twitter instagram
  • Home
  • Japanese
  • Mandarin
  • Korea
  • Dark Fairytales
  • Nonfiksi

Asako no Niwa

Irrashaimase mina-san. Douzou yonde kudasai

 


Judul Asli: 本を守ろうとする猫の話  (Hon wo Mamorou to suru neko no hanashi)
Judul Terjemahan: The Cat Who Saved The Book (Kucing Penyelamat Buku)
Penulis: Sosuke Natsukawa
Alih bahasa: Lulu Wijaya
Editor: Tanti Lesmana
Sampul: Martin Dima
Genre: Drama, Fantasy
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020671659
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 200 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: 2023
Harga: Rp 79.000,00
Rating: 3 of 5

    Konichiwa mina-san apa kabar? Setelah mereview novel Korea sebelumnya, kini saya akan mereview novel Jepang. Sekilas saya kira novel ini akan seperti novel The Traveling Cat Chronicles, tapi novel ini berbeda. Sejujurnya saya cukup berekspektasi saat membelinya dan cukup merasa penasaran pula bagaimana kucing dan manusia berkerjasama dalam menyelamatkan buku. Mari kita mulai saja reviewnya mina-san.

Blurb
Rintaro Natsuki hendak menutup toko buku bekas yang
diwarisinya dari almarhum kakeknya. Tapi kemudian 
muncul seekor kucing entar hari mana. Kucing ber-
nama Tiger ini mengajaknya untuk menyelamatkan
buku-buku yang kesepian dan tidak dicintai. Buku-
buku ini perlu dibebaskan dari pemiliknya yang
tak peduli

Maka dimulailah petualangan mereka ke labirin-
labirin aneh untuk membebaskan buku-buku, Mereka
berjumpa bermacam-macam orang dalam perjalanan
itu: ada pria yang membiarkan buku-bukunya mati di
rak; ada pula penyiksa buku yang memotong halaman-
halaman buku supaya orang-orang bisa membaca
cepat; dan ada penerbit yang hanya menerbitkan
buku-buku laris.

Petualangan Rintaro dan si kucing berujung pada satu
tantangan yang paling berat- hanya orang-orang yang
paling berani yang sanggup masuk ke dalam dunia di labirin
terakhir.

Review
    Desain cover novel ini cukup berwarna dengan ilustrasi kucing dan anak laki-laki yang berjalan di angkasa. Terasa sekali kesan fantasy dari novel ini. Beberapa ilustrasi buku yang dibuat transparan juga menguatkan isi dari novel ini. Pemilihan font, warna font judul dan pengaturan judul tampak sesuai dan sama sekali tidak mengganggu. Hanya saja blurb saya rasa terlalu panjang.

    Novel ini memiliki alur maju dengan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Mengangkat toko buku antik sebagai latar, penulis berhasil mendeskripsikan suasana antik pada latar. Tema yang diangkat yaitu fantasy, sangat sesuai dengan latar toko buku antik yang menyimpan banyak keajaiban. Mengingatkan saya pada novel Keajaiban di Toko Kelontong Namiya. Tokoh utama dalam novel ini adalah seorang remaja hikikomori yang sangat mencintai buku. Latar belakang tokoh utama dijelaskan dengan detail dan karakternya dideskripsikan dengan baik. Hanya saja ada beberapa bagian yang dijelaskan oleh tokoh lain seperti pernyataan bahwa teman sekelas dari tokoh utama peduli kepadanya, disini tidak digambarkan dengan jelas bentuk kepeduliannya. Amanat novel ini cukup menyentil kita sebagai pembaca dan penerbit, mengajarkan bagaimana mencintai buku dan perlakuan seperti apa yang harus kita berikan pada sebuah buku. 

       Sayangnya, banyak hal yang menurut saya masih perlu dijelaskan dalam novel ini dan memberikan banyak pertanyaan saat saya membacanya seperti tidak banyak tokoh yang terlibat di dalamnya. Padahal saya mengharapkan interaksi lebih dari Rintaro dan Akiba. Kemudian pada bagian akhir ketika Tiger mengatakan ini merupakan labirin terakhir ternyata ada satu labirin lagi seolah ingin memberikan ending dengan nuansa lain. Serta terdapat unsur romance yang menurut saya tidak perlu. Selebihnya saya suka bagaimana penulis menggambarkan latar serta unsur magis di dalam novel ini. Saya juga menyukai karakter Tiger yang bertolak belakang dengan Rintaro. Tiger merupakan satu-satunya tokoh favorit saya dalam novel ini. Saya juga suka bagaimana penulis dengan cerdas mengutip beberapa karya sastra dari penulis lain yang pas untuk novel ini.

       Novel ini saya rekomendasikan untuk teman-teman yang mencari novel dengan harga di bawah 100 ribu rupiah. Menurut saya novel ini cukup bagus untuk dibaca saat sedang bosan. Untuk mina-san yang menyukai genre fantasy dan romance mungkin akan menyukai novel ini. Sekian review singkat dari saya. Semoga bisa membantu mina-san. Mata Ashita nee~

"Buku memiliki kuasa amat besar. Tetapi hati-hati. Bukulah yang memegang kuasa itu, bukan kau." Halaman 45
Desember 03, 2023 No komentar

 


Judul Asli: 죽이고 싶은 아이 (jug-igo sip-eun ai)
Judul Terjemahan: Anak yang Memendam Amarah
Penulis: Lee Kkoch-Nim
Alih Bahasa: lingliana
Editor: Juliana Tan
Ilustrasi Sampul: Martin Dima
Genre: Drama, Mystery
Jenis: Korea Literature
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020672311
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 194 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: 2023
Harga: Rp 69.000,00
Rating: 4 of 5

       Konichiwa mina-san, saya akan kembali mereview novel misteri korea karya Lee Kkoch-Nim, tentu saja novel ini merupakan novel Korea. Sebenarnya banyak whistlist yang belum saya sempat baca mina-san. Tapi, mari kita review satu persatu secara perlahan. Mari kita mulai mina-san.

Blurb:
"Fakta tidak penting. Yang penting orang-orang percaya."
Ini adalah kisah tentang kebenaran semu dan keyakinan palsu.

Ji Ju-yeon dan Park Seo-eun bersahabat. Suatu hari, setelah 
bertengkar hebat, Seo-eun ditemukan tewas di belakang
sekolah dan Ju-yeon dituduh sebagai pembunuhnya. Namun,
entah kenapa, Ju-yeon sama sekali tidak ingat apa yang terjadi
hari itu. Apakah Ju-yeon benar-benar membunuh Seo-eun?

Orang-orang memberikan pernyataan dan kesaksian yang
bertolak belakang, yang membuat gambaran tentang Ju-yeon,
Seo-eun, dan hubungan mereka berdua ikut berubah-ubah.
Siapa yang berbicara jujur? Siapa yang berbohong?

Satu hal sudah pasti. Orang-orang hanya ingin
mendengar apa yang ingin mereka dengar dengan meyakini
apa yang ingin mereka yakini.

Review:
        Kita mulai dari covernya mina-san. Cover novel ini di dominasi oleh warna merah muda, biru serta bunga-bunga putih yang manis. Terdapat ilustrasi dua anak perempuan pada novel yang menggambarkan Ji Ju-Yeon dan Seo-eun. Pemilihan font yang mudah dibaca dengan warna dasar yang tampak cocok dengan background putih sebagai latar belakang judul. 

        Novel Anak yang Memendam Amarah memiliki latar sekolah. Alur novel maju mundur dengan sudut pandang orang ketiga. Banyak flashback yang menggambarkan kepingan-kepingan memori Ju-yeon yang hilang. Tiap karakter diceritakan dengan hati-hati. Kita bisa merasakan emosi dari Ju-yeon serta pandangan-pandangan orang lain tentang Ju-yeon serta Seo-eun. Kita juga bisa merasakan perkembangan Ju-yeon dan tekanan-tekanan yang dialaminya selama diinterograsi. Kita juga disuguhkan bagaimana tokoh Ju-yeon dididik hingga membentuk dirinya sekarang. Sedangkan Seo-eun digambarkan secara berubah-ubah karena diceritakan melalui sudut pandang orang lain. Amanat dari cerita ini seperti yang sudah disampaikan di blurb yaitu manusia hanya mendengar dan meyakini apa yang ingin mereka yakini.

        Jangan menilai buku dari sampulnya. Saya rasa pepatah itu cocok untuk novel ini. Novel dengan cover manis ini sebenarnya memiliki cerita yang cukup gelap dan berat, sangat kontras dengan covernya. Kita digiring melalui opini dari saksi, guru dan teman-teman Ju-yeon serta Seo-eun untuk menggambarkan seperti apa mereka di masa lalu sebelum pembunuhan terjadi. Penulis secara berhati-hati menggambarkan emosi masing-masing karakter sampai tanpa sadar membuat kita hanyut dan masuk ke dalam cerita. Novel ini cukup menyentil aparat penegak hukum, hakim, pengacara serta wartawan. Dari sudut pandang orang ketiga serba tahu, kita digiring untuk membenci Ju-yeon, namun juga merasa iba di saat yang sama seperti bermain rollercoaster. Namun yang paling mengejutkan adalah plot twist di dalamnya yang cukup membuat saya bergidik dan mual. Akhir dari novel ini tanpa sadar membuat saya berpikir, ya memang begitulah manusia. 

        Secara keseluruhan novel ini sangat luar biasa, mulai dari cover yang menipu. Cerita yang berat dan menyentil meskipun latarnya adalah sekolah. Novel ini mampu menyinggung berbagai pihak disaat bersamaan. Sentilan-sentilan itu pada akhirnya menunjukkan bahwa kita tidak jauh berbeda dari mereka. Novel ini sangat saya rekomendasikan untuk kalian yang menyukai cerita misteri yang mindblowing dengan sentilan dan sindiran. Untuk novel seharga Rp 69.000,00 saya rasa novel ini sangat murah, tidak sebanding dengan pengalaman membaca yang kita dapatkan.

"...Sepertinya aku yang membunuhnya." Halaman 123
November 28, 2023 No komentar

 



Judul Asli: よるのばけもの (Yoru no Bakemono)
Judul Terjemahan: At Night, I Become a Monster
Penulis: Sumino Yoru
Penerjemah: Andry Setiawan
Penyunting: Prisca Primasari
Penyelaras Aksara: Francisca Ratna
Desainer Sampul: Olyvanda Ariesta
Penata Sampul: Propanardilla
Genre: Fantasy, Drama
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 9786237351955
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 300 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Maret 2022
Harga: Rp 101.000,00
Rating: 3 of 5

       Konichiwa mina-san, apa kabar? Sebentar lagi waktu ujian dan liburan sekolah kan? Nah, review buku kali ini juga bercerita tentang seorang anak yang akan menjalani ujian sekolah loh. Kita akan mereview buku At Night, I Become A Monster karya dari Sumino Yoru. Penasaran tentang buku ini? Mari kita mulai reviewnya.

Blurb
"Mana sosokmu yang sebenarnya?
Yang malam, atau yang siang?"

Review
     Kita mulai dari cover novel. Cover novel saya rasa sangat mempresentasikan isi buku. Penggambaran suasana malam yang saya sangat suka. Gelap namun tidak terlalu gelap. Penggambaran monster yang sesuai dengan isi buku. Terdapat dua tokoh hero dan heroine yang digambarkan secara misterius karena tak nampak bagaimana ekspresi mereka. Latar sekolah yang tentu saja menggambarkan keseluruhan latar cerita yang memang paling banyak di sekolah. Pemilihan font dan warna font yang tidak tumpang tindih dengan warna latar cover, tentu saja warna putih tampak terang jika diletakkan pada latar malam.

       Novel ini memiliki alur maju dan menggunakan sudut pandang orang pertama pelaku utama. Latar novel ini kebanyakan berada di sekolah. Untuk latar waktu yang digunakan penulis kebanyakan malam dan siang dikarenakan novel ini bercerita 2 sisi, yaitu sisi tokoh utama sebagai manusia dan monster. Tema novel ini sangat dekat dengan masalah di sekolah yang akhir-akhir ini sedang menjadi pembicaraan,. Ya, temanya adalah bullying. Ingin tahu apa yang terjadi? Yuk baca novelnya!

        Menurut pendapat saya secara pribadi, tokoh Acchi dan Yano sangat realistis kecuali bagian menjadi monster. Perkembangan kedua tokoh ini terbangun dengan baik sehingga membuat kita larut ke dalamnya. Tokoh Yano yang sifatnya berkebalikan dengan Acchi memberikan interaksi yang menarik antara keduanya. Tentu saja ada beberapa bagian yang membuat kalian merasa kesal dengan tokoh-tokoh yang ada di dalamnya. Dalam novel ini, penulis seolah-olah ingin menyampaikan bahwa kamu bisa memilih ingin menjadi seperti apa dirimu. Hanya diri sendiri yang tahu mana dirimu yang sebenarnya. Seperti biasa Sumino Yoru berhasil menyelipkan amanat yang sederhana namun mengena seperti novel-novel sensei sebelumnya. 

        Novel ini saya rekomendasikan untuk mina-san yang menyukai novel Jepang. Novel ini juga saya rekomendasikan untuk mina-san yang suka dengan novel karya Sumino Yoru-sensei dan novel yang penuh makna. Novel dengan harga Rp101.000,00 ini sangat pas karena dengan harga sekian rupiah, mina-san bisa mendapatkan pengalaman membaca novel fantasy dengan suasana yang baru yang tentunya mengandung isu sosial. Sekian review dari saya, semoga bisa membantu mina-san. Mata Ashita ne~

Sebenarnya monster itu apa? Halaman 280
Mei 20, 2023 No komentar

 



Judul Asli: この嘘がばれないうちに (Kono Uso ga Barenai Uchi ni)
Judul Terjemahan: Funiculi Funicula: Kisah-Kisah yang Baru Terungkap 
Penulis: Toshikazu Kawaguchi
Alih bahasa: Asri Pratiwi Wulandari
Desain sampul: Orkha Creative
Genre: Drama
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020663845
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 200 Halaman
Cetakan ke: 2
Terbit: Oktober 2022
Harga: Rp 70.000,00
Rating: 4 of 5

       Konichiwa mina-san, apa kabar? Semoga baik ya? Dikesempatan kali ini yang tentu saja masih dalam suasana liburan yang membuat saya cukup luang untuk menuntaskan review dari buku yang sudah cukup lama selesai saya baca. Buku ini merupakan buku ke dua dari judul buku pertamanya yaitu Funiculi Funicula: Before The Coffee Gets Cold, yang mina-san bisa baca reviewnya di blog ini juga. Mari kita mulai saja reviewnya.

Blurb
Funiculi Funicula, sebuah kafe di gang sempit di
Tokyo, masih kerap didatangi orang-orang yang
ingin menjelajahi waktu. Peraturan-peraturan
yang merepotkan masih berlaku, tetapi itu semua
tidak menyurutkan harapan mereka untuk
memutar waktu.

Kali ini ada seorang pria yang ingin kembali ke
masa lalu untuk menemui sahabat yang putrinya
ia besarkan, seorang putra putus asa yang tidak
menghadiri pemakaman ibunya, seorang pria
sekarat yang ingin melompat ke dua tahun
kemudian untuk memastikan kekasihnya bahagia,
dan seorang detektif yang ingin memberi istrinya
hadiah ulang tahun untuk pertama sekaligus
terakhir kalinya.

Kenyataan memang tetap sama.
Namun dalam singkatnya durasi sampai kopi
mendingin, mungkin masih tersisa waktu
bagi mereka untuk menghapus penyesalan,
membebaskan diri dari rasa bersalah, atau
mungkin melihat terwujudnya harapan...

Review
       Baiklah mina-san seperti biasa, kita akan mulai review dari cover buku ini. Senada dengan buku pertamanya, buku kedua memiliki nuansa sederhana dengan ilustrasi yang memanjakan mata. Didominasi warna putih dan coklat memberikan kesan minimalis dan memanjakan mata. Ilustrasi pada cover yang memberikan nuansa Jepang, bedanya di cover buku ke dua menggambarkan suasana musim gugur. Salah satu cover dengan pemilihan warna yang saya suka dan ilustrasi yang penuh, tapi memanjakan mata. Tampak pas rasanya. Pemilihan font judul yang mudah dibaca dan warna putih yang digunakan tidak tumpang tindih dengan warna utama cover serta ilustrasi. Selain itu ilustrasi pada cover nampak seperti lukisan cat air sehingga tidak menyakiti mata saya.

      Kita masuk pada review isi cerita ya mina-san. Sudut pandang orang ketiga serba tahu memudahkan kita dalam memahami kisah masing-masing tokoh dalam cerita. Seperti novel pertamanya, novel kedua ini seperti kumpulan kisah dari para pengunjung cafe. Novel ke dua ini saya rasa lebih banyak mengankat tema tentang kematian dan kehidupan. Lebih memberikan kesan sedih, haru dan bahagia dari pada novel pertamanya. Novel kedua ini juga menyiapkan sebuah kisah besar di akhir, masing-masing cerita dari para pengunjung menuntun kita kepada misteri perempuan berbaju putih. Novel kedua ini berisi banyak misteri yang tidak terselesaikan di novel pertamanya. Rasanya seperti semua rasa penasaran kita di novel pertama, dibayar lunas di novel kedua ini. Amanat yang berusaha disampaikan penulis mengenai kehidupan, penyesalan, dan rasa merelakan sesuatu sangat sampai kepada saya.

      Secara keseluruhan, novel ini saya rekomendasikan kepada mina-san yang menyukai novel Jepang. Novel ini juga cocok untuk mina-san yang suka dengan genre drama namun memilki amanat yang mendalam tentang kehidupan. Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari kisah masing-masing tokoh. Untuk novel seharga Rp 70.000,00 dengan cover, alur cerita dan isi cerita yang sedemikian rupa, saya rasa sangat ramah di kantong pelajar. Namun saya sarankan untuk membaca novel pertamanya terlebih dahulu sebelum novel keduanya karena banyak cerita dan hubungan antar karakter yang saling berkesinambungan. Hal ini juga agar memudahkan mina-san memahami misteri dan kisah dari Funiculi Funicula secara utuh. Akhir kata, terima kasih sudah membaca review saya. Semoga review saya bisa membantu mina-san. Sampai jumpa di lain waktu. Mata Ashita nee~

Akulah yang membunuh ibu... Halaman 153
April 29, 2023 No komentar

 

Judul Asli: 女子(Girls)
Judul Terjemahan: Girls
Penulis: Minato Kanae
Penerjemah: Andry Setiawan
Penyunting: Gita Romadhona
                                       Penyelaras Aksara: Francisca Ratna                                       
Desainer Sampul: @bilalsuryasum
Penata Sampul: rudi
Genre: Drama, Thriller, Mystery
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-623-5467-03-0
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 344 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: November 2022
Harga: Rp 125.000,00
Rating: 4 of 5

       Ohayou mina-san, Asako here. Sudah lama tidak bertemu, tidak terasa sudah 2 tahun dan kabar gembiranya saya masih hidup. Saya akan posting jika saya luang ya mina-san, semoga mina-san bisa memaklumi karena kondisi saya yang tentunya berbeda dengan jaman ketika saya kuliah dahulu. Oke mina-san saya akan memulai review novel yang hmmm, mind blowing tentunya dengan konsep yang tidak biasa. Masih genre favorit saya, misteri.
Blurb
Yuki menganggap pengakuan itu sekadar episode untuk
menyombongkan diri, membuat Yuki ingin menyaksikan
yang lebih hebat lagi dari pengalaman si anak pindahan.
Ia tak hanya ingin melihat mayat, ia ingin menyaksikan
proses manusia menyambut ajal.

Di lain pihak, Atsuko yang merasa dirinya lemah,
mengira akan bisa memperkuat hatinya jika mampu
menyaksikan orang yang sekarat, dan mungkin bisa
memperbaiki persahabatannya dengan Yuki.

Tanpa saling tahu, Yuki dan Atsuko menjalankan
rencana mereka masing-masing demi melihat kematian
yang sempurna. Mereka berlomba-lomba mendahului
maut, tetapi tak mengira bahwa keputusan-keputusan
kecil mereka akan memicu reaksi berantai yang perlahan
menjadi tak terkendali....       
Review
       Okay mina-san seperti sebelumnya ya, saya akan mereview dari segi covernya. Menurut saya pribadi cover novel Girls karya Minato Kanae dengan latar biru mengingatkan saya pada The Dead Return. Tampak ada dua karater gadis SMA yang berambut panjang dan pendek. Karakter kedua gadis yang digambarkan pada cover memberikan kesan misterius dan lebih keseram. Tapi style gambar tersebut mengingatkan saya pada karya Ghibli, entah mengapa. Dari font serta warna font yang digunakan menggambarkan isi buku, genre misteri. Sangat menarik dan tidak membuat kita sebagai pembaca tertipu. Keseluruhan desain cover novel Girl sederhana, namun mengena dan memancarkan aura misteri yang kuat dibandingkan dengan terjemahan sebelumnya yaitu Penance.

       Novel ini memiliki alur maju. Sudut pandang yang digunakan adalah orang pertama. Yang menarik adalah kedua tokoh utama dalam novel ini masing-masing mendapat porsi untuk mendeskripsikan sudut pandang terhadap tokoh-tokoh lain. Oh iya mina-san, tokoh utama dalam cerita ini ada 2 yaitu Yuki dan Atsuko, keduanya adalah teman. Di chapter awal kita digiring dengan opini antara kedua sahabat ini. Tapi, apakah keduanya benar-benar sahabat baik? Yang perlu diacungi jempol adalah perkembangan tiap karakter di novel ini dan masing-masing tokoh memiliki porsi yang pas dan sangat bermanfaat. Tidak ada tokoh yang sia-sia disini. Sepanjang cerita kalian akan dibuat bertanya-tanya tentang apa yang akan mereka lakukan untuk melihat kematian? Apakah benar mereka bersahabat? Dan apakah mereka berhasil? Novel ini juga mengangkat isu sosial di dunia pendidikan, keahlian Minato Kanae-sensei. Amanat novel ini berulang kali ditekankan oleh Yuki, yaitu sistem tabur tuai atau yang kita kenal sebagai hukum karma.

       Bagian yang saya suka adalah bagian pembuka yang diawali oleh tokoh yang akan bunuh diri. Pembukaan yang memancing saya untuk mencari tahu apa yang terjadi. Selain itu tokoh dalam novel Girls yang manusiawi dan tema hukum karma yang menarik. Saya sangat suka bagaimana Minato-sensei menyelipkan plot twist yang bertubi di akhir. Saya hanya dapat menebak satu plot twist, saya tidak pernah sangka jika ada lebih dari satu plot twist. Saya juga sangat suka bagaimana saya dibuat berteriak "tidak" ketika salah satu tokoh dalam cerita mengalami sesuatu. Namun, sepertinya dalam novel ini Minato-sensei juga seolah menunjukkan ada campur tangan Tuhan disitu. Saya sangat menikmati waktu saya membaca novel Girls.

      Saya merekomendasikan novel ini untuk mina-san yang menyukai Jepang, untuk teman-teman yang menyukai novel yang dekat dengan lingkungan pendidikan dan isu sosial. Mina-san yang menyukai plot twist dan menyukai rasa ngeri seperti yang ditinggalkan Silence karya Akiyoshi Rikako-sensei. Novel ini bisa kalian dapatkan secara online maupun offline seharga Rp. 125.000,00. Untuk kategori pembaca, saya rasa cocok untuk pembaca 17+. Sekian review dari saya, semoga membantu mina-san. Mata Ashita ne~

"Hukum karma? Artinya, kalau kita berbuat jahat, kejahatan itu akan kembali kepada kita?" Halaman 111
April 24, 2023 No komentar


 Judul Asli: キッチン(Kitchen)
Judul Terjemahan: Kitchen
Penulis: Yoshimoto Banana
Penerjemah: Ribeka Ota
Pemeriksa Bahasa: Andry Setiawan
Penyunting: Windy Ariestanty
Penyelaras Aksara: Lovita Cendana
Desainer Sampul: Sukutangan
Sampul dan Isi: Propanardilla
Genre: Fantasy, Drama, Romance
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-623-7351-68-9
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 224 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: April 2021
Harga: Rp 93.000,00
Rating: 4 of 5

       Ohayo mina-san, Asako disini. Sudah lama kita tidak bertemu, kali ini saya akan mereview sebuah novel, tapi lebih tepat disebut novela karya Yoshimoto Banana. Judul novel yang akan saya review adalah Kitchen. Novel ini sempat tertimbun di reading list dan saya sempat cheating dari Weathering With You karya Shinkai Makoto dengan penuh rasa bersalah. Mari kita mulai review novel yang berhasil membuat saya cheating dari Weathering With You.

Blurb
"Tempat yang paling kusukai di dunia ini adalah dapur"

Semua tokoh dalam kumpulan novela ini
mengalami pergulatan batin setelah ditinggalkan
oleh orang yang mereka cintai; orangtua; kakek
dan nenek, kekasih.... Mereka menghadapi
keseharian, kemudian menyadari dalam
kesepian mereka bahwa dunia ini penuh dengan
keseimbangan unik di tengah kematian
dan kehidupan

Kitchen karya Yoshimoto Banana
yang telah memenangkan berbagai penghargaan 
literatur bergengsi. Melalui kalimat-kalimat
yang disajikan dengan indah, Yoshimoto
Banana akan mengajakmu menghadapi
pergulatan emosional ketika berhadapan
dengan kehilangan, kepedihan, dan perasaan
sepi karena khawatir dianggap rapuh.

Review

      Dari segi sampul, sampul novel ini cukup sederhana, saya menangkap ada gaya retro di dalamnya dan yang membuat sampul novel ini unik adalah pemilihan warnanya. Font judul dan nama pengarang simple dan nyaman untuk dibaca. Bagian belakang sampul di desain dengan sederhana dan nilai plusnya adalah pemilihan warna yang tidak membuat mata sakit ketika membaca blurbnya.

     Novel ini memiliki alur maju dan seperti yang telah dijelaskan bahwa novel ini atau mungkin novela, berisi kumpulan cerita. Sebenarnya hanya terdiri dari dua cerita. Cerita yang menjadi spotlight adalah Kitchen, sama seperti judulnya. Mengapa novel ini berjudul Kitchen? Mina-san akan menemukan alasannya ketika membaca novelnya. Karakter pada novel ini saya rasa sangat realistis, Yoshimoto-sensei berhasil menuangkan emosi pada tiap karakter dalam cerita. Kendati merupakan novela, namun sebenarnya novel ini memiliki amanat yang sangat dalam. Ya, seperti yang telah dijelaskan dalam blurb bahwa novel ini penuh dengan rasa kehilangan, kepedihan dan perasaan sepi. Namun itulah yang membuat novel ini menarik. Bagaimana kita melihat karakter novel bergerak maju. Sudut pandang yang digunakan merupakan orang pertama pelaku utama sehingga kita dapat merasakan emosi karakter secara langsung. Pada cerita kedua novel ini, saya dapat merasakan suasana latar yang sangat mistis, seolah saya memang berada di tempat kisah ini terjadi.

     Bagian mana yang paling saya sukai? Saya suka kedua cerita dalam novela ini. Saya merasakan perasaan manis dan hangat dalam cerita pertama dan perasaan ikhlas pada novel kedua. Novel ini berhasil menyentuh hati saya, setiap orang yang pernah merasa kehilangan pasti akan tersentuh dengan novel ini. Saya suka semua karaakter yang ada di novel ini tanpa terkecuali. Meskipun butuh waktu yang cukup lama bagi saya untuk menyelesaikan novel ini tapi kisahnya sangat melekat di hati, seminggu pun tidak akan bisa membuat kita lupa dengan jalan ceritanya. Amanatnya pun terasa melekat di hati saya.

    Novel ini saya rekomendasikan untuk mina-san yang ingin lepas dari rasa kehilangan dan ingin melangkah maju. Terdapat banyak motivasi yang membantu kalian disini. Untuk mina-san yang menyukai novel sedih dengan nuansa melankolis, untuk fans Yoshimoto-sensei dan para penikmat novel Jepang, sayang sekali jika mina-san melewatkan novel ini. Kitchen sudah dapat dibeli di toko buku online maupun offline dengan harga Rp 93.000,00. Untuk kategori usia 15+ jadi aman untuk dibaca ya mina-san. Sekian review singkat dari saya. Terima kasih sudah membaca. Mata Ashita~

Aku mau kamu kembali Halaman 119
Agustus 29, 2021 2 komentar

 

Judul Asli: コーヒーが冷めないうちに(Koohii ga samenai uchi ni)
Judul Terjemahan: Funiculi Funicula: Before The Coffee Gets Cold
Penulis: Kawaguchi Toshikazu
Alih Bahasa: Dania Sakti
Desain Sampul: Orkha Creative
Genre: Fantasy, Drama
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-0651-92-7
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 224 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: April 2021
Harga: Rp 70.000,00
Rating: 4 of 5

Blurb

Di sebuah gang kecil di Tokyo, ada kafe tua yang
bisa membawa pengunjungnya menjelajahi waktu.
Keajaiban kafe itu menarik seorang wanita yang
ingin memutar waktu untuk berbaikan dengan
kekasihnya, seorang perawat yang ingin membaca
surat yang tak sempat diberikan suaminya yang
sakit, seorang kakak yang ingin menemui adiknya
untuk terakhir kali, dan seorang ibu yang ingin
bertemu dengan anak yang mungkin takkan
pernah dikenalnya.

Namun, ada banyak peraturan yang harus
diingat, Satu, mereka harus tetap duduk di
kursi yang telah ditentukan. Dua, apapun yang
mereka lakukan di maa yang didatangi takkan
mengubah kenyataan di masa kini. Tiga, mereka
harus menghabiskan kopi khusus yang disajikan
sebelum kopi itu dingin.

Rentetan peraturan lainnya tak menghentikan
orang-orang itu untuk menjelajahi waktu. Akan
tetapi, jika kepergian mereka tak mengubah satu
hal pun di masa kini, layakkah semua itu dijalani?

Review

    Cover dari novel Funiculi Funicula terlihat sangat manis. Nampak penuh di bagian cover, namun sama sekali tidak mengganggu. Ilustrasi coffee shop yang sangat membantu saya dalam berimajinasi. Desain font judul tampak sangat unik karena diletakkan pada ilustrasi jalan pada gang kecil sehingga tidak mengganggu. Kesan sempurna dan pas, novel dengan cover ilustrasi penuh yang paling saya suka.

    Alur novel ini merupakan alur maju mundur secara teknis karena mengusung tema time traveling. Karena mengangkat tema time traveling ini, maka sangat cocok jika dikategorikan dalam novel fantasy dan drama. Gabungan yang terbilang umum namun dengan latar yang unik yaitu di sebuah kedai kopi serta terdapat banyak peraturan yang dapat dikatakan menjadikan novel terasa berbeda dengan novel time travel lainnya. Tokoh yang diceritakan pun berbeda antara satu dengan yang lain. Yang sama dari waktu ke waktu adalah para pegawai di kedai kopi. Pada setiap bagian cerita novel ini memiliki pesan yang disampaikan oleh penulis. Salah satu amanat yang paling saya suka adalah meski tak bisa mengubah kenyataan, setidaknya masih ada hati yang tergerak untuk berubah.

    Novel ini menarik karena pada bagian awal cerita, kita disajikan sebuah cerita yang umum dan makin lama makin berat sehingga membuat saya sangat tersentuh. Setiap bagian akhir cerita tiap tokoh membuat saya seolah terbebas dari sesuatu. Sebuah perasaan lega selalu muncul setiap menyelesaikan bagian cerita. Novel ini bukan novel drama biasa, namun banyak pelajaran di dalamnya yang membuat saya banyak memahami arti dari penyesalan, ke khawatiran dan makna dari sebuah keluarga. Setiap tokoh dalam cerita seolah bergerak menuju sesuatu yang lebih baik. Sebuah novel yang sangat menginspirasi.

    Novel ini saya rekomendasikan untuk mina-san yang menyukai novel Jepang. Mina-san yang menyukai genre time travel yang memiliki kesan berbeda. Saya juga rekomendasikan novel ini untuk mina-san yang menyukai genre drama, namun penuh dengan makna. Novel ini dibanrol dengan harga Rp 70.000,00. Sangat sesuai untuk novel yang berisi dengan banyak pelajaran tentang hidup. Novel ini bisa dibeli secara online maupun offline. Terima kasih telah membaca review singkat dari saya. Semoga review saya bisa membantu mina-san. Mata Ashita ne~

Aku tidak ingin kita bersama hanya karena simpati. Halaman 111

Juni 06, 2021 4 komentar

Judul Asli: 青くて痛くて脆い (Aokute, Itakute, Moroi)
Judul Terjemahan: Blue, Painful, and Brittle
Penulis: Sumino Yoru
Penerjemah: Clara Canceriana
Pemeriksa Bahasa: Andry Setiawan
Penyelaras Aksara: Francisca Ratna
Desainer Sampul: Diwasandhi
Penata Sampul: @baiknyarudi
Genre: Drama
Jenis: Japanese Literature 
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-623-7351-52-8
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 364 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: September 2020
Harga: Rp 99.500,00
Rating: 4 of 5 

       Konichiwa mina-san, apa kabar? Hisashiburi desu ne? Karena banyak masalah ini dan itu di real jadi saya cukup lama tidak membaca buku. Apalagi setelah merasa down beberapa waktu lalu, saya terkena slump. Kali ini saya kembali dan akan mereview salah satu novel karya Sumino Yoru-sensei. Mari kita mulai reviewnya mina-san.

Blurb
Aku bertemu dengan Akiyoshi pada tahun pertama universitas.
Dia gadis yang blakblakan, tidak disukai oleh teman-teman seangkatan,
tetapi tulus dan polos. Idealisme dan antusiasmenya menyeretku untuk
membuat sebuah klub rahasia bernama Moai.

Tiga thun berlalu, Akiyoshi yang waktu itu berbincang denganku
soal mimpi dan idelaisme sudah tidak ada lagi.
Moai menjadi sebuah kebohongan besar Akiyoshi karena klub itu 
tak lagi menjunjung tinggi idealisme, bergerak hanya untuk
memuaskan ego para anggotanya.

Misiku adalah, menghancurkan untuk mengembalikan Moai
ke sosoknya yang dulu.

Namun, bisakah aku melakukannya? Bagaimnaa caranya?

Review
       Ini adalah novel terjemahan ketiga dari Sumino Yoru-sensei yang digarap oleh Penerbit Haru. Sama seperti novel Sumino Yoru-sensei lainnya, cover novel ini sama manisnya dengan novel lainnya. Didominasi warna putih dan biru sehingga nyaman di mata. Tampak sederhana, namun sangat indah. Pemilihan font yang sederhana terlihat pas dengan ilustrasi novel degan katakter Kaede dan Akiyoshi pada cover buku. Cover paling indah yang saya suka bulan ini. Bagian belakang novel juga terdapat blurb dan simbol Moai yang sekali lagi sangat nyaman untuk saya baca dan membantu orang awam yang penasaran dengan wujud Moai.

       Alur cerita terasa lambat, namun menarik. Saya sempat slump, namun saya juga semakin penasaran dengan nasib Kaede dalam novel.  Konsep yang ditawarkan novel ini juga sangat berbeda dengan novel Sumino Yoru sensei yang lainnya. Biasanya novel beliau cukup dekat dengan romance yang lumayan kental, namun disini kalian akan sedikit menemukan nuansa romance. Tentu saja karena temanya adalah tentang idealisme. Novel ini bersetting di kampus sehingga terasa sekali suasana perkuliahan serta suasana mahasiswa yang akan terjun menjadi pencari lapangan kerja di perusahaan. Alur cerita ini juga maju mundur karena terdapat beberapa bagian dimana Kaede melakukan flashback tentang Moai. Sudut pandang yang digunakan adalah orang pertama pelaku utama, yaitu Kaede. Penokohan novel ini sangat menarik karena baik Kaede maupun Akiyoshi sebenarnya adalah sosok yang idealis dengan cara yang bertolak belakang. Amanat novel ini lebih agar kita jangan takut membuat kesalahan.

       Setelah membaca novel ini, saya banyak belajar tentang persahabatan, kerasnya mencari lapangan kerja di Jepang serta idealisme yang sebenarnya dimiliki oleh semua mahasiswa pada awal masuk dunia perkuliahan namun semakin luntur secara perlahan. Sejujurnya novel ini seperti sebuah sindiran untuk diri saya sendiri. Lebih dari itu, novel ini saya anggap menarik karena perjuangan Kaede berproses menjadi orang yang lebih dewasa. Sangat wajar membuat kesalahan dan kemudian memperbaikinya. Ini berlaku untuk Kaede maupun Moai. Karakter yang saya sukai? Tidak ada, karena sejujurnya saya merasa Sumino Yoru-sensei berhasil membuat karakter yang realistis. Tidak hitam, tidak putih, namun abu-abu. Tidak ada baik, tidak ada jahat, hanya ada perpaduan diantara keduanya. Sangat berhasil menuangkan kompleksnya manusia.

       Novel ini saya rekomendasikan untuk mina-san yang sedang atau akan lulus dalam dunia perkuliahan. Novel ini sangat relate dengan kehidupan mahasiswa. Saya juga merekomendasikan mina-san yang menyukai novel cukup berat, dan ingin ditampar oleh realita. Novel ini adalah jawabannya. Ini adalah novel Sumino Yoru-sensei yang paling berat yang pernah saya baca. After taste yang tidak akan pernah kalian temukan dari novel-novel sensei sebelumnya. Novel ini sudah bisa kalian beli secara online maupun offline dengan harga Rp 99.500,00. Untuk novel sebagus ini, saya rasa harganya sangat sesuai. Terima kasih banyak mina-san sekian review singkat dari saya. Semoga review saya dapat membantu. Sampai jumpa di review lainnya. Mata Ashita..

"Kalau memang ingin melakukannya, mungkin lebih baik kau membuatnya sendiri." Halaman 25
Oktober 08, 2020 4 komentar

Judul Asli: コンビニ人間 (Konbini Ningen)
Judul Terjemahan: Convenience Store Woman
Penulis: Murata Sayaka
Alih bahasa: Ninuk Sulistyawati
Editor: Karina Anjani
Editor Supervisi: Siska Yuanita
Ilustrasi Cover: Orkha
Genre: Drama
Jenis: Terjemahan Jepang
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020644394
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 160 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Juli 2020
Harga: Rp 58.000,00
Rating: 4 of 5

        Konichiwa mina-san, kali ini saya akan mereview sebuah buku terjemahan Jepang dari Gramedia. Penulis novel ini pernah memenangkan penghargaan Akutagawa, Gunzo Prize for New Writers, Noma New Face Prize, dan Mishima Yukio Prize. Saya tidak terlalu tahu tentang penghargaan penulis Jepang, yang saya tahu penghargaan Akutagawa merupakan penghargaan yang besar. Novel ini terinsiprasi dari pengalaman penulis yang pernah bekerja paruh waktu di minimarket, ini adalah salah satu faktor rasa penasaran saya pada novel ini. Dari pada semakin penasaran, mari kita mulai reviewnya mina-san.

Blurb
Dunia menuntut Keiko untuk menjadi normal,
walau ia tidak tahu "normal" itu seperti apa.
Namun di minimarket, Keiko dilahirkan dengan
identitas baru sebagai "pegawai minimarket".
Kini Keiko terancam dipisahkan dari dunia
minimarket yang dicintainya selama ini...

Review
        Dari desain covernya terlihat sangat sederhana. Background kuning, sama sekali tidak mengganggu mata dan tidak tampak "mati" ketika dipadukan dengan ilustrasinya. Pada bagian cover terdapat ilustrasi Keiko yang memeluk miniatur minimarket dengan beberapa ilustrasi permen, onigiri, susu stoberi dan struk belanjaan. Yang menarik adalah desain judul dan penulis yang didesain seperti bacode produk. Saya sangat suka dengan idenya. 

        Novel Convenience Store Woman atau Konbini Ningen ini memiliki alur maju dan terasa cepat karena hanya terdiri dari 160 halaman saja. Cepat, namun tidak dipaksakan. Karakter yang ada di dalam cerita sama sekali tidak sia-sia, semua memiliki porsi yang sama, setiap karakter yang ada memengaruhi perubahan pada karakter Keiko. Konflik yang disajikan juga sangat realistis, sangat wajar dialami oleh kita semua. Sudut pandang yang digunakan adalah orang pertama pelaku utama, yaitu Keiko. Dengan penggunaan sudut pandang ini, kita dapat lebih memahami pola pikir Keiko dan cara pandang Keiko pada ke"normalan" yang benar menurut masyarakat. Amanat yang disampaikan juga sangat menarik. Tidak perlu peduli apa yang dikatakan masyarakat, yang penting adalah kita melakukan hal yang kita cintai dengan sepenuh hati.

        Novel ini mengingatkan saya pada Ningen Shikkaku karya Dazai Osamu yang membahas tentang masyarakat dan kenormalan, hanya saja novel ini tidak segelap milik Dazai Osamu. Saya sangat suka bagaimana hubungan Keiko dengan rekan kerja, keluarga dan lingkungan pertemanannya berkembang. Bagaimana Keiko berusaha menjadi "normal" dan bagaimana perubahan terjadi di lingkungannya karena kedatangan Shihara. Tokoh Shihara ini membuat saya merasa diaduk perasaannya, hingga akhirnya keputusan Keiko yang membuat saya mengangguk lega. Bagian yang sangat berkesan adalah sosok Keiko yang menyayangi keluarganya. Saya sangat tersentuh dengan sosoknya yang polos. Kisah Keiko sekali lagi membuat saya bertanya dalam hati, apakah saya selama ini sudah melakukan sesuatu yang saya cintai atau hanya berusaha agar terlihat "normal"?

        Novel ini saya rekomendasikan untuk mina-san yang menyukai sastra Jepang, mina-san yang mempertanyakan kehidupan dan ke"normalan" serta mina-san yang muak ditanya tentang kehidupan pribadinya. Novel ini memiliki rate 17+, jadi untuk mina-san yang di bawah umur, ada baiknya untuk tidak membaca novel ini. Novel ini dapat dibeli secara online maupun offline, atau dapat dibeli dalam bentuk ebook. Novel ini dijual seharga Rp 58.000,00. Karena buku ini 160 lembar, novel ini dapat dibaca sekali duduk. Semoga review saya yang amatir ini bisa membantu mina-san. Saya mohon maaf jika review saya terlalu singkat, saya takut akan memberikan spoiler pada mina-san, jadi lebih baik saya akhiri saja. Sampai jumpa direview lainnya. Mata ashita ne∼

"Inilah satu-satunya cara agar aku bisa menjadi manusia normal."  Halaman 27
Juli 26, 2020 2 komentar

Judul Asli: 島は僕らと (Shima wa bokura to)
Judul Terjemahan: Pulau Sae
Penulis: Tsujimura Mizuki
Alih bahasa: Faira Ammadea
Ilustrasi sampul:martin_twenty1@yahoo.co.id
Genre: Drama, Slice of life
Jenis: Terjemahan Jepang
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-6668-5
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 352 Halaman
Cetakan ke: 2
Terbit: April 2018
Harga: Rp 89.000,00
Rating: 3 of 5
       
       Hisashiburi mina-san, selama bulan Juni kemarin saya tidak mereview buku apapun. Mohon maaf atas ketidak nyamanannya karena saya lebih aktif di Instagram. Tapi, saya akan menebusnya bulan ini. Buku yang akan saya review kali ini sebenarnya adalah buku yang paling saya inginkan sejak sebelum menjadi Blogger. Buku ini merupakan buku yang paling ingin saya miliki saat jaman kuliah dahulu dan syukurlah saya bisa mereviewnya sekarang. Mari kita mulai saja reviewnya mina-san.

Blurb
Tinggal di Pulau Sae yang terpencil di tengah Laut Seto, Jepang,
 setiap hari Akari, Kinuka, Genki dan Arata harus naik feri 
menuju daratan utama untuk bersekolah. Lahir dan besar di
 pulau itu, mereka akrab dengan penduduk desa, termasuk 
dengan para pendatang yang memulai kehidupan baru di Pulau Sae.

Akari, Kinuka, Genki dan Arata sangat mencintai Pulau Sae, 
tetapi menghabiskan sebagian waktu di daratan utama memberi 
mereka perspektif baru. Keempat remaja tersebut mulai 
mengamati dan menilai keputusan orang-orang yang datang 
untuk tinggal dan warga yang meninggalkan kenyamanan pulau.

Dan musim ini adalah tahun terakhir mereka bersama-sama, 
karena setelahnya, anak-anak pulau itu harus memutuskan ke 
mana mereka akan mengejar masa depan:
pergi atau bertahan di Pulau Sae.

Review
       Dari desain cover saya sangat suka dengan warna biru langit dan laut yang indah, tampak seperti permata yang berkilau. Pemandangan pantai yang terasa hidup dan gaya anime yang terasa di covernya. Selain itu ada empat tokoh yang digambarkan pada bagian covenrya yaitu Arata, Akari, Genki dan Kinuka yang tampak memandangi laut. Pemilihan font yang sederhana dan warna font yang didominasi biru dan putih terlihat sangat pantas dengan warna dasar background novel ini.

      Tema yang diangkat tentang kehidupan remaja di sebuah pulau kecil dengan permasalahan kehidupan yang sederhana. Novel ini mengangkat tentang kebersamaan, kekeluargaan, cita-cita dan masa depan, namun masalah yang diangkat adalah tentang lingkungan sekitar mereka dibumbui sedikit drama yang menarik tentang masyarakat pulau. Tokoh utama dalam cerita ini Akari, Kinuka, Genki dan Arata, serta terdapat karakter sampingan yang cukup menonjol dan memiliki porsi yang sama besar antara satu dengan yang lain. Alur novel ini terasa lambat namun cukup untuk dinikmati karena terdapat unsur misteri kecil di dalamnya. Saya sangat menyukai elemen kejutan sederhana yang dibuat Tsujimura-sensei. 

        Saya sangat suka interaksi antara tokoh di dalamnya karena latar tempat ini berada di Pulau sehingga setiap tokoh terasa saling terhubung, baik itu tokoh utama maupun tokoh sampingan. Terdapat empat orang dengan watak yang berbeda, namun disatukan oleh kampung halaman. Saya juga suka bagaimana penulis mendeskripsikan masalah yang terjadi secara mengalir. Suasana Pulau juga sangat terasa seolah saya benar-benar berada di Pulau Sae. Saya suka bagaimana penulis menggambarkan karakteristik penduduk Pulau Sae yang memang sangat khas masyarakat pulau dan bagaimana Tsujimura-sensei mendeskripsikan tentang keluarga dan persaudaraan pada novel ini. 

        Terjemahan yang cukup mudah saya cerna, hanya saja ada beberapa kata yang diterjemahkan kurang konsisten. Saya suka konflik drama di dalamnya yang ringan, namun juga penuh misteri. Tidak heran novel ini memenangkan Naoki Prize 2012. Namun sayangnya novel ini tidak memiliki identitas penulis yang memberikan informasi dasar penulis. Saya sangat menyayangkan karena jujur saja, saya cukup penasaran dengan sosok Tsujimura-sensei.

        Novel ini saya rekomendasikan untuk kalian yang menyukai anime dan menyukai genre slice of life serta drama. Kalian yang mencari bacaan ringan, dengan alur yang lambat bisa memilih buku ini. Novel ini sangat cocok untuk pembaca usia muda karena memiliki pesan yang penting tentang masa depan dan menjadi dewasa. Singkat kata, novel Pulau Sae cukup memenuhi ekspektasi saya sebagai pembaca novel terjemahan Jepang, terutama cover novelnya yang benar-benar cantik. Novel ringan ini dapat dibeli seharga Rp 89.000,00. Kalian dapat membelinya di toko buku online atau melalui toko buku offline. Sekian review singkat dari saya, sampai jumpa di review lainnya. Mata ashita ne~

"Aku selalu mengira kami akan terus bersama-sama," Halaman 321
Juli 07, 2020 No komentar

Judul Asli: 二十四の人見 (Nijushi no Hitomi)
Judul Terjemahan: Dua Belas Pasang Mata
Penulis: Sakae Tsuboi
Genre: Drama
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Gramedia
ISBN: 978-602-03-3281-9
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 248 Halaman
Cetakan ke: 2
Terbit: September 2016
Harga: Rp 45.000,00
Rating: 4 of 5
Agustus 25, 2019 No komentar

Judul Asli: 旅猫リポート(Tabineko Ripoto)
Judul Terjemahan: The Traveling Cat Chronicles
Penulis: Arikawa Hiro
Genre: Drama
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-602-53858-5-8
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 368 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Juni 2019
Harga: Rp 93.000,00
Rating: 5 of 5
Mei 27, 2019 8 komentar

Judul Asli: 陽だまりの彼女 (Hidamari no Kanojo)
Judul Terjemahan: Her Sunny Side
Penulis: Koshigaya Osamu
Genre: Fantasy, Drama
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-602-7742-12-3
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 224 Halaman
Cetakan ke: 2
Terbit: Mei 2013
Harga: Rp 51.000,00
Rating: 5 of 5

Mei 25, 2019 No komentar

Judul Asli: 風街の人(Kazemachi no Hito)
Judul Terjemahan: The Wind Leading to Love
Penulis: Ibuki Yuki
Genre: Romance, Drama
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-602-7742-47-5
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 342 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Februari 2015
Harga: Rp 67.000,00
Rating: 4 of 5


       Hisashiburi mina-san. Hari ini saya akan mereview novel yang memang telah lama ingin saya baca. Sebenarnya saat ini saya sedang tidak terlalu menyukai romance tapi saya akan mencobanya. Novel yang akan direview kali ini adalah Kazemachi no Hito atau The ind Leading to Love terjemahan Penerbit Haru yang diterbitkan pada tahun 2015. Memang novel ini merupakan novel lama. Novel ini saya dapatkan setelah mengikuti promo ramadhan. Mari kita mulai reviewnya mina-san

BLURB:
Rasa sakit itu merupakan bukti kalau kita masih hidup.

Suga Tetsuji depresi.
Menuruti saran dokter, dia mengasingkan diri
di sebuah kota pesisir, di sebuah rumah peninggalan ibunya.
Namun, yang menantinya bukanlah ketenangan,
tapi seorang wanita yang banyak omong dan 
suka ikut campur bernama Fukui Kimiko.

Fukui Kimiko kehilangan anak dan suaminya,
dan menyalahkan dirinya sendiri
sebagai penyebab kematian mereka berdua.
Dia menganggap dirinya tidak pantas untuk berbahagia.

Setelah menyelamatkan Tetsuji yang nyaris tenggelam, 
Kimiko menawarkan bantuan pada pria itu
untuk membereskan rumah peninggalan ibunya
agar layak jual. Sebagai gantinya, wanita itu meminta
Tetsuji mengajarinya musik klasik, dunia yang disukai anaknya.

Mereka berdua semakin dekat, tapi...

Review:
       Dari segi desain cover, novel The ind Leading to Love memiliki warna latar background putih. Terdapat gambaran tentang Kota Miwashi yang dekat dengan laut, beberapa piringan hitam musik klasik, bunga camelia dan timun suri yang ternyata disebutkan beberapa kali dalam cerita. Font dan warna font yaitu warna merah sangat terlihat cocok dan tidak mengganggu mata. Item-item tersebut terlihat menyatu dengan background sehingga terlihat manis.

       Berdasarkan blurb kita dapat mengetahui keadaan mental dari masing-masing karakter utama yaitu Suga Tetsuji dan Fukui Kimiko. Selain itu, kita juga diberikan petunjuk bagaimana Suga Tetsuji dan Fukui Kimiko dapat berhubungan. Jika diperhatikan, tokoh dalam cerita ini seperti nya merupakan orang paruh baya. Pada bagian blurb juga diketahui bahwa sepertinya masalah akan muncul setelah Suga-san dan Fukui-san semakin dekat. Tentu saja ini membangkitkan rasa penasaran akan konflik yang disajikan. 

       Cerita yang disajikan dalam The Wind Leading to Love merupakan cerita dengan tema romance dan drama yang sangat kuat dan saya pribadi kurang cocok karena unsur drama yang terlalu berat bagi saya. Alur yang diceritakan merupakan alur maju dengan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Ibuki-sensei mendeskripsikan kisah Kimiko dan Tetsuji dengan perlahan sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai bagian konflik. Setiap tokoh yang disajikan dalam cerita memiliki porsi masing-masing yang setara.P engembangan tokoh utama terasa sangat baik dan jelas karena Ibuki-sensei menceritakan cerita secara perlahan sehingga kita dapat mengetahui perkembangan perubahan masing-masing karakter seperti Tetsuji yang depresi dan berpendidikan tinggi dan Kimiko yang ceria namun berpendidikan rendah. Konflik di dalam cerita digambarkan dengan sangat realistis dan dekat dengan dunia orang dewasa. 

       Saya merasa sedikit banyak dapat menikmati novel ini meskipun novel ini lambat. Saya sangat menyukai bagaimana Ibuki-sensei mendeskripsikan perasaan masing-masing karakter seperti depresi, sedih maupun bahagia, semua terasa begitu realistis. Ibuki-sensei juga dapat dengan baik menggambarkan Kota Miwashi yang membuat saya merasa seperti berada di sana. Beliau menggambarkannya dengan cantik dan sempurna sehingga saya juga dapat membayangkan dengan jelas bagaimana rumah ibu Tetsuji yang indah. Keindahan kota Miwashi maupun Rumah Semenanjung berhasil digambarkan dengan baik oleh beliau. Selain keindahan kota Miwashi, novel ini juga menyebutkan beberapa musik klasik maupun Opera yang untuk orang awam dapat dijadikan sebuah tambahan pengetahuan. 

     Amanat yang berusaha disampaikan Ibuki Yuki-sensei dalam ceritanya juga sangat banyak sehingga tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Pada setiap bagian cerita memiliki amanat yang dalam tentang kehidupan dan cinta. Jika novel ini dibaca oleh orang berusia sekitar 20-an mungkin akan lebih terasa seperti dari novel The ind Leading to Love, Ibuki-sensei seperti memberikan nasihat untuk kehidupan masa tua yang memang belum pernah dirasakan mengenai keluarga, karir, kasih sayang dan pentingnya kehidupan sosial, masih banyak hal yang dapat dipelajari dari novel ini. Sayangnya, saya tidak merekomendasikan novel ini untuk kalian yang berada di bawah 17 tahun karena mungkin akan ada beberapa hal yang seharusnya belum layak untuk dibaca.

       Secara keseluruhan novel ini menarik bagi saya yang menyukai suasana seperti kota Miwashi dan tidak jarang setelah membaca saya berfikir apakah kota Miwashi benar-benar ada? Jalan cerita terlalu realistis untuk saya sangkal. Menurut saya pribadi tidak ada bagian yang tidak masuk akal. Saya sangat menyukai pengembangan karakter dalam novel ini. Untuk kalian yang menyukai genre romance dengan drama yang berat, novel ini sangat saya rekomendasikan, banyak amanat yang mungkin akan membuat kalian paham terhadap arti kehidupan. Namun, sekali lagi saya tekankan untuk kalian yang akan membaca novel ini saya harapkan kalian sudah cukup umur. Akhir kata semoga review ini dapat membantu. Terima kasih telah membaca review saya yang masih buruk dan amatir ini. Arigatou, mata ashita~

Orang bilang, kebahagiaan yang sejati itu terletak di gunung yang jauh. Halaman 248
Mei 22, 2019 No komentar

Judul Asli: 100回なくこと (100 Kai Naku Koto)
Judul Terjemahan: Crying 100 Times
Penulis: Nakamura Kou
Genre: Drama, Romance
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-602-7742-19-2
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 256 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Juni 2013
Harga: Rp 49.000,00
Rating: 4 of 5

Mei 13, 2019 No komentar

Judul Asli: ボーナストラック(Bonus Track)
Judul Terjemahan: Bonus Track
Penulis: Koshigaya Osamu
Genre: Drama, Fantasy
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-602-7742-36-9
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 380 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Oktober 2014
Harga: Rp 65.000,00
Rating: 4 of 5
Mei 13, 2019 No komentar

Judul Asli: チア男子!!(Cheer Danshi)
Judul Terjemahan: Cheer Boy
Penulis: Asai Ryo
Genre: Sport
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-602-77422-6-0
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 428 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: November 2018
Harga: Rp 91.000,00
Rating: 5 of 5
Februari 11, 2019 No komentar


Judul Asli: つむじドブル (Tsumuji Double)
Judul Terjemahan: Double Spin Round
Penulis: Miyashita Natsu dan Shoji Yukiya
Genre: Drama
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Haru Media
ISBN: 978-602-7742-75-8
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 268 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Februari 2016
Harga: Rp 59.000,00
Rating: 3 of 5
Januari 30, 2018 2 komentar
Older Posts

Hajimemashite

About Me

Asako
Seorang wibu yang suka membaca buku dan mencoba untuk menjadi blogger. Blog ini berisi tentang buku yang telah saya baca. Kore kara mo yoroshiku onegaishimasu~

Contact me: asakononiwa@gmail.com

Follow Us

Japanese Author

Akiyoshi Rikako Arikawa Hiro Asai Ryo Ayatsuji Yukito Chinen Mikito Dazai Osamu Edogawa Ranpo Fumio Sasaki Higashigawa Tokuya Higashino Keigo Ibuki Yuki Imamura Masahiro Kaiji Motojiro Kawaguchi Toshikazu Kawamura Genki Koshigaya Osamu Matsuda Aoko Minato Kanae Miyashita Natsu Murata Sayaka Nakamura Kou Natsume Soseki Ogawa Mimei Sakae Tsuboi Sasaki Tsukasa Shimada Soji Shinkai Makoto Shoji Yukiya Sosuke Natsukawa Sumino Yoru Tetsuko Kuroyanagi Tsujimura Mizuki Yonezawa Honobu Yoshimoto Banana

Mandarin Author

Ba Yue Chang An Giddens Ko Gu Man Ikumisa Kim Young ha Macchiato Neal Wu Star Cheng Tong Hua Xi Zhi Yang Yang

Korean Author

Jeong You Jeong Kim Young ha Lee Kkoch-Nim Mijin Jung You Sun Dong

Fiction

Comedy Dark Fairytales Drama Fantasy Gore Horror Iya-misu Koten-bu Series Mystery Photography Psychology Romance Semi-Autobiografi Slice of Life Sport Thriller

Non Fiction

Education Self Improvement Semi-Autobiografi Social Sciences

recent posts

Popular Posts

  • (Review) The Tokyo Zodiac Murders
    Judul Asli: 占星術殺人事件 ( Senseijutsu Satsujinjiken) Judul Terjemahan: The Tokyo Zodiac Murders (Pembunuhan Zodiak Tokyo) Penulis: Shimada Soji ...
  • (Review) Kitchen
      Judul Asli: キッチン(Kitchen) J udul Terjemahan: Kitchen Penulis: Yoshimoto Banana Penerjemah: Ribeka Ota Pemeriksa Bahasa: Andry ...
  • (Review) I Saw The Same Dream Again
    Judul Terjemahan: Mata, Onaji Yume wo Miteita Judul: I Saw The Same Dream Again Pengarang: Sumino Yoru Genre: Slice of Life Jenis: J...

Blog Archive

  • ▼  2023 (10)
    • ▼  Desember (3)
      • (Review) Imprisonment
      • (Review) Motherhood
      • (Review) The Cat Who Saved The Book
    • ►  November (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2020 (29)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (22)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (6)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (6)
  • ►  2018 (16)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2017 (2)
    • ►  September (2)
Diberdayakan oleh Blogger.

Created with by ThemeXpose