twitter instagram
  • Home
  • Japanese
  • Mandarin
  • Korea
  • Dark Fairytales
  • Nonfiksi

Asako no Niwa

Irrashaimase mina-san. Douzou yonde kudasai

 


Judul Asli: 母性  (Kankin)
Judul Terjemahan: Imprisonment
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerjemah: Andry Setiawan
Penyunting: Widyawati Oktavia
Penyelaras Aksara: Francisca Ratna
Desainer Sampul: @polamelia
Penata Sampul dan Isi: Propanardilla
Genre: Mytery
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 9786235467191
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 276 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Desember 2023
Harga: Rp 99.500,00
Rating: 4 of 5

        Konichiwa mina-san, hari ini saya akan mereview novel misteri. Sebenarnya ada essay yang harusnya akan saya review tapi karena saya benar-benar tergoda untuk membaca novel satu ini maka saya hentikan dahulu membaca essay tersebut. Penasaran? Mari kita mulai reviewnya mina-san.

Blurb
Yukie sudah kewalahan merawat
anak sambil berkerja.
Ia memutuskan untuk resign dan
malam ini adalah malam terakhirnya.
Ia menitipkan putrinya kepada
suaminya di rumah.

Akan tetapi, suaminya tidak membalas pesan, 
tidak pula menjawab telepon...

Review
        Dari segi sampul, sekali lihat saya sudah paham bahwa desain sampul ini digarap oleh kak polamelia, desainer langganan untuk karya Akiyoshi Rikako. Seperti biasa, pemilihan warna yang memberikan kesan mencekam dengan dominasi warna hitam dan merah. Saya suka bagaimana desainer menggambarkan tokoh suami dan Yukie yang tampak pada cover. Bagian belakang cover juga diberikan ilustrasi berupa pisau dan bangku. Font judul yang digunakan sangat indah dan cukup mudah untuk dibaca. Untuk font judul dan blurb juga sangat konsisten dengan buku karya Akiyoshi-sensei yang telah diterjemahkan penerbit haru.

        Imprisonment memiliki alur maju dengan sudut pandang yang berpindah-pindah dari sosok Yukie dan suaminya. Karakter yang digambarkan juga sudah sangat baik. Saya dapat melihat karakter development dari Yukie yang perlahan-lahan menemukan kecintaannya pada pekerjaannya. Sayangnya saya tidak bisa mengulas lebih jauh karena takut akan memberikan spoiler. Namun karakter yang saya rasa menyebalkan disini adalah sang suami. Amanat dari novel ini adalah jalani hidup sepenuh hati. Hal itu sangat mengena kepada saya setelah membaca novel ini. Sangat wajar dan terasa mengalir, bagaimana Akiyoshi-sensei menyajikan konflik sehingga membuat masing-masing karakter memahami makna menjalani hidup dengan baik dan sepenuh hati. Tiap karakter digambarkan dengan sangat rasional.

        Sejujurnya Akiyoshi-sensei sang ratu Iya-misu selalu memberikan kesan yang ngeri setiap saya membaca novelnya. Beliau tidak lupa menyiapkan adegan gore yang dibungkus dengan baik. Setelah kita anggap masalah itu telah selesai, beliau selalu berhasil membalik semua pikiran kita. Seperti halnya novel-novel Akiyoshi-sensei lainnya, ada plot twist yang mengejutkan dan mampu membuat pembaca tercengang. Semua aspek dari novel ini berhasil menguras emosi saya hingga ada beberapa pilihan yang harus dibuat Yukie yang membuat saya berpikir, apakah novel ini akan masuk novel Akiyoshi-sensei bernuansa gelap atau terang. Tidak hanya hal tersebut, saya juga kagum dengan penjelasan Akiyoshi-sensei mengenai istilah kedokteran dan bagaimana beliau mengulik serta mengangkat sedikit isu-isu sosial dari pekerja medis. 

        Novel ini saya rekomendasikan untuk mina-san yang menyukai karya Akiyoshi Rikako-sensei serta novel Jepang dengan genre misteri yang penuh plot twist. Novel Imprisonment dibandrol dengan harga Rp. 99.500,00 yang saya rasa cukup murah untuk pengalaman membaca yang luar biasa. Saya jamin, mina-san tidak akan kecewa ketika membacanya. Novel ini sudah bisa didapatkan di toko buku online dan offline kepercayaan mina-san. Sekian review dari saya, maaf saya sangat menahan diri untuk tidak memberikan spoiler kepada mina-san sekuat tenaga. Terima kasih, sampai jumpa di review lainnya. Mata ashita ne~

"Ayah akan segera kembali," bisikku seorang diri- Halaman 48
Desember 27, 2023 No komentar

 


Judul Asli: 母性  (Bosei)
Judul Terjemahan: Motherhood
Penulis: Minato Kanae
Penerjemah: Andry Setiawan
Penyunting: Gita Romadhona
Penyelaras Aksara: Francisca Ratna
Desainer Sampul: Fachrul Bintoro
Penata Sampul dan Isi: Propanardilla
Genre: Mytery
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 9786235467122
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 348 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: September 2023
Harga: Rp 137.000,00
Rating: 4 of 5

    Konichiwa mina-san, apa kabar? Semoga baik ya? Kali ini menjelang liburan saya akan mereview novel Thriller karya penulis Thriller terkenal selain Akiyoshi Rikako-sensei. Novel Motherhood ini merupakan novel karya Minato Kanae-sensei yang merupakan penulis Confession dan Penance dan sudah pernah saya review di blog ini. Mari kita mulai reviewnya saja mina-san.

Blurb
Seorang putri akan selalu
mendambakan kasih ibunya.

Review
        Jujur saja, novel Motherhood karya Minato Kanae yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Penerbit Haru ini memiliki cover yang paling unik diantara yang lain. Mengapa? Biasanya novel terjemahan Penerbit Haru memiliki cover yang ilustrasinya nampak seperti boneka dengan nuansa gothic. Namun, novel ini memiliki ilustrasi yang saya rasa memiliki nuansa Indonesia dan akrab dengan saya. Cover novel ini mengilustrasikan seorang ibu dan seorang anak dengan wajah yang mirip. Terdapat ilustrasi burung dan awan. Didominasi warna biru dan hitam dan warna font putih sehingga tidak menganggu dan judul dapat terbaca dengan baik. Saya paling suka pada bagian pergantian bab terdapat ilustrasi burung dan awan yang membantu kita tahu ada berapa bab dalam novel karena terdapat pembatas hitam yang dapat kita lihat dari bagian atas lembar kertas.

        Motherhood memiliki sudut pandang yang berubah-ubah dan dengan timeline yang berpindah-pindah. Pada awal kita akan dibuat bingung, namun perlahan-lahan akan terbiasa. Dengan sudut pandang dan timeline yang kembali ke masa sekarang pada bagian terakhir membantu kita untuk membandingkan pemikiran tokoh dan tentunya membantu kita untuk memahami perasaan tokoh menurut sudut pandang mereka. Latar novel ini lebih banyak di lingkungan rumah, tempat dimana tokoh ibu dan keluarga Tadakoro berada. Tokoh dalam cerita ini berkembang secara tidak terduga dan saya suka bagaimana Minato Kanae-sensei pelan-pelan membuat pembaca terhanyut di dalamnya. Tokoh favorit saya adalah anak dari keluarga Tadakoro. Amanat novel ini adalah sewajarnya bahwa ibu mencintai anaknya dengan cara yang menurut mereka benar.

        Yang menarik dan unik dari novel ini adalah terdapat puisi yang merupakan favorit dari ibu nyonya Tadakoro dan suami-istri Tadakoro. Saya suka bagaimana Minato Kanae-sensei menggambarkan hitam dan putih pada setiap tokoh. Saya juga suka bagaimana Minato Kanae-sensei membangunkan inner child saya, melalui anak dari keluarga Tadakoro dimana apa yang diharapan dari tokoh anak adalah sesuatu yang menurut saya wajar. Minato Kanae-sensei juga menggambarkan bahwa keluarga Tadakoro, bahagia yang seperti apa yang diharapkan oleh mereka. Saya juga suka bagaimana Minato Kanae-sensei menyelipkan plot twist dan membuka misteri dibalik kejadian yang menjadi kejatuhan keluarga tokoh dalam cerita. Akhir cerita ini merupakan akhir yang cukup membuat saya puas. Novel Motherhood ini, novel ini berhasil menampar saya sepanjang saya membaca. Segala macam pertanyaan seperti apakah sudah benar didikan dari tokoh ini? Akan jadi ibu seperti apa saya nanti? Perlahan-lahan menggiring saya untuk lebih overthinking. 

        Novel Motherhood karya Minato Kanae-sensei ini saya rekomendasikan untuk teman-teman yang suka karya Minato Kanae-sensei. Untuk teman-teman yang menyukai novel misteri dan drama, novel ini sesuai untuk kalian. Novel dengan seharga Rp 137.000,00 sangat sesuai dengan pengalaman membaca yang mina-san dapatkan. Seperti yang teman-teman tahu novel karya Minato Kanae yang berjudul Confession, Girls, Ferrish Whell at Night dan Penance tidak pernah mengecewakan. Sekian review dari saya, mina-san. Jika Mina-san penasaran, silahkan mina-san beli. Untuk novel Motherhood sudah ada di marketplace toko buku online dan toko buku offline favorit mina-san. Mata Ashita ne~

"Saya tidak percaya makhluk-makhluk yang tak kasat mata seperti itu. Lebih sederhana, ibu dan anak perempuan." Halaman 282
Desember 10, 2023 No komentar

 


Judul Asli: 죽이고 싶은 아이 (jug-igo sip-eun ai)
Judul Terjemahan: Anak yang Memendam Amarah
Penulis: Lee Kkoch-Nim
Alih Bahasa: lingliana
Editor: Juliana Tan
Ilustrasi Sampul: Martin Dima
Genre: Drama, Mystery
Jenis: Korea Literature
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020672311
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 194 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: 2023
Harga: Rp 69.000,00
Rating: 4 of 5

       Konichiwa mina-san, saya akan kembali mereview novel misteri korea karya Lee Kkoch-Nim, tentu saja novel ini merupakan novel Korea. Sebenarnya banyak whistlist yang belum saya sempat baca mina-san. Tapi, mari kita review satu persatu secara perlahan. Mari kita mulai mina-san.

Blurb:
"Fakta tidak penting. Yang penting orang-orang percaya."
Ini adalah kisah tentang kebenaran semu dan keyakinan palsu.

Ji Ju-yeon dan Park Seo-eun bersahabat. Suatu hari, setelah 
bertengkar hebat, Seo-eun ditemukan tewas di belakang
sekolah dan Ju-yeon dituduh sebagai pembunuhnya. Namun,
entah kenapa, Ju-yeon sama sekali tidak ingat apa yang terjadi
hari itu. Apakah Ju-yeon benar-benar membunuh Seo-eun?

Orang-orang memberikan pernyataan dan kesaksian yang
bertolak belakang, yang membuat gambaran tentang Ju-yeon,
Seo-eun, dan hubungan mereka berdua ikut berubah-ubah.
Siapa yang berbicara jujur? Siapa yang berbohong?

Satu hal sudah pasti. Orang-orang hanya ingin
mendengar apa yang ingin mereka dengar dengan meyakini
apa yang ingin mereka yakini.

Review:
        Kita mulai dari covernya mina-san. Cover novel ini di dominasi oleh warna merah muda, biru serta bunga-bunga putih yang manis. Terdapat ilustrasi dua anak perempuan pada novel yang menggambarkan Ji Ju-Yeon dan Seo-eun. Pemilihan font yang mudah dibaca dengan warna dasar yang tampak cocok dengan background putih sebagai latar belakang judul. 

        Novel Anak yang Memendam Amarah memiliki latar sekolah. Alur novel maju mundur dengan sudut pandang orang ketiga. Banyak flashback yang menggambarkan kepingan-kepingan memori Ju-yeon yang hilang. Tiap karakter diceritakan dengan hati-hati. Kita bisa merasakan emosi dari Ju-yeon serta pandangan-pandangan orang lain tentang Ju-yeon serta Seo-eun. Kita juga bisa merasakan perkembangan Ju-yeon dan tekanan-tekanan yang dialaminya selama diinterograsi. Kita juga disuguhkan bagaimana tokoh Ju-yeon dididik hingga membentuk dirinya sekarang. Sedangkan Seo-eun digambarkan secara berubah-ubah karena diceritakan melalui sudut pandang orang lain. Amanat dari cerita ini seperti yang sudah disampaikan di blurb yaitu manusia hanya mendengar dan meyakini apa yang ingin mereka yakini.

        Jangan menilai buku dari sampulnya. Saya rasa pepatah itu cocok untuk novel ini. Novel dengan cover manis ini sebenarnya memiliki cerita yang cukup gelap dan berat, sangat kontras dengan covernya. Kita digiring melalui opini dari saksi, guru dan teman-teman Ju-yeon serta Seo-eun untuk menggambarkan seperti apa mereka di masa lalu sebelum pembunuhan terjadi. Penulis secara berhati-hati menggambarkan emosi masing-masing karakter sampai tanpa sadar membuat kita hanyut dan masuk ke dalam cerita. Novel ini cukup menyentil aparat penegak hukum, hakim, pengacara serta wartawan. Dari sudut pandang orang ketiga serba tahu, kita digiring untuk membenci Ju-yeon, namun juga merasa iba di saat yang sama seperti bermain rollercoaster. Namun yang paling mengejutkan adalah plot twist di dalamnya yang cukup membuat saya bergidik dan mual. Akhir dari novel ini tanpa sadar membuat saya berpikir, ya memang begitulah manusia. 

        Secara keseluruhan novel ini sangat luar biasa, mulai dari cover yang menipu. Cerita yang berat dan menyentil meskipun latarnya adalah sekolah. Novel ini mampu menyinggung berbagai pihak disaat bersamaan. Sentilan-sentilan itu pada akhirnya menunjukkan bahwa kita tidak jauh berbeda dari mereka. Novel ini sangat saya rekomendasikan untuk kalian yang menyukai cerita misteri yang mindblowing dengan sentilan dan sindiran. Untuk novel seharga Rp 69.000,00 saya rasa novel ini sangat murah, tidak sebanding dengan pengalaman membaca yang kita dapatkan.

"...Sepertinya aku yang membunuhnya." Halaman 123
November 28, 2023 No komentar

 


Judul Asli: 哀愁しんでれら~もう一人のシンデレラ (Aishuu Cinderella -Mouhitori no Cinderella)
Judul Terjemahan: Cinderella Addiction (The Other Cinderella)
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerjemah: Asri Pratiwi Wulandari
Penyunting: Dyah Agustine
Penyelaras Aksara: Francisca Ratna
Desainer Sampul: Pola
Penata Sampul: Propanardilla
Genre: Thriller, Mystery, Iya-misu
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 9786237351948
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 264 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Juli 2022
Harga: Rp 99.500,00
Rating: 4 of 5

       Konichiwa mina-san, apa kabar? Mina-san sudah lama sekali ya saya tidak mereview buku milik Akiyoshi-sensei. Kali ini saya akan mereview buku milik Akiyoshi-sensei yang terbit tahun 2022. Yap, saya sempat berhenti mereview sebelumnya dan ini adalah salah satu buku yang saya lewatkan. Apakah akan sehebat buku-buku sensei lainnya? Mari kita mulai reviewnya mina-san.

Blurb
Aku hanya ingin bahagia....

Review
        Okay mina-san kita mulai review dari covernya. Sama seperti novel-novel Akiyoshi-sensei sebelumnya. Cover novel terjemahan Akiyoshi-sensei kali ini juga di desain oleh Pola. Seperti cover novel sensei sebelumnya, novel ini memiliki latar background hitam dengan ilustrasi Sakura-san, tokoh utama dalam cerita yang membawa sepatu kaca. Judul novel ini memiliki warna fill warna putih dengan style font yang cantik, bertolak belakang dengan covernya yang memberikan kesan thriller. Selain menggambarkan tokoh Sakura-san, Pola juga menambahkan ilustrasi bunga sakura. Pada bagian belakang novel Pola menggambarkan ilustrasi keluarga bahagia. Cocok dengan blurb.

           Cinderella Addiction memiliki alur maju dan dengan sudut pandang yang berubah pada tiap tokoh. Tema yang diangkat pun tak biasa karena "Cinderella" merupakan petunjuk dari cerita yang ada di dalam novel ini. Tiap karakter dalam tokoh ini digambarkan dengan sangat baik dan hati-hati karena kalian akan menyadari perubahan drastis pada setiap tokoh dalam cerita. Kalian akan dibawa oleh mengalir oleh alur cerita dan tokoh yang nampak "normal" dan sempurna. Sampai kalian akan sadar bahwa terdapat bom waktu dalam cerita ini. Amanat dalam cerita ini adalah kasih sayang yang berlebihan bukanlah sesuatu yang baik. 

        Menurut saya, novel Cinderella Addiction ini sangat mindblowing. Karena saya cukup terkejut dengan main villain tokoh ini yang sangat manipulatif serta terdapat beberapa ciri psikopat yang umum yang sering saya dengar melalui cerita-cerita thriller. Namun, Sensei bisa mengemasnya dengan sangat baik. Ada salah satu tokoh Sensei yang sangat saya sukai di awal dan saya percayai akan berakhir seperti memory of glass. Sayangnya, saya salah. Jangan mudah percaya pada tokoh dalam cerita sensei, saya melupakan pedoman itu. Ending cerita yang penuh plot twist dan menghancurkan harapan saya. Saya serasa Confession karya Minato Kanae dengan sentuhan Akiyoshi-sensei. Saya juga suka bagaimana sensei mengemas tokoh Sakura yang ternyata memiliki gangguan kepribadian maladaptive daydreaming? Mungkin mina-san ada yang tahu gangguan kepribadian apa yang dialami oleh Sakura-san bisa memberikan komentar di bawah.

        Novel ini saya rekomendasikan untuk mina-san yang menyukai novel-novel karya Akiyoshi-sensei. Mina-san yang menyukai novel Jepang dan genre thriller. Novel ini diberi rating 17+ jadi harap mina-san bijak dalam membaca. Cinderella Addiction bisa mina-san beli secara online maupun offline dengan harga Rp 99.500,00 yang tentu saja harga yang sangat murah untuk menikmati karya hebat dari Akiyoshi-sensei. Sekian review dari saya, mohon maaf karena saya cukup menahan diri untuk memberikan spoiler pada mina-san. Semoga review saya membantu. Mata Ashita ne~

Aku telah mengenakan sepatu kaca.
Aku telah menjadi Cinderella.
Halaman 156
Juni 01, 2023 No komentar

 


Judul Asli: 夜行観覧車 (Yakokanransha)
Judul Terjemahan: Ferris Wheel At Night
Penulis: Minato Kanae
Penerjemah: Andry Setiawan
Penyunting: Prisca Primasari
Penyelaras Aksara: Lovita Cendana
Desainer Sampul: @bintorboy
Penata Sampul: @mnefend
Genre: Mystery, Thriller
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 9786237351801
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 428 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: September 2021
Harga: Rp 115.000,00
Rating: 4 of 5

        Konichiwa mina-san apa kabar? Mina-san, kali ini saya akan mereview novel karya Minato Kanae-sensei. Ada mina-san yang bisa menebak novel Minato-sensei mana yang belum saya review? Ya, kita akan mereview novel Ferris Wheel At Night. Salah satu novel yang saya lewatkan selama 2 tahun terakhir. Mari kita mulai reviewnya mina-san.

Blurb
Seorang kepala keluarga di sebuah perumahan elite
mati terbunuh.
Sang istri menyerahkan diri ke polisi.

Dengan ayah sebagai korban dan ibu sebagai tersangka,
bagaimana mendefinisikan anak-anak mereka;
anak korban pembunuhan atau anak pembunuh?

Apa peran para tetangga setelah kasus terjadi?

Lalu, yang terpenting, mengapa ada insiden seperti ini?

Blurb

        Desain cover dari novel Ferris Wheel At Night memiliki latar berwarna hitam dengan ilustrasi siluet wanita berlatar senja dan beberapa clue dalam cerita. Font judul, nama penulis dan judul asli dibentuk vertikal yang menurut saya unik dan memberikan kesan baru, berbeda dengan desain cover novel Minato Kanae yang lain sehingga memberikan aura yang berbeda. Font yang dipilih juga mudah dibaca dan tentu saja karena latarnya hitam, siluet perempuan pada bagian cover menjadi highlight novel ini.

        Alur Ferris Wheel At Night memiliki alur maju dengan sudut pandang yang berubah-ubah berdasarkan sudut pandang tetangga Takahashi dan masalah pada masing-masing keluarga tersebut. Tokoh pada novel Ferris Wheel At Night adalah tokoh-tokoh paling menyebalkan. Mengapa? Nanti akan saya beri tahu. Tema yang diangkat Minato-sensei sekali lagi adalah keluarga dan psikologi orang dewasa maupun anak-anak. Amanatnya lebih kepada setiap anak bisa menjadi apa yang mereka inginkan terlepas dari apa keinginan orang tua dan agar orang tua terlepas dari gengsi hingga membanding-bandingkan anak. Yah, tema yang khas Minato-sensei.

        Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya bahwa tokoh novel Ferris Wheel At Night adalah kumpulan tokoh paling menyebalkan yang pernah saya baca dan tentu membuat saya bersungut-sungut setiap lembar halamannya. Saya tidak akan menyebutkan siapa tokoh yang paling saya sukai kali ini, tapi tokoh yang paling saya benci adalah Endou Ayaka. Tokoh-tokoh dalam Ferris Wheel At Night sangat realistis dan merupakan kumpulan dari sikap negatif manusia. Saya sangat suka ending novel ini karena setiap tokoh digambarkan mengalami perubahan. Sekali lagi Minato-sensei memberikan ending yang mengharukan dan menunjukkan pentingnya keluarga. Saya seolah dibawa naik rollercoaster dan hingga halaman terakhir, saya masih berdebar karena emosi meskipun ending tersebut sangat baik menurut saya. Lalu mengapa judulnya Ferris Wheel At Night? Mina-san akan tahu alasannya ketika membaca novel ini.

        Novel Ferris Wheel At Night saya rekomendasikan untuk mina-san yang menyukai novel thriller Jepang. Mina-san yang menyukai novel yang berkaitan dengan  keluarga, tentang dunia anak dan parenting namun dibungkus cerita thriller dan misteri yang seru. Perlu saya ingatkan juga mina-san bahwa novel ini memiliki rate 17+. Untuk novel seharga Rp 115.000,00  saya rasa sangat murah dibanding dengan pengalaman seru ketika membaca novel ini. Banyak nilai-nilai yang bisa kita petik dari novel ini, sehingga harga Rp 115.000,00 tidaklah seberapa bagi saya. Saya jamin, tidak akan ada penyesalan setelah membaca novel ini. Sekian review dari saya, semoga bisa membantu mina-san. Sampai jumpa di review lainnya. Mata Ashita ne~

"Penyakit tanah miring." Halaman 404
Juni 01, 2023 No komentar

 


Judul Asli: おばちゃんたちのいるところ (Obachan tachi no iru tokoro)
Judul Terjemahan: Where The Wild Ladies Are
Penulis: Matsuda Aoko
Alih bahasa: Asri Pratiwi Wulandari
Pemeriksa bahasa: Ribeka Ota
Penyunting: Francisca Ratna
Penyelaras Aksara: Andry Setiawan
Desain sampul: @sukutangan
Genre: Fantasy, Mistery, Horror
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 9786235467047
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 268 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: September 2022
Harga: Rp 95.000,00
Rating: 3 of 5

     Konichiwa mina-san, bertemu lagi. Apa kabar mina-san? Hari ini saya akan mereview salah satu buku yang sudah lama ada di timbunan rak saya setelah bertahun-tahun hiatus. Jadi review-review saya kesannya seperti tidak se up to date dulu. Mohon maaf ya? Review buku kali ini berbeda dengan genre-genre sebelumnya meskipun masih merupakan salah satu genre misteri namun novel ini merupakan genre yang sejujurnya saya paling hindari untuk membaca karena saya tipe yang penakut. Yap, kita akan mereview novel horror. Lebih tepatnya kumpulan cerita horror oleh Matsuda Aoko. Mari kita mulai reviewnya!

Blurb
Selamat datang di semesta perempuan liar.

Ada seorang bibi yang tidak setuju prosedur
penghilangan bulu badan; ada siluman rubah
yang mempertanyakan kebodohan manusia, 
ada hantu perempuan yang membantu para
ibu tunggal mengasuh anak dan membersihkan
rumah; dan masih banyak hantu dan dedemit,
yang akan menunjukkan bahwa kecemburuan,
kekeraskepalaan, dan semua sifat yang katanya
berlebihan itu tidak perlu ditakuti,
bahkan seharusnya dikembangkan.

Dalam kumpulan cerita pendek yang lincah ini,
Matsuda Aoko menceritakan kembali legenda
dan dongeng Jepang, menghadirkan dunia
di mana manusia dihibur, dibimbing, ditantang,
bahkan diubah oleh para perempuan liar.

Review
      Dari segi cover, warna oranye yang menjadi dasar novel ini memberikan kesan klasik dan khas dari desainer sampul sukutangan. Ilustrasi para perempuan yang ada di cover dengan rambut yang membelit membentuk dasar berwarna hitam tampak menarik. Perempuan-perempuan yang nantinya berada dalam isi cerita digambarkan dengan baik oleh ilustrator. Pemilihan font dan warna font yang tampak menonjol memudahkan saya untuk membacanya. Bagian blurb diberikan warna oranye tua yang hampir cokelat sehingga tidak memberikan kesan "mati". Saya juga suka bagaimana ilustrator memberikan tambahan ilustrasi cover belakang seperti yang ada pada cover depan. Singkat kata, simple tapi tidak membuat sakit mata.

      Alur cerita ini maju. Meskipun awalnya dibuka oleh penjelasan mengenai kisah-kisah jurig yang dijadikan referensi cerita, tentu saja hal ini membantu pembaca yang tidak tahu menahu tentang legenda-legenda Jepang. Ya, seperti yang telah disebutkan dalam blurb, novel ini merupakan kumpulan cerita pendek tentang hantu dan legenda Jepang. Sudut pandang yang digunakan adalah orang pertama pelaku utama, terkadang menggunakan orang ketiga serba tahu. Latarnya tentu saja berada di Jepang dengan menghadirkan suasana Jepang klasik kemudian beralih ke suasana Jepang masa kini. Amanat kisah ini cukup banyak, dalam pekerjaan, cinta, rasa kepercayaan diri dan masih banyak yang lainnya. 

      Menurut saya novel ini merupakan novel horor yang menyenangkan untuk dibaca karena tidak memberikan kesan horror sama sekali. Terdapat unsur komedi di dalamnya namun tidak melepaskan kengeriannya. Dalam novel ini, kita juga seperti diberi nasihat bahwa mereka ada di sekitar kita dan bisa menjadi siapa saja. Meskipun kumpulan cerpen, namun masing-masing cerita terhubung satu sama lain. Dari total 17 cerita yang ada di dalamnya, semua masih dalam satu timeline. Jadi antar satu tokoh dan tokoh yang lain saling berhubungan. Seperti yang saya sebutkan tadi, banyak sekali amanat yang ada di dalam novel ini mengingat novel ini adalah kumpulan cerita. Namun yang paling berkesan bagi saya adalah tentang kesetaraan gender. Tokoh dalam cerita yang paling saya sukai adalah Kuzuha dalam cerita Hidup Kuzuha.

       Novel ini saya rekomendasikan untuk mina-san yang menyukai novel Jepang dan legenda-legenda horror Jepang. Meskipun tidak semua legenda diangkat disini. Untuk mina-san yang ingin membaca novel horror tapi takut dengan kisah horror. Novel ini juga cocok untuk mina-san yang tidak suka membaca satu cerita novel yang beratus-ratus lembar karena novel ini merupakan kumpulan cerpen sehingga ringan untuk dibaca. Untuk novel seharga Rp 95.000,00 novel ini memberikan suasana baru mempelajari legenda-legenda Jepang. Mudah untuk dibaca karena dinarasikan dengan baik oleh penulis dan terjemahan yang mulus. Kita dapat merasakan kesenjangan antara masa lalu dan masa sekarang dalam novel ini. Novel Where The Wild Ladies Are karya Matsuda Aoko yang telah diterjemahkan oleh Asri Pratiwi Wulandari dan diterbitkan oleh Penerbit Haru ini sudah bisa dibeli secara offline maupun online di toko buku kesayangan mina-san semua. Sekian review dari saya, semoga bisa membantu mina-san. Sampai jumpa di review lainnya. Mata Ashita~

.....Kau tinggal mengabaikan mereka. Zaman akan berubah. Halaman 139
Mei 16, 2023 No komentar

 

Judul Asli: 女子(Girls)
Judul Terjemahan: Girls
Penulis: Minato Kanae
Penerjemah: Andry Setiawan
Penyunting: Gita Romadhona
                                       Penyelaras Aksara: Francisca Ratna                                       
Desainer Sampul: @bilalsuryasum
Penata Sampul: rudi
Genre: Drama, Thriller, Mystery
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-623-5467-03-0
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 344 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: November 2022
Harga: Rp 125.000,00
Rating: 4 of 5

       Ohayou mina-san, Asako here. Sudah lama tidak bertemu, tidak terasa sudah 2 tahun dan kabar gembiranya saya masih hidup. Saya akan posting jika saya luang ya mina-san, semoga mina-san bisa memaklumi karena kondisi saya yang tentunya berbeda dengan jaman ketika saya kuliah dahulu. Oke mina-san saya akan memulai review novel yang hmmm, mind blowing tentunya dengan konsep yang tidak biasa. Masih genre favorit saya, misteri.
Blurb
Yuki menganggap pengakuan itu sekadar episode untuk
menyombongkan diri, membuat Yuki ingin menyaksikan
yang lebih hebat lagi dari pengalaman si anak pindahan.
Ia tak hanya ingin melihat mayat, ia ingin menyaksikan
proses manusia menyambut ajal.

Di lain pihak, Atsuko yang merasa dirinya lemah,
mengira akan bisa memperkuat hatinya jika mampu
menyaksikan orang yang sekarat, dan mungkin bisa
memperbaiki persahabatannya dengan Yuki.

Tanpa saling tahu, Yuki dan Atsuko menjalankan
rencana mereka masing-masing demi melihat kematian
yang sempurna. Mereka berlomba-lomba mendahului
maut, tetapi tak mengira bahwa keputusan-keputusan
kecil mereka akan memicu reaksi berantai yang perlahan
menjadi tak terkendali....       
Review
       Okay mina-san seperti sebelumnya ya, saya akan mereview dari segi covernya. Menurut saya pribadi cover novel Girls karya Minato Kanae dengan latar biru mengingatkan saya pada The Dead Return. Tampak ada dua karater gadis SMA yang berambut panjang dan pendek. Karakter kedua gadis yang digambarkan pada cover memberikan kesan misterius dan lebih keseram. Tapi style gambar tersebut mengingatkan saya pada karya Ghibli, entah mengapa. Dari font serta warna font yang digunakan menggambarkan isi buku, genre misteri. Sangat menarik dan tidak membuat kita sebagai pembaca tertipu. Keseluruhan desain cover novel Girl sederhana, namun mengena dan memancarkan aura misteri yang kuat dibandingkan dengan terjemahan sebelumnya yaitu Penance.

       Novel ini memiliki alur maju. Sudut pandang yang digunakan adalah orang pertama. Yang menarik adalah kedua tokoh utama dalam novel ini masing-masing mendapat porsi untuk mendeskripsikan sudut pandang terhadap tokoh-tokoh lain. Oh iya mina-san, tokoh utama dalam cerita ini ada 2 yaitu Yuki dan Atsuko, keduanya adalah teman. Di chapter awal kita digiring dengan opini antara kedua sahabat ini. Tapi, apakah keduanya benar-benar sahabat baik? Yang perlu diacungi jempol adalah perkembangan tiap karakter di novel ini dan masing-masing tokoh memiliki porsi yang pas dan sangat bermanfaat. Tidak ada tokoh yang sia-sia disini. Sepanjang cerita kalian akan dibuat bertanya-tanya tentang apa yang akan mereka lakukan untuk melihat kematian? Apakah benar mereka bersahabat? Dan apakah mereka berhasil? Novel ini juga mengangkat isu sosial di dunia pendidikan, keahlian Minato Kanae-sensei. Amanat novel ini berulang kali ditekankan oleh Yuki, yaitu sistem tabur tuai atau yang kita kenal sebagai hukum karma.

       Bagian yang saya suka adalah bagian pembuka yang diawali oleh tokoh yang akan bunuh diri. Pembukaan yang memancing saya untuk mencari tahu apa yang terjadi. Selain itu tokoh dalam novel Girls yang manusiawi dan tema hukum karma yang menarik. Saya sangat suka bagaimana Minato-sensei menyelipkan plot twist yang bertubi di akhir. Saya hanya dapat menebak satu plot twist, saya tidak pernah sangka jika ada lebih dari satu plot twist. Saya juga sangat suka bagaimana saya dibuat berteriak "tidak" ketika salah satu tokoh dalam cerita mengalami sesuatu. Namun, sepertinya dalam novel ini Minato-sensei juga seolah menunjukkan ada campur tangan Tuhan disitu. Saya sangat menikmati waktu saya membaca novel Girls.

      Saya merekomendasikan novel ini untuk mina-san yang menyukai Jepang, untuk teman-teman yang menyukai novel yang dekat dengan lingkungan pendidikan dan isu sosial. Mina-san yang menyukai plot twist dan menyukai rasa ngeri seperti yang ditinggalkan Silence karya Akiyoshi Rikako-sensei. Novel ini bisa kalian dapatkan secara online maupun offline seharga Rp. 125.000,00. Untuk kategori pembaca, saya rasa cocok untuk pembaca 17+. Sekian review dari saya, semoga membantu mina-san. Mata Ashita ne~

"Hukum karma? Artinya, kalau kita berbuat jahat, kejahatan itu akan kembali kepada kita?" Halaman 111
April 24, 2023 No komentar

Judul Asli: リアルフェイス(Riaru Feisu)
Judul Terjemahan: Real Face
Penulis: Chinen Mikito
Penerjemah: Lina Budiarti
Pemeriksa Bahasa: Andry Setiawan
Penyunting: Cerberus404
Penyelaras Aksara: Francisca Ratna
Desainer Sampul: Pola
Penata Sampul: @baiknyarudi
Genre: Thriller, Mystery
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-623-7351-60-3
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 296 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Maret 2021
Harga: Rp 99.500,00
Rating: 4 of 5

        Konichiwa mina-san, bertemu lagi dengan saya. Kali ini saya akan mereview novel misteri karya Chinen Mikito. Tema yang diangkat untuk novel ini sangat menarik, berhubungan dengan judulnya yaitu Real Face, temanya tentang bedah plastik. Dari pada semakin penasaran, mari kita mulai reviewnya.

Blurb
Karena butuh uang. Asagiri Asuka melamar dan
diterima kerja di klinik bedah plastik milik
Hiiragi Takayuki, seorang ahli bedah plastik genius.
Dokter bedah itu bisa mengubah wajah pasiennya
jadi apa pun...asal ada uang.

Asuka tak bisa mengikuti jalan pikiran sang ahli
bedah yang kerap melanggar norma masyarakat itu.
Ditambah lagi, semakin Asuka terlibat, semakin ia
tahu bahwa Hiiragi menyembunyikan sesuatu
yang berhubungan dengan kasus pembunuhan
empat tahun lalu.

Apa yang sebenarnya terjadi empat tahun lalu?
Apa benar Hiiragi terlibat?
Satu per satu rahasia Hiiragi pun terungkap...

Review
        Seperti biasa, kita mulai dari desain covernya. Saya suka konsepnya dengan memberikan ilustrasi seorang gadis, sebuah topeng dan tangan. Entah mengapa membuat saya semakin penasaran. Latar warna hitam yang memberikan kesan misteri.  Perpaduan warna yang sama sekali tidak mengganggu mata, font judul yang mudah dibaca dan cukup menarik. 

        Alur novel ini maju, dengan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Suasana yang dihadirkan sangat unik, karena perpaduan antara misteri dan komedi didukung tokoh yang menarik. Chemistry antara Asuka, Hiiragi sensei dan Sanae dibangun dengan sangat baik terutama karakter Asuka yang polosnya mampu membuat mina-san sebal setengah mati.  Hiiragi sensei sejauh ini adalah karakter favorit saya karena karakter ini berhasil membangun komedi pada novel misteri yang temanya saya rasa sangat berat, terutama karakternya yang mata duitan, jenius dan cerdas. Amanat yang disisipkan penulis dalam cerita ini adalah apa yang kita dengar benar, belum tentu benar. Kebenaran adalah sesuatu yang ambigu. Tema yang diangkat novel ini sangat unik dan tabu, yaitu tentang bedah plastik. Pada novel ini, kita juga dapat melihat sudut pandang orang Jepang terhadap bedah plastik.

        Novel ini bukan novel misteri biasa karena terdapat istilah kedokteran seperti istilah operasi dan anastesi. Selain itu penulis novel ini adalah dokter sehingga tokoh-tokoh dalam cerita terasa benar-benar jenius dan profesional terutama karakter Hiiragi, Kagura dan Asuka. Sejujurnya setiap membaca satu persatu kalimat dalam novel ini membuat ngilu terutama pada bagian saat operasi, begitu terasa nyata. Saya sangat terkagum-kagum bagaimana penulis berhasil mengubah pikiran kita tentang sesuatu yang benar, belum tentu benar ketika berhadapan dengan kemanusiaan. Selain pemikiran penulis yang terkesan luar biasa, penulis tidak lupa menyisipkan plot twist yang mengejutkan, seolah saya digiring menuju ke sebuah misteri besar dna membuat saya sadar kembali bahwa ini bukan novel misteri ringan.

        Novel ini saya rekomendasikan untuk mina-san yang menyukai novel misteri dan ingin membaca novel misteri yang berbau kedokteran. Mina-san yang menyukai novel Jepang. Novel ini juga saya rekomendasikan untuk mina-san yang ingin nuansa baru ketika membaca novel misteri. Meskipun novel ini dibandrol dengan hara Rp 99.500,00 novel ini sangat saya rekomendasikan. Ketika membaca novel ini, mina-san akan merasa seperti sedang menonton dorama. Sekian review dari saya. Terima kasih banyak dan sampai jumpa di review lainnya. Mata Ashita nee~

"Karena dia mengatakan segalanya. Dia telah melepaskan semua baju baja yang dia pakai. Manusia yang sudah mengupas kulit dan menunjukkan wujud aslinya akan memancarkan 'kecantikan' yang ada dalam dirinya. Mau itu 'cinta' ataupun 'hasrat'."  Halaman 78
April 14, 2021 2 komentar


Judul Asli: 灼熱 (Shakunetsu)
Judul Terjemahan: Burning Heat
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerjemah: Asri Pratiwi Wulandari
Pemeriksa Bahasa: Andry Setiawan
Penyunting: Prisca Primasari, Lovita Cendana
Penyelaras Aksara: Francisca Ratna
Desainer Sampul: Pola
Penata Sampul: @baiknyarudi
Genre: Thriller, Romance
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-623-7351-65-8
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 296 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Maret 2021
Harga: Rp 93.000,00
Rating: 4 of 5

        Konichiwa mina-san, hari ini saya akan mereview sebuah novel karya Akiyoshi Rikako. Setelah membaca 7 Tahun Kegelapan yang tebal membuat saya cukup terkejut dengan kemampuan membaca saya yang masih sama seperti semula. Novel Akiyoshi selalu berhasil saya habiskan dalam sekali duduk. Sangat menyenangkan dan membuat saya merasa melepas rindu dengan karya-karya sensei yang luar biasa. Langsung saja kita mulai reviewnya.

Blurb:
Aku menikah dengan pembunuh suamiku.
Demi menuntut keadilan.

Review
        Cover novel Akiyoshi-sensei kali ini terkesan mengerikan tampa wajah seorang perempuan dan potongan kaca. Sorot matanya memberikan sesan yang mengerikan. Saya sangat suka perpaduan warna hitam dan merah, memberikan kesan thriller yang cukup menggelitik rasa penasaran saya. Border pada bagian belakang cover sangat khas novel Akiyoshi-sensei, latar hitam sangat serasi dengan novel-novel lainnya. Judul novel memiliki font yang sangat cantik dengan fill putih.

        Alur cerita ini merupakan alur maju dengan beberapa kali flashback. Novel ini merupakan novel ketiga yang mengangkat hal yang berbau kedokteran dan beberapa istilah kedokteran selain Memory of Glass dan Holy Mother. Selain tema kedokteran, novel ini menyinggung tentang operasi plastik dan tema romance pun tidak luput diangkat pada novel ini. Karakter tokoh utama, Emi sangat unik. Begitu pula Hideo dan Akiko. Perkembangan hubungan antara Emi yang suami terdahulunya dibunuh oleh Hideo (suami Emi yang sekarang) dibangun dnegan sangat baik. Begitu pula hubungan antara Emi dan Akiko serta latar belakang Emi yang dijelaskan dengan detail, begitu pula perkembangan emosinya. Pada bagian awal kita sudah diberikan misteri kematian Tadatoki, namun pada pertengahan bau romansa mulai terasa hingga tanpa sadar perlahan sensei membawa kita menuju ke konflik sebenarnya. Amanat novel ini adalah tentang arti sebuah ketulusan dan cinta.

        Saya tidak pernah menyangka akan membaca novel serupa dengan Memory of Glass namun dengan tokoh-tokoh seperti dalam The Dead Returns. Saya merasa bahwa Burning Heat adalah hasil perkawinan kedua novel itu. Memberikan saya nuansa yang hangat dan lembut, sangat kontras dengan covernya. Bagian dari novel ini yang paling saya suka adalah ketika Emi membuang seluruh peralatan makan yang berasal dari Bone China. Saya bisa merasakan bagaimana trauma, jijik. Kesan gore sama sekali tidak terasa, namun saya sangat menyukai novel ini. Saya yang biasa mencari unsur gore pada setiap novel Thriller dan misteri, namun sangat menikmati romansa tokoh yang ada dalam novel ini. Tidak berlebihan dan terasa menyenangkan setiap membacanya meskipun rasanya tetap membuat penasaran.

        Novel ini saya rekomendasikan kepada para fans Akiyoshi sensei. Untuk mina-san yang jatuh cinta pada Memory of Glass dan menyukai karya yang terasa ringan seperti The Dead Returns bisa membeli novel ini. Untuk mina-san yang menyukai Jepang dan ingin membaca romance tapi mendapatkan pengetahuan pada bidang kedokteran, novel ini merupakan jawaban untuk kalian. Untuk novel seharga Rp 93.000,00 dengan pengalaman membaca yang luar biasa, saya rasa sangat sebanding. Sekian review singkat dari saya. Sampai bertemu di review lainnya. Mata Ashita nee~

Tulag suamiku.
Bukan suamiku yang barusan. Bukan Hideo.
Tulang suamiku yang dulu; tulang Tadatoki.
-Halaman 8-
April 13, 2021 5 komentar


Judul Asli: 7 년의 밤 (7 nyeon-ui bam)
Judul Terjemahan: 7 Tahun Kegelapan
Penulis: Jeong You-Jeong
Alih Bahasa: Iingliana
Desain Cover: Martin Dima
Genre: Thriller
Jenis: Korean Literature
Penerbit: Penerbit Gramedia Psutaka Utama
ISBN: 9786020646602
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 560 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: November 2020
Harga: Rp 139.000,00
Rating: 4 of 5

    Hisashiburi mina-san, lama tidak berjumpa. Lama menimbun buku karena slump akhrnya saya berhasil menyelesaikan satu buku tebal dengan genre thriller, crime. Kali ini bukan judul Jepang, namun Korea. Tentunya ada alasan besar mengapa saya membeli buku ini, karena saya yakin buku ini sangat bagus. Yang membuat saya lebih yakin karena penulis buku ini adalah Jeong You Jeong. Mari kita mulai reviewnya.

Blurb:
Seorang anak perempuan ditemukan tewas di Danau Seryeong,
waduk yang terkenal angker di sebuah desa terpencil di Korea.
Ayah korban dan dua petugas keamanan waduk masing-masing
menyimpan rahasia tentang malam kematian anak itu. Sementara
polisi mulai melakukan pengusutan, ketiga pria tersebut juga
berusaha menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi tanpa
membongkar rahasia gelap mereka sendiri.

Setelah bentrokan terjadi di waduk yang mengakibatkan tragedi
massal, salah satu petugas keamanan tersebut ditahan atas
tuduhan pembunuhan.

Selama tahun-tahun berikutnya, Choi Seo-won hidup di balik
bayang-bayang kejahatan ayahnya yang mengejutkan. Ke mana
pun ia pergi, seseorang selaly mencoba menguak identitasnya
sebagai anak seorang pembunuh. Ketika suatu hari ia menerima
paket yang konon akan mengungkap apa yang sebenarnya terjadi
di Danau Seryeong, Seo-won menyadari bahwa permainan 
mengerikan yang dimulai tujuh tahun lalu...belum berakhir.

Review:
       Cover Seven Years of Darkness ini di dominasi warna hijau dan hitam. Tampak pemandangan seperti rawa dari pada danau, menurut saya pribadi. Namun, kesan mistis sangat terpancar pada novel ini. Terdapat lampu sorot mobil pada novel ini yang semakin memberikan rasa penasaran. Suasana hujan membuat novel ini semakin terlihat mengerikan serta ilustrasi dataran tinggi seperti bukit dan danau melengkapi cover dengan suasana misteri yang mencekam, mengingatkan saya pada novel sebelumnya yaitu Good Son.

        Novel ini memiliki alur maju namun terasa lambat membuat novel Seven Years of Darkness memiliki jumlah halaman yang lebih banyak dari pada Good Son. Sama halnya dengan Good Son yang didominasi deskripsi, Seven Years of Darkness pun demikian hal ini dikarenakan penulis menjelaskan latar belakang keluarga masing-masing dan kronologis kejadian yang nantinya membantu kita untuk menilai dan terjun ke dalam karakter yang ada di dalm novel. Latar yang berada di dalam cerita terasa hidup, Jeong You Jeong berhasil mendeskripsikan latar dengan baik sehingga berhasil membuat saya merasakan betapa gelap, dingin dan mengerikannya desa Seryeong. Tak hanya desa Seryeong, karena cerita ini juga berpusat di desa Mercusuar. Beruntungnya pada bagian belakang novel terdapat gambaran desa Seryeong dan desa Mercusuar. Perkembangan karakter yang ada di dalam cerita ini membuat saya bergidik ngeri, bagaimana tidak. Saya seperti membaca Absolute Justice versi Korea. Tokoh utama dalam cerita ini yaitu Choi Seo-won terasa sangat dinamis begitu pula dengan tokoh lainnya dikembangkan dengan baik. Amanat yang diberikan sangat jelas, awalnya saya menolak namun hingga akhir, saya menerima pemikiran penulis yang realistis bahwa di dunia ini tidak ada yang 100% benar dan 100% salah, melainkan keabu-abuan, penulis bahkan menyebut novel ini "Daerah Abu-abu". 

      Bagian yang menarik pada novel ini adalah bagiamana penulis berhasil mengemas "daerah abu-abu" dan menampar kita dengan realita. Bahkan penulis berhasil membuat saya mempertanyakan sanksi sosial. Novel ini memang memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikannya, namun hal ini setimpal dengan perkembangan karakter yang diberikan. Penulis berhasil mengemas kasih sayang keluarga, kriminal, psikopat, balas dendam dan sebuah pengampunan dengan baik. Banyak pesan yang sebenarnya bisa kita dapatkan dari masing-masing tokoh yang ada dalam Seven Years of Darkness dan bisa dijadikan sebagai bahan introspeksi. Jeong You Jeong juga melakukan riset tentang diving. Saya seperti terseret ke dalam arus yang ada di desa Seryeong, terasa gelap dan mengerikan di awal namun semkin menuju ke akhir, semakin saya mengetahui arti kasih sayang orang tua. Sungguh, saya merasa takjub dengan kemampuan beliau mengemas novel ini. Ending novel ini pun berhasil membuat saya lega.

            Novel ini saya rekomendasikan untuk para fans Jeong You Jeong, untuk mina-san yang merindukan Good Son, namun mengharapkan kesan yang berbeda. Para penikmat cerita misteri kriminal dan mina-san yang menyukai cerita beralur lambat namun dalam, novel ini adalah jawabannya. Meskipun dibandrol dengan harga yang tidak terlalu murah, yakni Rp 139.000,00 namun novel ini berhasil menyeret perasaan dan berhasil membuat mina-san mempertanyakan banyak hal. Dengan halaman setebal 560 halaman, saya rasa sebanding dengan harga novel ini apalagi berasal dari penulis sekelas Jeong You Jeong. Sekian review dari saya, semoga bisa membantu mina-san. Sampai jumpa di review lainnya. Mata Ashita ne~

Namun ada satu hal yang tidak cocok dalam spekulasi ini. Oh Yeong-je sudah tewas tujuh tahun lalu. Seluruh dunia tahu ia tewas di tangan Ayah. Halaman 60
April 02, 2021 No komentar

 


Judul Asli: いまさら翼といわれても (Imasara Tsubasa to Iwaretemo)
Judul Terjemahan: Even Though I'm Told I Now Have Wings
Penulis: Yonezawa Honobu
Genre: Mystery
Jenis: Japanese Literature
Penerbit: Haru Media
ISBN: 978-623-7351-48-1
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 436 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: November 2020
Harga: Rp 103.000,00
Rating: 5 of 5

    Konichiwa mina-san, hisashiburi desu ne~ sudah lama sekali tidak bertemu. Beberapa hal terjadi selama saya tidak menulis review. Jadi, saya memutuskan untuk membuat review dan membaca sesempat saya. Review yang akan saya bahas kali ini adalah tentang salah satu novel kesayangan saya dari penulis favorit saya juga, Yonezawa Honobu. Dari pada semakin lama membuat penasaran, mari kita mulai saja reviewnya.

Blurb
Buku keenam seri Hyouka!

Anak-anak Klub Sastra Klasik sudah naik ke kelas 2 SMA.
Selain kasus Ohinata yang tiba-tiba tidak jadi bergabung
dengan klub kecil tersebut, mereka juga menghadapi
kasus-kasus kecil lainnya, seperti: kartu suara hantu yang
bertambah dalam pemilu ketua OSIS, juga Chitanda yang 
tiba-tiba menghilang, mengabaikan tanggung jawabnya dalam
lomba paduan suara...

Enam cerita pendek ini mungkin akan memberikan gambaran
kepadamu bagaimana anggota Klub Sastra Klasik
berkembang di tengah misteri keseharian mereka.

Review
        Seperti pada cover Hyouka sebelumnya, cover ini memiliki border dengan desain yang mirip antara volume 1 sampai volume 5, yang membedakan hanya bagian center border yang berbentuk seperti sayap. Bagian tengah dari cover novel terdapat ikon yang menjadi hint dari isi cerita dalam novel keenam Hyouka ini. Warna yang dipilih adalah warna merah muda sebagai dasar warna cover. Pemilihan warna ini sangat tampak serasi dengan warna border. Jika diamati pemilihan buku pertama dan buku keenam memiliki warna yang hampir sama. Sedangkan bagian belakang cover terdapat ilustrasi Oreki yang menyapu halaman.

        Novel ini terdiri atas enam cerita pendek. Meskipun terdiri atas enam cerita pendek, novel keenam Hyouka ini memiliki time line waktu yang saling berkesinambungan dan berurutan. Sudut pandang yang digunakan bukan hanya Oreki saja, namun setiap karakter utama lain seperti Ibara pun memiliki bagian point of view dalam salah satu cerita di novel ini. Suasana yang dimiliki enam cerita pendek di novel keenam Hyouka ini memiliki nuansa yang lebih gelap diantara novel lainnya. Penokohan dalam novel ini tidak banyak terjadi perubahan kecuali perubahan cara pandang Ibara terhadap salah satu tokoh yang telah berubah. 
 
       Genre misteri kali ini terasa benar-benar terasa dan terutama misteri terkait permasalahan yang terjadi di sekolah namun tidak seringan novel lainnya. Novel keenam ini terasa memiliki atmosfer yang semakin berat dari cerita satu ke cerita lainnya. Sekali lagi, Yonezawa Honobu-sensei berhasil memberikan kesan tiap cerita berhubungan antara satu dengan yang lainnya serta konsistensi terhadap tokoh yang diciptakan. Selain itu perkembangan karakter terasa mengalir dan sama sekali tidak dipaksakan. Terutama perkembangan tokoh Chitanda dan Ibara yang sangat terasa di novel keenam ini. Bagian cerita yang membuat saya sangat suka dengan novel ini adalah bagian terakhir novel. Meskipun memiliki kesan yang sedikit berat, namun memberikan kesan yang dalam bagi saya pribadi karena terasa sangat relate dengan kehidupan saya. 

        Judul novel ini merupakan highlight dari salah satu cerita yang ada di dalam novel dan saya sangat suka pemilihan judul serta makna yang tersembunyi dalam pemilihan judul ini. Sayangnya, Yonezawa-sensei berhasil membuat saya penasaran dan sangat tidak sabar menanti novel ketujuhnya karena ending dari novel keenam yang terasa menggantung sehingga membuat saya merasa seperti dipermainkan. Saya sangat menantikan kelanjutan dari novel ini. Ingin tahu perubahan yang terjadi pada Chitanda dan Ibara serta ending menggantung yang saya maksud? Silahkan baca novelnya. Pada salah satu cerita buku keenam ini ada yang diangkat dalam animenya. Manakah itu? Sekali lagi, silahkan baca novelnya.

        Novel ini saya rekomendasikan untuk mina-san yang menyukai anime Hyouka dan penasaran dengan kelanjutan cerita Klub Sastra Klasik. Untuk mina-san yang menyukai misteri ringan dan novel terjemahan Jepang, saya sangat merekomendasikan novel ini. Terutama untuk para penikmat karya Yonezawa-sensei, sangat rugi jika kalian tidak memiliki seri keenam ini. Sekian review amatir dari saya, semoga dapat membantu mina-san semuanya. Sampai jumpa di review lainnya. Mata Ashita ne~

"Aku ingin Oreki-kun selalu jadi pahlawanku." Halaman 122
       
Januari 02, 2021 2 komentar

Judul Asli: L'Appel de L'Ange
Judul Terjemahan: Call From an Angel
Penulis: Guillaume Musso
Penerjemah: Yudith Listiandri
Penyunting: Selsa Chintya
Penyelaras aksara: Titish A.K
Desain sampul: Chyntia Yanetha
Penata Sampul: @teguhra
Genre: Romance, Mystery
Jenis: Terjemahan Eropa
Penerbit: Penerbit Spring
ISBN: 978-602-6682-08-6
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 432 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: Oktober 2017
Harga: Rp 89.000,00
Rating: 4 of 5

        Konichiwa mina-san, bulan September ini ada yang istimewa. Tanggal 2 September lalu merupakan hari dimana saya pertama kali melakukan review 3 tahun lalu. Jadi, untuk memeringatinya saya akan mereview buku yang berbeda. Beberapa waktu yang lalu ada request dari kak Adindahd untuk mereview Call From an Angel dari Guillaume Musso. Novel ini bukan merupakan novel Eropa pertama yang saya baca tapi ini novel Eropa pertama yang saya review di blog ini. 

Blurb
Di New York, tanpa sengaja ponsel 
Madeline dan Jonathan tertukar. Saat mereka menyadari
kesalahan tersebut, mereka sudah terpisah hampir sepuluh ribu
kilometer. Madeline adalah seorang floris di Paris,
sedangkan Jonathan memiliki restoran di San Fransisco.

Tidak membutuhkan waktu lama bagi keduanya
untuk menyerah pada godaan dan menelusuri ponsel
masing-masing. Namun, itu malah menguak sebuah rahasia
yang ingin nereka berdua kubur selamanya.
Sebuah rahasia yang bisa membunuh mereka berdua.

Review
        Dari desain covernya, saya suka. Tampak sederhana dan manis. Dominasi warna putih dengan warna biru keunguan yang memberikan kesan minimalis. Ilustrasi yang tidak berlebihan dengan font judul yang mudah dibaca tapi juga cantik. Bahkan saya mengapresiasi judul asli novel masih dicantumkan pada covernya. Bagian belakang novel juga tampak sederhana dan manis. Terdapat beberapa noda darah yang baru saya sadari setelah tamat membaca.

        Alur cerita terkesan lambat. Penulis membawa pembaca menuju kehidupan masing-masing karakter yang terlihat biasa saja. Kemudian, tanpa sadar mulai terseret ke masa lalu mereka. Sudut pandang yang digunakan orang ketiga serba tahu. Penulis berhasil menempatkan perpindahan karakter yang diceritakan sehingga lebih menarik, ketika membacanya saya seperti tengah menonton film. Karakter yang ditampilkan cukup banyak, namun hanya berfokus pada Madeline, Jonathan dan seorang lagi yang menjadi rantai penghubung keduanya. Perkembangan kedua karakter terasa cukup cepat, karena kebudayaan yang berbeda sehingga cukup membuat saya sedikit shock. Suasana yang dihadirkan juga perlahan semakin berat. Romansa antara keduanya memiliki porsi yang cukup, tidak banyak dan tidak sedikit. Namun, kalian dapat mengetahuinya dari bagaimana mereka mencemaskan satu sama lain. Dari novel ini, saya belajar bahwa rasa penasaran berlebihan itu sesuatu yang tidak baik. Mungkin jika tidak saling penasaran, mereka tidak akan terjebak pada rahasia satu sama lain.

        Awal membaca novel ini, saya kira ini merupakan novel romansa manis khas luar. Sejujurnya itu pikiran saya setelah membaca blurb dan menganggap bahwa rahasia yang membunuh merupakan masalah yang sederhana, apalagi covernya terlihat manis. Ternyata, jangan menilai buku dari covernya, begitu masuk bagian pertengahan, saya sangat terkejut. Apalagi saya pikir, novel ini merupakan genre pure romance, ternyata terdapat sedikit adegan misteri, thriller, action dan gore tapi dipadukan dengan cara yang menarik untuk mina-san yang suka dengan film barat.

        Singkat kata, saya rekomendasikan novel ini untuk mina-san yang menyukai romance eropa anti mainstream, mina-san yang menyukai romance dibumbui adegan tembak menembak, mafia dan kawan-kawannya. Kalian yang ingin mengubah sudut pandang tentang genre romance bia membeli novel ini. Meskipun cukup tebal namun menarik karena cara penulis membawakan cerita dengan baik. Sekian review dari saya. Terima kasih banyak telah membaca dan terima kasih telah mendukung asakononiwa hingga saya bisa menulis review sampai detik ini. Terima kasih telah meninggalkan komentar. Mohon dukungannya sekali lagi. Mata Ashita ne〜

Dia tahu gadis itu.
Dia pernah bertemu dengannya.
Dia pernah bicara dengannya.
Halaman 193
September 10, 2020 2 komentar

Judul Asli: 容疑者Xのけんしん (Yougisha X no Kenshin)
Judul Terjemahan: Kesetiaan Mr. X
Penulis: Higashino Keigo
Alih bahasa: Faira Ammanda
Editor: Dessy Harahap
Sampul: martin_twenty1@yahoo.co.id
Genre: Misteri
Jenis: Terjemahan Jepang
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-3052-5
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 320 Halaman
Cetakan ke: 1
Terbit: 19 Juli 2016
Harga: Rp 70.400,00
Rating: 4 of 5

        Konichiwa mina-san, apa kabar? Kembali lagi saya akan mereview sebuah buku yang membuat saya jatuh cinta dengan genre misteri-kriminal. Yap, kali ini saya akan membahas novel karya Higashino Keigo. Sebenarnya ini adalah novel pertama yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Sejujurnya, saya cukup kesulitan mencari novel ini karena memang novel yang sangat lama. Sudah habis dimana-mana, mina-san. Mari kita mulai saja reviewnya.

Blurb
Ketika si mantan suami muncul lagi untuk memeras Yasuko
Hanaoka dan putrinya, keadaan menjadi tak terkendali,
hingga si mantan suami terbujur kaku di lantai apartemen.
Yasuko berniat menghubungi polisi, tetapi mengurungkan 
niatnya ketika Ishigami, tetangganya, menawarkan bantuan
untuk menyembunyikan mayat itu.

    Saat mayat tersebut ditemukan, penyidikan detektif
Kusanagi mengarah kepada Yasuko. Namun sekuat apa pun
insting detektifnya, alibi wanita itu sulit sekali
dipatahkan. Kusanagi berkonsultasi dengan sahabatnya,
Dr. Manabu Yukawa sang Profesor Galileo, yang ternyata
teman kuliah Ishigami.

    Diselingi nostalgia masa-masa kuliah, Yukawa sang
pakar fisika beradu kecerdasan dengan Ishigami, sang
genius matematika. Ishigami berjuang melindungi Yasuko
dengan berusaha mengakali dan memperdaya Yukawa, yang
baru kali ini menemukan lawan paling cerdas dan bertekad 
baja.

Review
        Seperti biasanya mina-san, kita mulai dari desain sampul ya? Jadi, karena saya bukan orang yang pandai dalam seni dan mengerti proporsi, saya akan menilai berdasarkan pembaca awam. Saya cukup tertarik dengan covernya yang merupakan profil samping dari boneka daruma. Latarnya yang berwarna merah dan tanpa hiasan terkesan sederhana. Saya sangat menyukai kesederhanaan covernya. Saya juga sangat menyukai font yang digunakan untuk tulisan Jepangnya. Meskipun warna hitam sedikit menyakiti mata, namun saya tetap suka karena hanya sedikit tulisannya. Saya juga suka bagaimana nama penulis disusun secara vertikal.

        Alur novel ini mudah untuk diikuti, meskipun sedikit lambat tapi sangat menyenangkan untuk dibaca. Tema yang diangkat seperti novel Higashino-sensei yang lainnya yaitu misteri-kriminal. Tokoh yang ditampilkanpun berbeda dengan The Newcomer maupun Malice yang tokoh utamanya adalah detektif Kaga, novel ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan detektif Kaga sehingga bisa dibaca lepas. Setting latar, tentu saja berada di Jepang. Selain itu latar suasana dibangun oleh Higashino-sensei dengan sangat baik, kita seperti digiring perlahan dan semakin masuk ke kegelapan. Sampai sekarang, hati saya masih terasa berat. Konflik yang disajikan malah terasa menarik karena saling beradu kepintaran antara mengungkap pelaku dan menyembunyikan pelaku. Amanat yang disampaikan juga sangat mengena, yakni tentang ketulusan. Selain mengajarkan tentang ketulusan, novel ini juga mengajarkan pengorbanan dan persahabatan.

          Bagian menarik di novel ini adalah pertarungan antara dua orang jenius dalam mengungkap misteri maupun melindungi. Meskipun ada beberapa bagian yang membuat pusing antara penjelasan persamaan fisika maupun matematika, tapi novel ini sangat memuaskan. Persahabatan dan persaingan antara Yukawa, Ishigami dan Kusanagi juga dibangun dengan sangat baik. Seperti biasa, novel Higashino-sensei sangat lekat dengan dunia pendidikan. Cara pengungkapan kasus yang keren oleh Profesor Galileo dan yang membuat saya terkejut adalah kesempurnaan Ishigami dalam melindungi Yasuko. Ada satu hal lagi yang dijelaskan dalam novel yang membuat saya cukup tercengang, yaitu motif Ishigami menolong Yasuko. Saya bahkan sempat menangis membacanya, tenggorokan saya sampai sekarang terasa sakit karena rasa sedih yang tertahan di tenggorokan. Apa yang membuat saya sedih? Mina-san baca sendiri. Saya benar-benar bersyukur dapat membaca karya Higashino-sensei. Hampir saja saya lupa, dalam novel ini juga kalian akan mengetahui maksud dari daruma pada cover. 

        Saya merekomendasikan novel ini untuk mina-san pencinta misteri dan kriminal. Penggemar Higashino-sensei juga wajib membaca novel ini. Untuk mina-san yang ingin mulai membaca novel kriminal, saya sarankan untuk membaca novel ini. Meskipun sudah saya sebutkan tadi, jika novel ini cukup sulit dicari tapi mina-san masih bisa membacanya di gramedia digital. Pastikan untuk tidak membaca novel bajakan maupun e-book gratis karena dengan membeli yang original, kita bisa membantu penulis agar semakin semangat dalam menulis karya, membantu penerbit untuk terus menerbitkan karya-karya penulis yang kita sukai. Ah, kalian bisa mendapat novel ini dengan harga Rp 70.400,00. Sangat sebanding dengan kehebatan isi ceritanya. Sekian review amatir dari saya. Semoga review saya dapat membantu mina-san. Mata ashita ne~

"Kalau kau berniat menyerahkan diri ke polisi, aku tidak akan berkomentar apa-apa. Tapi kalau tak ingin melakukannya, mungkin aku bisa membantu." Halaman 33
Agustus 31, 2020 2 komentar
Older Posts

Hajimemashite

About Me

Asako
Seorang wibu yang suka membaca buku dan mencoba untuk menjadi blogger. Blog ini berisi tentang buku yang telah saya baca. Kore kara mo yoroshiku onegaishimasu~

Contact me: asakononiwa@gmail.com

Follow Us

Japanese Author

Akiyoshi Rikako Arikawa Hiro Asai Ryo Ayatsuji Yukito Chinen Mikito Dazai Osamu Edogawa Ranpo Fumio Sasaki Higashigawa Tokuya Higashino Keigo Ibuki Yuki Imamura Masahiro Kaiji Motojiro Kawaguchi Toshikazu Kawamura Genki Koshigaya Osamu Matsuda Aoko Minato Kanae Miyashita Natsu Murata Sayaka Nakamura Kou Natsume Soseki Ogawa Mimei Sakae Tsuboi Sasaki Tsukasa Shimada Soji Shinkai Makoto Shoji Yukiya Sosuke Natsukawa Sumino Yoru Tetsuko Kuroyanagi Tsujimura Mizuki Yonezawa Honobu Yoshimoto Banana

Mandarin Author

Ba Yue Chang An Giddens Ko Gu Man Ikumisa Kim Young ha Macchiato Neal Wu Star Cheng Tong Hua Xi Zhi Yang Yang

Korean Author

Jeong You Jeong Kim Young ha Lee Kkoch-Nim Mijin Jung You Sun Dong

Fiction

Comedy Dark Fairytales Drama Fantasy Gore Horror Iya-misu Koten-bu Series Mystery Photography Psychology Romance Semi-Autobiografi Slice of Life Sport Thriller

Non Fiction

Education Self Improvement Semi-Autobiografi Social Sciences

recent posts

Popular Posts

  • (Review) The Tokyo Zodiac Murders
    Judul Asli: 占星術殺人事件 ( Senseijutsu Satsujinjiken) Judul Terjemahan: The Tokyo Zodiac Murders (Pembunuhan Zodiak Tokyo) Penulis: Shimada Soji ...
  • (Review) Kitchen
      Judul Asli: キッチン(Kitchen) J udul Terjemahan: Kitchen Penulis: Yoshimoto Banana Penerjemah: Ribeka Ota Pemeriksa Bahasa: Andry ...
  • (Review) I Saw The Same Dream Again
    Judul Terjemahan: Mata, Onaji Yume wo Miteita Judul: I Saw The Same Dream Again Pengarang: Sumino Yoru Genre: Slice of Life Jenis: J...

Blog Archive

  • ▼  2023 (10)
    • ▼  Desember (3)
      • (Review) Imprisonment
      • (Review) Motherhood
      • (Review) The Cat Who Saved The Book
    • ►  November (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2020 (29)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (22)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (6)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (6)
  • ►  2018 (16)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2017 (2)
    • ►  September (2)
Diberdayakan oleh Blogger.

Created with by ThemeXpose