpose